Ketika Komi mencoba melewati pakan sapi tersebut tentu saja usahanya tidak harus terhambat hingga akhirnya Komi pun bisa melewati pakan sapi tersebut dan tentu saja jadi bisa melihat dengan jelas jalan raya yang ada di hadapannya. Ketika Komi melihat jalan tersebut Komi terdiam karena Komi merasa jika jalan raya tersebut seperti jalan yang pernah Komi lalui sampai Komi pun langsung saja merasa penasaran dengan jalan tersebut sehingga ingin melihatnya dengan lebih jelas, dengan cepat Komi pun langsung saja kembali berlari melanjutkan dirinya yang berolahraga dan tentu saja mencoba melihat dengan lebih jelas ke jalan tersebut.
" Pantas saja aku merasa tidak asing dengan jalan yang aku lihat ini dari jauh karena jalan ini memang jalan yang selalu aku lewati bersama dengan Frins ketika aku berolahraga lari, hanya saja ketika aku berolahraga lari bersama Frins aku tidak melewati jalan pintas ini, tapi karena aku sudah melihatnya sekarang tentu saja semuanya sudah jelas lain waktu jika Frins mengajak ku berolahraga lari sepertinya jalan pintas ini bisa aku gunakan agar jarak berlari ku tak terlalu jauh. Tapi jika aku lihat di depan sana adalah jalan sepi bersama dengan beberapa rumah yang seperti tak berpenghuni itu, sudahlah sepertinya aku lebih baik secepatnya pergi dari sini agar bisa lekas kembali ke rumah aku rasa aku sudah cukup lelah. Aku ingin secepatnya beristirahat,"ujar Komi saat itu sambil langsung saja kembali berlari melihat kawasan yang sepi dengan rumah-rumah yang seperti tak berpenghuni berniat secepatnya melewati kawasan itu.
Karena saat itu kawasan tersebut yang memang sudah tak berjarak jauh dari rumah Komi tentu saja Komi pun bisa dengan cepat sampai di rumah nya sehingga yang di lakukannya saat itu tentu saja beristirahat, seperti biasa karena keadaan Komi yang lelah sampai berkeringat cukup banyak Komi pun berdiam diri sejenak di bawah pohon yang terletak di pekarangan rumahnya saat itu, tentu saja Komi melakukan itu bertujuan untuk mendapatkan udara segar sehingga keringat yang membasahi tubuhnya bisa seketika hilang dan tubuh Komi pun bisa kembali meras segar, lalu jika sudah seperti itu tentu saja Komi akan langsung saja masuk ke dalam kamar untuk membersihkan dirinya. Tapi ketika Komi berdiam diri seperti yang sudah Komi alami ketika beristirahat bersama Frins beberapa hari yang lalu, yaitu Buyi datang bahkan Buyi datang dengan sudah membawa gelas dan minum yang langsung saja Buyi simpan di dekat Komi.
" Ini Komi minumlah tumben kau kembali lebih cepat dari biasanya, kemana berolahraga barusan Komi?"tanya Buyi.
" Oh bu terima kasih, kau seharusnya tak usah repot membawakan ku minum karena aku juga sebentar lagi akan masuk bu. Tapi apakah itu benar bu? haha aku berolahraga lari ke rute yang sudah biasa aku lewati bersama Frins bu, mungkin karena aku sudah sering melewati rute tersebut aku jadi tidak merasakan jauhnya rute tersebut sehingga sekarang aku jadi sudah bisa kembali lagi bu hehe. Ngomong-ngomong kenapa kau bisa tahu jika aku sudah pulang bu, sampai kau kemari dengan membawa minuman ini,"jawab Komi, lalu balik bertanya.
" Ohaha ya sepertinya itu masuk akal Komi, kau sudah biasa melewati jalur tersebut sehingga kau bisa tidak sadar jika sebenarnya kau melewati jalur tersebut dengan waktu yang jadi lebih singkat Komi, dan sepetinya kau juga berlari dengan lebih kencang Komi sehingga kau bisa sampai kembali di sini dengan waktu yang lebih cepat dari biasanya. Tentu saja ibu tahu, karena meskipun kau tak langsung masuk ibu kebetulan sedang berada di ruangan depan dan tentu saja tanpa kau bicara pun ibu bisa melihat mu yang sudah kembali, jadi tentu saja ibu inisiatif membawakan minuman untuk anak ibu ini,"jawab Buyi.
" Ya sepertinya itu juga masuk akal bu hehe. Terima kasih bu kau sangat baik dan perhatian tidak seperti orang tua Frins,"ujar Komi.
" Apa Komi? tidak seperti orang tua Frins? maksud mu?"tanya Buyi sedikit kaget.
" Oh tidak bu tak apa-apa aku barusan hanya bicara kau orang tua yang baik karena begitu perhatian kepada ku anak mu bu hehe,"jawab Komi sedikit kaget juga.
" Tidak Komi, kau tidak hanya bicara seperti itu, ibu mendengar jika kau bicara hal lain selain itu, dan ibu mendengar dengan cukup jelas jika kau bicara nama Frins, ada apa ini? ayo lebih baik kau ceritakan lah Komi. Ibu memaksa, jika kau masih mencoba mengalihkan pertanyaan ibu dan belum juga jujur menjawab ibu tidak akan meninggalkan tempat ini Komi,"ujar Buyi saat itu bicara dengan nada ancaman.
" Oh bu baiklah aku tak bisa berbohong lagi jika sudah seperti ini, aku memang bicara hal lain tapi aku akan bicarakan ini asalkan kau tidak kembali membicarakan semuanya kepada Frins bu,"ujar Komi memohon.
" Setuju Komi, jadi apa isi pembicaraan mu tadi,"tanya kembali Buyi.
" Ya baiklah bu sepertinya kau memang akan sensitif jika mendengar cerita mengenai Frins bu sehingga sepertinya aku tak akan bisa berbohong dan menyembunyikan sesuatu kepada mu, jadi sekarang aku akan ceritakan saja semuanya lagi pula kau sudah setuju jika kau tak akan menceritakan ini kembali kepada Frins kan bu. Baiklah yang ingin aku katakan sekarang adalah mengenai Frins yang kemarin begitu sangat terlihat sedih menceritakan mengenai keadaan keluarganya bu, batin Frins merasa sangat tertekan karena keluarganya yang belakangan ini begitu sangat tidak memperhatikan Frins bu dan awal mereka acuh kepada Frins yaitu ketika Frins mulai dekat dengan ku, karena aku yang merasa bersalah takutnya keluarga Frins jadi kurang perhatian karena aku yang bisa di bilang sering membawa Frins bermain keluar rumah aku pun meminta maaf dan turut merasa bersalah, aku merasa bersalah karena aku berpikir jika orang tua Frins jadi kurang memperhatikan Frins karena mereka yang sedikit merasa tak nyaman dengan keberadaan ku yang beberapa kali membawa Frins untuk pergi dari rumah meskipun hanya untuk jalan, tapi ketika aku bicara hal seperti itu Frins langsung bicara jika aku tak perlu merasa bersalah apa lagi sampai merasa jika perhatian keluarganya berkurang karena ulah dirinya. Frins bicara seperti itu karena Frins ingat jika ketika pekerjaan orang tua Frins meningkat, dan hal tersebut tentu saja membuat orang tua Frins jadi sibuk bahkan sangat sibuk, perlahan perhatian orang tua Frins pun terasa tidak seperti biasanya sampai pada akhirnya Frins tidak pernah kembali merasakan perhatian orang tuanya, bahkan Frins sampai bicara jika perhatian ibu adalah sebuah kekuatan untuknya sekarang bu, ibu dan aku sekarang menjadi kekuatan dan orang yang bisa memberikan perhatian kepadanya melebihi orang tuanya sendiri bu. Mungkin ini cukup bu kasihan jika sampai aku terus membicarakannya, intinya adalah Frins sebenarnya begitu sangat kekurangan perhatian karena pekerjaan orang tuanya yang begitu sangat membuat mereka sibuk bahkan sampai tak bisa memberikan Frins perhatian yang sepantasnya,"ujar Komi menceritakan saja apa yang dirinya dan Frins katakan tadi ketika mereka menghabiskan waktu bersama.
" Kasihan dia Komi, kenapa orang tua mereka begitu tega kepada Frins padahal ibu lihat Frins adalah anak yang baik, ini benar-benar menunjukan jika apa yang ibu katakan benar Komi, Frins tentu saja membutuhkan kita karena orang tua Frins yang kurang bisa memberikan perhatian kepada nya. Ibu harap kau bisa mengerti dengan keadaan nya Komi ibu tak ingin jika sampai Frins merasa kesepian, merasa jika dirinya tidak memiliki seseorang yang bisa memperhatikannya, jangan sampai dia benar-benar kehilangan arah karena keluarganya yang mungkin saja saat ini tidak bisa memperhatikannya karena memang sedang sibuk bekerja saja. Kau harus menguatkannya dan membuat Frins berpikir positif Komi, bisa saja orang tua nya sedang memang memiliki pekerjaan yang menumpuk sehingga tanpa sengaja orang tuanya tidak memperhatikan Frins,"ujar Buyi prihatin dengan keadaan Frins yang saat itu begitu kurang mendapatkan perhatian dari orang tuanya yang tentu saja membuat Frins merasa kesepian, lalu tentu saja Buyi memberikan saran agar Komi memberikan semangat untuk Frins.
" Bukan hanya kau yang prihatin dan merasa kasihan kepadanya bu, aku yang mengenalnya sudah sangat lama dan tentu saja memiliki status sahabat tidak hanya diam saja mendengarkan hal tersebut, tanpa di suruh pun tentu saja aku langsung mencoba menyemangati Frins dan apa yang kau katakan barusan tentu saja sudah aku sampaikan kepada Frins bu, aku menyemangati dan juga mencoba untuk membuatnya berpikir positif dan bicara jika lebih baik dia percaya jika suatu saat orang tua Frins akan kembali memiliki waktu dan sadar sehingga mereka akan memberikan Frins perhatian yang layak kepada anaknya. Kau tenang saja bu aku anak mu tentu saja kebaikan yang kau miliki juga aku miliki sehingga tanpa harus di suruh pun aku sudah memberikan simpati dan semangat kepada Frins bu,"ujar Komi menjawab jika tanpa di suruh pun Komi sudah melakukan apa yang Buyi sarankan saat itu.
" Kau anak yang baik Komi, terima kasih karena kau sudah menggantikan ibu mengatakan rasa simpati ini kepada Frins, ibu harap Frins bisa bertahan menghadapi cobaan ini sampai orang tua Frins bisa kembali sadar jika anaknya kekurangan perhatian. Lalu bagaimana keadaan Frins sekarang Komi? apa ketika kau meninggalkannya dia sudah bisa tersenyum dan tidak sampai menangis kan?"ujar Buyi bertanya lagi.
" Sama-sama bu. Aku baik? berarti kau lebih bu, karena kebaikan seorang anak tentu saja turun-temurun dari orang tuanya hehe. Kau tenang saja bu ketika aku berbincang dengannya aku yang memberikan semangat dan simpati tentu saja membuatnya bisa sejenak melupakan luka yang terasa di hatinya hingga pada akhirnya tentu saja Frins bisa kembali tersenyum dan bercanda dengan ku,"ujar Komi menjawab jika Frins tentu saja sudah dalam keadaan baik dan bahkan bisa tersenyum ketika Komi meninggalkannya.
" Bagus Komi, semoga kau bisa terus bersimpati kepadanya agar dia tidak merasa kesepian apa lagi kehilangan semangat karena dirinya yang tidak bisa mendapatkan perhatian sama sekali dari orang tuanya,"ujar Buyi.