Kata-kata

2094 Words
Karena Komi tidak bisa melanjutkan dirinya yang sebenarnya ingin kembali untuk tidur beristirahat tapi sayang saat itu Komi tak bisa melakukannya karena dirinya terlanjur melek kembali, melalui sebuah pertikaian dalam pikirannya terlebih dahulu hingga akhirnya Komi mendapatkan sebuah keputusan yang saat itu akan membaca buku spesial yang dibuat nya saja ( hanya membaca tidak untuk melanjutkan ceritanya ) langsung saja duduk di kursi dan tentu saja mengeluarkan buku spesial tersebut hingga akhirnya membaca buku tersebut. " Entahlah apa yang aku rasakan mengenai ini, tapi aku benar-benar sangat tergoda untuk melanjutkan menulis cerita ini, apa aku lanjutkan saja cerita ini sekarang?" ujar Komi berpikir sejenak sambil terus melihat ke buku tersebut. Saat itu sebenarnya tangan Komi sudah geram ingin kembali melanjutkan cerita di buku tersebut karena saat itu Komi tiba-tiba merasakan sebuah rasa semangat dan inspirasi yang masuk ke dalam pikirannya hingga begitu sangat merasa jika dirinya ingin melanjutkan ceritanya di buku tersebut, sampai saat itu perlahan Komi pun melihat ke arah sebuah pulpen yang ada di kantong tempat nya menyimpan peralatannya saat itu, kebetulan kantong tempat Komi menyimpan pulpen berada di luar dari tas tersebut hingga Komi bisa melihatnya saat itu. Perlahan tangan Komi mendekati pulpen tersebut tak sadar jika sepertinya Komi ingin mengambil pulpen tersebut saat itu, tapi usaha Komi saat itu gagal karena tiba-tiba pikiran Komi langsung sadar jika dirinya saat itu sudah berjanji kepada Buyi jika dirinya tak akan sampai terlalu fokus bekerja karena ingin beristirahat di malam yang sebenarnya sudah larut saat itu. " Oh sial padahal aku sudah mendapatkan inspirasi dan semangat untuk menulis ini tapi aku ingat jika aku sudah mengucap janji kepada ibu jika aku tak akan terlalu keras bekerja di waktu yang sudah larut malam ini, jadi sepertinya tentu saja sekarang aku lebih baik beristirahat dan melanjutkan kerja ku besok, ketika siang hari dan sekarang aku bisa menepati janji yang sudah aku katakan kepada ibu. Baiklah buku kesayangan ku aku kira tidak sekarang ya, esok hari aku akan fokus untuk melanjutkan menulis cerita yang sudah aku buat pada diri mu, kau lebih baik aku simpan di sini agar aman, selamat malam buku spesial ku,"ujar Komi saat itu sambil menyimpan buku tersebut di sebuah laci kecil yang ada di meja kerja Komi dengan menguncinya tentu saja berpikir agar tak ada yang mengambil dan mencoba membaca buku tersebut termasuk Buyi. Dan saat itu pun setelah Komi menyimpan buku tersebut dengan aman di laci yang Komi berikan kunci juga, Komi pun langsung saja mencoba merebahkan tubuhnya kembali di kasur berniat untuk beristirahat saja, tapi saat Komi berbalik karena sudah menyimpan buku tersebut tiba-tiba Komi merasakan sesuatu. " Seperti ada yang," ujar Komi sambil melihat ke arah kaca jendelanya saat itu, lalu melihat ke segala arah di kamar Komi. Lalu perlahan Komi pun mencoba membuka jendela kaca di kamarnya tersebut karena penasaran yang dirinya rasakan tiba-tiba. " Oh sial ternyata tak ada apa-apa, hanya air yang memenuhi kaca jendela ini saja. Hujan terus saja turun, belakangan ini sepertinya cuaca sudah bisa di tebak, jika sore sudah turun hujan sangat kecil kemungkinan hujan tersebut akan reda, untung saja aku memaksakan pulang tadi jika tidak hujan tak reda dan aku pun akan pulang di waktu yang sangat larut. Esok hari aku harus lebih pintar membaca situasi cuaca agar aku tak sampai terjebak karena hujan,"ujar Komi sambil kembali saja menutup gorden yang ada di jendela kamarnya saat itu karena tidak ada apa-apa di belakang kaca tersebut. Tapi barusan Komi tak melihat sekelebat bayangan yang ada lewat di luar jendelanya yang sebenarnya sesuatu tersebut adalah sesosok makhluk tak kasat mata, tapi karena Komi tidak sadar akan hal tersebut Komi pun tak memikirkan dan bertanya apakah sosok tersebut hingga dirinya sekarang langsung saja kembali ke kasur nya mencoba kembali menutup matanya dan tidur karena sekarang waktu sudah lebih dar tengah malam dimana waktu istirahat Komi tentu saja sudah kembali menjadi terlambat, tapi meskipun begitu Komi tak sampai merasa menyesal karena saat itu meskipun Komi beristirahat lebih di dari tengah malam ( sedikit ) tapi Komi tidak melakukan hal yang sudah Komi lakukan sebelumnya yaitu beristirahat di waktu yang sangat terlambat bahkan Komi baru beristirahat di saat waktu sudah akan pagi. Dan sekarang hal yang membuat Komi tak menyesal dengan waktu istirahat nya yang masih terbilang terlambat karena lebih dari tengah malam adalah Komi yang bisa menepati janjinya yang tak akan terlalu keras bekerja dan bahkan Komi bisa menahan nafsunya untuk bekerja barusan meskipun tangan Komi sudah merasa gatal ingin bekerja melanjutkan kembali hasil karya Komi yang ada di buku spesialnya tersebut, yang sebenarnya buku spesial yang di miliki Komi bukanlah sebuah pekerjaan melainkan hanya sebuah karangan mengenai hari-hari Komi belakangan ini yang bisa di bilang memiliki sebuah daya tarik untuk Komi sendiri sehingga Komi sampai ingin menuliskan apa yang Komi alami beberapa hari kebelakang meskipun hanya untuk menjadi hasil karya untuk di baca oleh dirinya sendiri bukan untuk mendapatkan uang. Dan saat itu pun Komi langsung saja berbaring di kasur dan dengan mudah akhirnya Komi bisa tertidur beristirahat. Ke sekian harinya Komi terbangun di waktu yang masih cukup pagi dan itu pun karena ada seseorang yang mengetuk dan memanggil Komi, sehingga karena itulah Komi bisa terbangun. " Komi, kau sudah bangun nak? ibu sudah siapkan kau sarapan?"ujar seseorang yang sepertinya Buyi sambil mengetuk pintu. " Ya bu tunggu sebentar,"jawab Komi dengan nada lemas karena baru terbangun. Dan saat itu Komi pun perlahan bangun dari tempat tidurnya menghampiri pintu, membukanya agar Buyi bisa melihat jika Komi sudah bangun saat itu. " Ya bu aku sudah bangun, tapi aku tentu akan membersihkan diri ku dulu lalu aku akan menghampiri mu di dapur kemudian bu,"ujar Komi. " Ya Komi baik. Ibu sempat kembali merasa khawatir jika kau belum bisa bangun seperti kemarin karena kau yang mengaku jika tidur terlalu larut malam sehingga kau kelelahan dan tentu saja membuat mu sulit untuk bangun di pagi hari, tapi sekarang kau sudah bisa bangun meskipun terlihat masih sedikit kurang istirahat karena kau mungkin saja masih beristirahat di atas waktu tengah malam Komi, tapi tak apa-apa jikalau itu memang benar ibu tidak merasa kecewa dengan mu karena kau tidak melakukan hal kemarin sudah kau lakukan lagi. Baiklah Komi ibu tunggu kau di dapur, cepatlah sebelum makanan dingin,"ujar Buyi dan langsung mengatakan agar Komi secepatnya ke dapur untuk sarapan. " Haha ya bu, aku sudah berjanji kepada mu tentu saja aku tak akan sampai mengingatkan janji yang sudah aku katakan pada mu meskipun sebenarnya apa yang kau katakan benar bu, aku memang tidur di waktu lebih dari tengah malam ( sedikit ) tapi besok-besok aku akan terus memperbaiki pola beristirahat ku bu aku janji. Ya tentu bu, aku ke toilet sebentar,"ujar Komi menjawab. " Hem yasudah Komi tidak apa-apa. Ibu tunggu kau di dapur ya,"ujar Buyi sambil tersenyum menandakan jika Buyi percaya kepada Komi. Buyi pun saat itu langsung saja pergi meninggalkan Komi yang saat itu ke toilet untuk membersihkan dirinya sehingga dirinya sudah dalam keadaan segar dan bersih tentunya untuk bisa menyantap sarapan pagi yang sudah Buyi siapkan saat itu. Seperti apa yang di katakan Komi kepada Buyi, dia tak lama di toilet untuk membersihkan dirinya sehingga dengan cepat Komi pun mengganti pakaiannya dan bisa sampai di dapur tanpa harus membuat Buyi menunggu lama. " Baguslah ternyata kau tak bohong kau tak lama menghabiskan waktu di toilet sekarang duduklah Komi, dan ini makanlah yang banyak,"ujar Buyi sambil mengambilkan nasi untuk Komi lalu memberikannya. " Ya Bu terimakasih,"jawab Komi. Singkat cerita mereka pun sudah selesai untuk sarapan, seperti biasanya ketika mereka selesai makan tak ada satu orang pun yang meninggalkan meja sebelum ada yang ijin atau menyuruh untuk meninggalkan sebuah meja, hal ini sudah seperti tradisi dari keluarga Komi dimana mereka berdiam diri sejenak ketika sudah melakukan sarapan atau makan bersama untuk terlebih dahulu membicarakan sesuatu atau bisa saja berdoa bersama untuk keselamatan mereka dimana pun dan kapan pun, dan saat itu pun Komi dan Buyi tidak langsung saling meninggalkan meja makan, tapi yang di lakukan mereka saat itu adalah berbincang sambil memakan makanan penutup mereka. " Bagaimana hari mu bersama Frins kemarin nak? kalian bersenang-senang?"yang tanya Buyi. " Bersenang-senang? oh ya tentu bu kami bersenang-senang. Kemarin aku baru melihat ruangan tempat bekerja Frins bu, dan wow isinya luar biasa aku masuk ke dalam ruangan bekerja Frins yang begitu sangat bisa memanjakan mata memandang bu, ruangan bekerja Frins tidak termasuk ruangan tertutup karena selain tempat Frins bekerja yang ada di bagian balkon, ujung ruangan tempat Frins bekerja juga memiliki pemandangan yang luar biasa indah bu, aku begitu menikmati saat-saat seperti itu kemarin sampai pada akhirnya aku lupa waktu, yang pada akhirnya Frins menghampiri ku dan menawarkan aku untuk makan bersama kemarin, dia langsung memasakkan ku sesuatu untuk kita makan bersama karena waktu yang sudah akan menjelang sore. Entahlah bu aku begitu sangat terpesona ketika melihat pemandangan yang begitu bagus seperti yang ada di ruangan bekerja Frins saat itu, pemandangan di sana lebih bagus dari pemandangan yang sudah biasa aku lihat di kamar ku bu, di kamar ku saja aku sudah bisa sangat mendapatkan ketenangan dan kenyamanan tapi di ruangan tempat Frins bekerja lebih bisa membuat ku mereka tenang dan nyaman bu, aku sampai bicara jika lain waktu aku ingin merasakan bekerja di tempat Frins, karena begitu sangat bisa membuatku tenang dan nyaman,"ujar Komi tentu saja menjelaskan apa yang Komi rasakan di ruangan tempat bekerja Frins kemarin yang begitu sangat membuat Komi merasa nyaman dan tenang sehingga Komi ingin merasakan suasana ketika bekerja di sana seperti Frins. " Oh benarkah itu Komi? jika itu benar tentu saja kau lebih baik kembali menemui Frins dan meminta ijin kepadanya jika kau ingin merasakan bekerja di ruangan tempat Frins bekerja. Saat kau bicara seperti itu tentu saja Frins tidak sampai menolak apa yang kau inginkan kan Komi? dan tentunya dia pastinya malah akan mempersilahkan mu untuk datang jika ingin benar-benar merasakan bekerja di ruangan nya kan Komi?"ujar Buyi dengan pintar menebak apa yang Frins katakan kepada Komi kemarin. " Ah itu haha ya bu begitu pintar membaca pikiran ku tapi apa yang kau katakan itu memang benar bu, Frins langsung menjawab jika dia tentu saja mengijinkan ku untuk melakukan apa yang aku inginkan hanya, bahkan dia mengundang ku kembali untuk ke rumahnya,"jawab Komi kembali. " Itu sangat manis Komi, lalu kenapa kau tidak berangkat sekarang saja untuk ke rumah Frins dan tentu saja melakukan apa yang kau inginkan, lagi pula Frins sudah mengijinkan bahkan dia mengundang kau kembali untuk berkunjung ke rumahnya lah kan Komi? jika seperti itu apa yang kau tunggu, ayo Komi kunjungi kembali Frins,"ujar Buyi jadi langsung menyuruh Komi untuk kembali saja mengunjungi rumah Frins agar dirinya bisa melakukan apa yang ingin Komi lakukan. " Hahaha kenapa kau begitu bernafsu menyuruh ku mengunjungi Frins kembali bu, tentu saja aku tak bisa langsung kembali kembali mengunjungi rumah Frins, aku kan juga bilang jika lain kali aku akan mengunjunginya kembali bukan sekarang bu, dan tentu saja aku merasa sedikit malu jika harus mengunjunginya kembali hari masa setiap hari aku harus mengunjungi bu, tentu saja tidak seperti itu. Tapi nanti jika aku ada waktu dan memang ingin kembali menikmati suasana di sana aku akan coba mengunjunginya kembali bu,"ujar Komi. " Hem Komi, kau ini sudah dewasa dan tentu saja sudah cukup jika ibu meminta ku untuk menikah dan memberikan ibu cucu nak, dan sekarang ibu sudah beberapa kali kan mencoba untuk mendekatkan kalian, kalian mendengarkan ibu berkata seperti itu seperti bercanda tapi Komi dengan sangat sadar ibu katakan dan memanggil Frins dengan kata calon menantu ibu karena ibu memang serius sangat ingin jika Frins menjadi menantu ibu, ayolah Komi dekati dia ibu yakin jika kau serius kepadanya kau tak akan sampai mendapatkan penolakan dari Frins Komi,"ujar Buyi saat itu jadi membicarakan mengenai dirinya yang saat itu menginginkan seorang cucu, dan Frins lah yang akan menjadi menantunya. " Ah haha maaf bu, tapi sebenarnya aku belum memikirkan mengenai hal itu bu aku sedang mencoba fokus ke karir ku dulu bu, aku ingin menjadi seorang penulis yang berhasil dan bisa menghasilkan uang yang banyak agar kehidupan kita bisa lebih baik dan lebih baik lagi bu, jadi sekarang maaf bu aku tak bisa melakukan apa yang kau inginkan dulu. Lagi pula aku tentu saja sangat memikirkan mengenai perasaannya bu, bagaimana jika aku yang melakukan apa yang kau katakan tapi dia hanya menganggap ku seorang sahabat tanpa memiliki perasaan lebih tentu saja itu akan membuat ku merasa malu bahkan bisa saja hubungan kita jadi renggang bu,"ujar Komi menjawab dengan tujuan untuk mengalihkan perhatian Buyi saja tidak sedikit pun ada rasa jika Komi ingin mendekati Frins apa lagi menjadikan dirinya sebagai calon istrinya karena ada yang lebih menarik perhatian Komi saat itu.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD