Harapan

1509 Words
Sebenarnya saat itu mereka berbincang santai saja dan Komi pun senang karena membahas mengenai dirinya yang menemukan begitu tempat yang sangat nyaman untuknya bekerja hampir sama seperti kamar Komi yang selalu di jadikan untuk tempatnya bekerja karena bisa menjadikan Komi sebuah rasa nyaman yang dengan sangat mudah bisa membuat Komi mendapatkan sebuah inspirasi untuk menulis karya nya bahkan mungkin lebih baik, tapi seketika mood Buyi sepertinya berubah karena Komi seperti menolak harapan Buyi meskipun padahal penolakan yang Komi lakukan secara halus saat itu. " Tapi bu jika di pikir lagi tentu saja aku tertarik dengan Frins, kau tahu Bu ketika tadi aku di ajak makan sore dengannya aku di masakan makanan yang begitu sangat terasa enak bu, dan aku melihat dengan langsung bagaimana dia memasak bu, awalnya aku tak percaya jika makanan seenak itu adalah buatan dari Frins, tapi dari awal dia menyiapkan makanan aku melihatnya tentu saja aku tak memiliki alasan kenapa aku tak percaya jika makanan enak itu buatan Frins. Jika saja Frins mau dengan ku tentu saja aku akan sangat merasa beruntung dan sangat bersyukur karena aku bisa mendapatkan pendamping hidup yang begitu bisa memanjakan suami dengan masakan yang di buatnya hehe,"ujar Komi saat itu jadi memuji Frins karena masakannya yang luar biasa enak mencoba untuk mengalihkan pikiran Buyi yang saat itu terlihat kecewa karena mendengar jawaban Komi yang mengarah ke penolakan apa yang di harapkan Buyi. " Benarkah itu Komi? jika memang seperti itu tentu saja apa yang ibu bilang benar kau akan merasa bahagia jika kau sampai bisa mendapatkan hati Frins bahkan kau akan lebih baik jika bisa menjadikannya sebagai istri mu Komi,"ujar Buyi kembali menyarankan agar Komi bisa mendekati Frins apa lagi jika sampai bisa meluluhkan hatinya agar mau menjadi istri Komi. " Ya bu tentu saja apa yang aku katakan benar, untuk apa aku berbohong hehe. Baiklah suatu saat nanti aku akan kembali mengunjungi rumah Frins untuk merasakan apa yang ingin aku rasakan ketika berada di rumahnya, yaitu tentu saja menikmati suasana tenang dan nyaman bekerja di ruangan Frins,"ujar Komi. " Ya Komi ibu mendukung mu mengenai hal itu, dan jangan lupa coba untuk dekati dia Komi. Sekarang boleh saja jika dia tidak merasakan perasaan lebih kepada mu tapi ibu yakin jika kau berusaha mendekatinya perlahan hatinya akan luluh dan Frins pun sepertinya akan menerima dirimu untuk menjadi pendamping hidupnya Komi,"ujar Buyi kembali bicara mengenai Komi yang seharunya mencoba untuk mendekati Frins agar jika Frins bisa membuka hati untuk nya. " Haha ya bu, doakan saja semoga aku bisa melakukan apa yang kau katakan. Baiklah bu mungkin sekarang aku mungkin akan berolahraga pagi saja dulu bu, meskipun aku sudah mencoba untuk mengontrol kembali waktu istirahat ku tentu saja aku juga harus mengontrol kembali olahraga ku agar aku tidak sampai terserang penyakit dan tentunya aku akan bisa terus memiliki kondisi tubuh yang baik,"ujar Komi saat itu langsung saja pamit untuk berolahraga saja pada hari yang masih pagi itu, dengan tujuan sebenarnya yang ingin pergi dulu dari Buyi agar Buyi tidak bicara terus menerus mengenai Komi yang harus mencoba mendekati Frins. Sebenarnya saat itu Komi melakukan itu karena Komi tidak bisa menjawab lagi permintaan Buyi, meskipun dirinya berkata iya dan akan mencoba melakukan apa yang Buyi inginkan tapi dalam hatinya Komi tidak sampai ingin melakukan itu karena ada seseorang yang lebih menarik hatinya saat itu, Komi mencoba menghindar dari Buyi saat itu karena Komi tidak ingin terus bicara bohong kepada Buyi, sehingga tentu saja Komi memilih untuk menghindar saja dari Buyi dengan mengatakan jika Komi akan kembali berolahraga saja hari itu untuk terus menjaga kebugaran tubuhnya. " Ya sudah Komi, mumpung masih pagi dan cuaca belum terlalu panas lebih baik kau pergi sekarang jika ingin berolahraga Komi. Tapi tentu saja kau harus berhati-hati dalam kondisi apapun dan di mana pun Komi,"jawab Buyi langsung saja mengijinkan Komi berolahraga saat itu dan bahkan menyarankan agar Komi berolahraga saat itu juga di saat cuaca belum terlalu panas. " Ya sudah bu, aku mengganti baju dulu sekarang dan akan langsung pergi untuk berolahraga,"ujar Komi sambil berjalan ke arah kamarnya. Sementara Komi ke kamarnya untuk mengganti pakaian karena akan berolahraga, Buyi pun tentu saja juga beranjak dari tempatnya saat itu ke kamarnya. " Maaf bu aku harus melakukan ini mencoba menghindar dari mu karena kau yang membicarakan terus-menerus mengenai aku yang harus mendekati Frins, aku tak ingin menyewakan mu tapi bu sejujurnya aku tak bisa menolak apa yang kau inginkan, tapi untuk sekarang aku juga belum bisa menuruti apa yang kau inginkan karena aku yang sebenarnya merasa jika ada wanita lain yang menarik perhatian ku. Aku lebih tertarik mendekati wanita yang pernah aku lihat jadi maaf aku belum bisa menuruti keinginan mu yang berharap agar aku mendekati Frins,"ujar Komi saat itu dalam hatinya mengungkapkan apa yang Komi sedang rasakan saat itu. Dan saat itu Komi langsung saja mengganti pakaiannya, dengan pakaian untuk berolahraga lalu dengan cepat Komi pun langsung saja pergi keluar rumah dengan tujuannya yang tentu saja ingin pergi berolahraga. Saat itu Komi tidak melihat Buyi ada di ruang tengah sehingga tanpa mencoba untuk kembali pamit kepada nya Komi pun langsung saja pergi untuk berolahraga, Komi tak pamit lagi karena tadi Komi sudah terlebih dahulu pamit sehingga karena sekarang Komi tak melihat Buyi sedang ada di ruang tengah tentu saja langsung pergi. Rute Komi berolahraga saat itu tentu saja sama dengan rute yang biasa Komi lewati ketika berolahraga dengan Frins, karena saat itu Komi merasa jika olahraga yang di lakukannya hanya sebagai pengalihan suasana saja agar Buyi tidak terus saja bicara mengenai Frins Komi pun mencoba untuk melewati jalan pintas yang sepertinya bisa di lalui nya agar bisa memangkas waktu tempat jarak olahraga yang di lakukan nya saat itu. Sebenarnya Komi tidak tahu mengenai jalan pintas tersebut, yang Komi lakukan hanya mencoba-coba saja tapi Komi sampai mengira jika jalan tersebut adalah jalan pintas karena jalan tersebut yang memang banyak pemotor yang lewati dan selain itu jalan tersebut juga cukup besar sehingga Komi menganggap jika jalan tersebut memang bisa dijadikan Komi jalan pintas meskipun jalan tersebut memang tidak cukup untuk mobil yang bisa saja jika jalan tersebut akan berakhir buntu dan hanya sampai di tengah pemukiman yang ada di sana, tapi meskipun begitu Komi tidak berpikir untuk kembali berjalan ke jalan yang biasa dia lewati bersama Frins dan terus saja melewati tersebut. " Semoga saja ini memang benar jalan yang bisa aku lewati untuk bisa memangkas jarak berlari ku, dengan seperti itu aku bisa sampai di rumah dengan tidak terlalu lama memakan waktu dan yang terpenting aku tidak terlalu jauh berlari sehingga tidak membuat ku terlalu kelelahan. Tapi jika memang jalan ini buntu pun aku tak merasa menyesal, yang aku lakukan tinggal kembali saja lagi dan jalan utama tadi lalu pulang saja lagi,"ujar Komi saat itu membicarakan mengenai dirinya yang memiliki sebuah rencana jika jalan tersebut memang berakhir buntu. Beberapa saat kemudian Komi yang berlari melewati jalan tersebut memang tidak merasa aneh karena yang di lihatnya saat itu pemukiman tersebut hanya sebatas pemukiman biasa, yang sepertinya memang memiliki akses jalan yang membuat jarak berlari Komi bisa terpangkas tapi ketika Komi sudah berlari cukup jauh dan memakan waktu yang cukup lama Komi pun merasa sedikit aneh dan risih karena ketika Komi melihat ke beberapa arah di mana sedang ada beberapa orang yang berdiam diri di sebuah warung atau hanya nongkrong di sebuah gubuk kecil, Komi melihat mereka yang saat itu melihat ke arah Komi dengan tatapan yang cukup membuat Komi risih karena tatapannya yang seperti sedang memperhatikan Komi bahkan ada juga tatapan yang cukup sinis kepada Komi, tapi meskipun begitu saat itu Komi sadar jika dirinya adalah orang yang baru datang ke tempat tersebut yang tentu saja dirinya tak aneh dengan tatapan orang-orang tersebut yang tentu saja merasa bertanya-tanya mengenai Komi yang baru lewat di pemukiman tersebut, sehingga yang di lakukan Komi saat itu hanya terus saja berlari tentu saja dengan sikap Komi yang merendah mencoba menghormati penuh mereka yang menjadi tuan rumah di pemukiman tersebut meskipun sebenarnya Komi merasa risih karena tatapan dari orang-orang yang ada di sana. Sampai pada akhirnya Komi pun melihat jalan yang cukup besar di depannya tapi sebelum sampai di jalan tersebut ada beberapa benda seperti gabah, bahkan seperti makan ternak ( sapi ) yang bertumpuk di sana sehingga menghalangi jalan menuju ke jalan tersebut. " Kenapa pakan ini dibiarkan ada di sini sehingga menghalangi akses jalan ke jalan yang cukup besar itu dan sepertinya itu adalah jalan raya, apa mereka sengaja? ( Komi berdiam diri berpikir ). Lebih baik aku tak berpikir sesuatu yang buruk dulu karena ini semua tentu saja belum jelas, bisa saja seluruh makanan sapi ini baru di kirim oleh seseorang yang memakai mobil, karena jumlahnya yang banyak bahkan sampai cukup menggunung seperti ini jadi mereka hanya bisa perlahan mengambil semua pakan ini. Lagi pula ada jalan kecil di sana yang sepertinya bisa aku pakai untuk melewati pakan sapi yang menggunung ini, lebih baik aku secepatnya pergi saja dulu,"ujar Komi berpikir positif saat dan langsung saja mencoba untuk melewati pakan sapi tersebut agar dirinya bisa kembali melanjutkan olahraga nya, dan melihat apakah jalan tersebut adalah jalan yang Komi kenal atau bukan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD