Komi yang sudah menjawab pertanyaan Frins mengenai kawasan yang sebenarnya sedang dirinya sembunyikan dari Frins karena kawasan tersebut yang tidak begitu bersahabat, sudah merasa cemas dan bingung memikirkan apa yang seharusnya Komi katakan lagi kepada Frins jika sampai Frins terus saja bertanya lagi mengenai tempat tersebut sehingga yang dilakukan Komi sekarang adalah tentu saja mencoba mengalihkan perhatian Frins dengan cara mengajaknya untuk kembali pergi dari tempat tersebut karena kebetulan hujan sudah mulai reda, sehingga Komi pun berkesempatan untuk tidak menjawab kembali pertanyaan Frins yang sepertinya akan bertanya lagi mengenai sebuah jalan kawasan yang sedang Komi sembunyikan dari Frins saat itu.
" Tapi Komi seperti nya keputusan ku sudah bulat meskipun kau berkata jika kawasan tersebut memang hanya di kelilingi oleh hutan dan hanya di manfaatkan peternak untuk mencari makan ternak nya tapi aku merasa ingin melihat, dan tertarik menelusuri tempat tersebut jadi sekarang aku harap kau mau,"
" Frins lihat sepertinya hujan sudah reda lebih baik kita langsung kembali melanjutkan perjalanan agar bisa secepatnya sampai di rumah dan beristirahat, aku takut cuaca akan malah kembali buruk karena matahari tidak kembali bersinar meskipun hujan sudah mulai reda. Ayo Frins, kau tak ingin terus berteduh di sini kan,"ujar Komi memotong pembicaraan Frins yang saat itu benar saja kembali bicara mengenai dirinya yang tertarik untuk menelusuri kawasan tersebut, bahkan Frins sepertinya akan meminta Komi untuk menemani dirinya yang ingin menelusuri tempat tersebut. Sehingga yang di lakukan Komi saat itu tentu saja langsung memotong pembicaraan Frins dengan langsung saja mengajak nya untuk kembali meneruskan olahraga mereka agar secepat mungkin bisa sampai di rumah.
" O-oh ya Komi aku sepertinya seperti itu. Tunggu aku Komi,"ujar Frins saat itu langsung saja menjawab sambil dirinya yang pergi mengikuti Komi yang saat itu sudah mulai berlari kembali.
" Sepertinya aku berhasil kembali mengalihkan perhatian Frins, tapi sepertinya Frins sudah sangat kekeh mengenai dirinya yang sangat ingin mengetahui tempat tersebut bahkan sepertinya Frins sudah sangat penasaran dengan apa yang ada di kawasan tersebut, aku jadi bingung dengan apa yang harus aku katakan pada Frins lagi, bagaimana cara yang harus aku lakukan lagi untuk bisa mengalihkan perhatian Frins agar bisa lupa mengenai kawasan tersebut. ( Komi terdiam berpikir ) sepertinya yang harus aku lakukan setelah ini hanya harus me jaga jarak dengan Frins, agar Frins tidak memiliki banyak waktu untuk berbincang dengan ku dengan seperti itu tentu saja Frins tidak akan memiliki waktu luang yang bisa dia gunakan untuk menanyakan hal tersebut dengan ku,"ujar Komi dalam hatinya begitu sangat memikirkan apa yang harus dirinya lakukan agar bisa mengalihkan perhatian Frins.
Dan mereka pun saat itu tentu saja sama-sama langsung melanjutkan lari mereka agar bisa secepatnya sampai di rumah, dan tentu saja jika sudah sampai di rumah mereka langsung bisa beristirahat dengan tenang meskipun hujan yang lebat kembali turun. Hingga beberapa saat yang tak terlalu lama kemudian Frins dan Komi pun sudah bisa sampai di rumahnya, melewati jarak yang sebenarnya sudah tidak terlalu cepat lagi saat itu.
" Frins sepertinya diluar akan kembali hujan, dan jika tidak hujan pun sepertinya pekarangan rumah basah jadi sekarang aku akan langsung masuk ke rumah saja mengeringkan keringat ku lalu membersihkan diriku. Bagaimana dengan mu?"ujar Komi.
" Kembali turun hujan katamu? tapi aku tidak melihat awan gelap yang kembali akan menurunkan hujan di sini Komi? ayolah, kita lebih baik berdiam diri saja di sini dulu seperti biasanya Komi, meskipun pekarangan rumah sedikit basah tapi aku kira sekejap lagi matahari akan bersinar dan tentu saja akan mengeringkan pekarangan rumah mu yang basah ini Komi,"ujar Frins merayu Komi agar dirinya mau berdiam diri sejenak untuk melepas penatnya sebelum dirinya masuk ke dalam dan membersihkan diri.
" Aku tahu apa maksud ku Frins, kau ingin aku berada di sini karena kau yang kembali berniat untuk membicarakan mengenai tempat yang membuat mu penasaran kan Frins? maaf aku tidak bisa menjawab apa yang kau tanyakan lagi mengenai itu, karena aku begitu sangat berpikir untuk menyembunyikan mengenai tempat ini pada mu, di karenakan tempat tersebut sepertinya tidak akan menjadi tempat yang baik untuk orang asing seperti kita, aku kembali merasa sangat khawatir jika kau sampai mengetahui kebenaran mengenai tempat tersebut, dan pada akhirnya ingin menelusuri tempat itu, bukan cara mu menelusuri tempat tersebut tapi yang aku khawatirkan adalah mengenai keselamatan mu ketika orang-orang di pedesaan tersebut kembali melihat orang asing di sana meskipun hanya sebatas untuk lewat. Aku mungkin tidak apa-apa meskipun mendapatkan perlakuan yang begitu tidak enak dari mereka tapi yang aku khawatirkan mereka seperti itu memang karena sedang ada sesuatu yang sedang mereka lindungi sehingga ketika mereka melihat orang asing lagi mereka akan kembali memperlakukan kami orang asing dengan tidak baik, bahkan yang aku sangat khawatirkan adalah mereka merasa terancam dan mencoba melakukan hal yang buruk kepada kami,"ujar Komi saat itu bicara dalam hatinya mengenai tujuannya yang begitu menyembunyikan tempat tersebut dari mata Frins karena dirinya yang begitu sangat takut akan terjadi hal buruk jika sampai Frins datang ke tempat tersebut yang begitu sangat tidak ramah untuk orang asing.
" Komi? kau kembali melamun tanpa menghiraukan apa yang aku katakan, sebenarnya apa yang sedang ada di dalam pikiran mu? apa kau,"
" Maaf Frins aku sudah tidak tahan, aku masuk duluan,"ujar Komi berlari masuk ke dalam rumah saat itu, dengan memegang kemaluannya seperti menahan kencing.
" Oh Komi, komi dasar kau ini seperti anak kecil, ternyata karena hal itu dari tadi kau diam saja, dan bahkan mungkin karena hal ini lah ketika hujan baru saja reda kau langsung mengajak ku untuk kembali berlari agar secepatnya sampai di rumah,"ujar Frins berpikir positif saja mengatakan jika Komi berlagak sedikit aneh dari tadi ketika mereka masih berteduh di kawasan sepi tersebut.
" Sepertinya kau tidak merasa curiga dengan alasan yang aku lakukan ini Frins. Maaf aku benar-benar tidak ingin kau tahu mengenai tempat tersebut dulu karena aku merasa sangat khawatir akan ada sesuatu hal buruk yang terjadi pada ku Frins, aku akan mencoba untuk menghindar dari pertanyaan mu sekarang ini sampai aku benar-benar sudah tahu mengenai tempat tersebut baik atau tidak untuk kau telusuri Frins. Sekali lagi maafkan aku, aku berharap kau bisa sabar menunggu,"ujar Komi saat itu sambil melihat keluar, diam-diam memperhatikan Frins yang terlihat tidak merasa curiga terhadap Komi yang sebenarnya sedang menghindar dari pertanyaan yang bisa saja kembali di layangkannya mengenai tempat yang membuatnya penasaran tadi.
" Komi kau sudah kembali? tapi kenapa kau hanya seorang diri, kemana Frins?"ujar Buyi langsung bertanya seperti itu.
" O-oh bu kau mengagetkan ku saja. Frins masih diluar bu dia bilang dia ingin mengeringkan dulu keringat di tubuhnya jadi aku lihat dia masih saja ada di depan,"jawab Komi.
" Oh ya ibu melihatnya dia ada di sana. Tapi kenapa kau tidak melakukan hal yang sama dengan Frins sekarang, seperti yang sudah-sudah Komi? apa ada masalah Komi?"ujar Buyi kembali bertanya.
" Ya bu ada sedikit masalah,"jawab Komi dengan sedikit menunduk.
" Apa itu Komi, dan kenapa kau bisa sampai harus memiliki masalah dengan Frins?"tanya kembali Buyi dengan sedikit cemas.
" Ya masalahnya, masalahnya, masalahnya adalah,"ujar Komi berulang-ulang berlagak bingung harus bicara apa.
" Masalahnya apa Komi?"tanya Buyi kembali dengan cemas sampai memegang kedua bahu Komi saat itu.
Dan ketika Buyi memegang bahu Komi sambil bertanya dengan nada cemas saat itu, Komi pun perlahan menurunkan tangan Buyi dan mulai akan bicara.
" Masalahnya adalah ( Komi bicara dengan nada pelan dan sedikit merasa sedih ). Masalahnya aku harus ke kamar mandi karena aku sudah tak bisa menahannya lagi bu hehehe,"dengan keras Komi tiba-tiba bicara seperti itu sambil langsung saja berjalan cepat ke toilet.
" Dasar Komi, kau ini membuat ibu cemas saja,"ujar Buyi dalam hati sambil berjalan ke luar rumah.
Dan saat itu yang Buyi lakukan tentu saja menghampiri Frins yang masih ada di pekarangan rumahnya, terlihat sedang berdiam diri saja menikmati suasana indah dengan angin sepoi-sepoi dan matahari yang tidak terlalu terik perlahan kembali menyinarinya.
" Frins kau masih ingin diluar?"tanya Buyi.
" Oh bu kau datang. Ya sepertinya aku masih ingin berada di sini untuk merasakan suasana yang indah ini, aku akan masuk ketika keringat di tubuh ku sudah kering dan tubuh ku sudah merasa enak kembali bu,"ujar Frins.
" Ya Frins ibu mengerti dengan apa yang kau maksud kan. Ibu melihat Komi di dalam seperti orang yang sedang merasa khawatir terhadap sesuatu, dan ibu tanya tapi dasar Komi dia malah menjawab sambil mengerjai ibu. Dia begitu sangat membuat ibu yakin jika dia sedang memiliki sedikit masalah karena dia bicara dengan pelan seperti bicara sambil merasakan beban pikiran, ya seperti orang yang memang sedang memiliki masalah dan dia pun perlahan bicara sampai berulang ulang ' masalahnya, masalahnya, masalahnya ' sampai ibu merasa cemas jika Komi memiliki sedikit masalah atau salah paham dengan mu, sampai ibu kembali bertanya lagi kepada Komi, apa masalah yang dia hadapi, eh di malah menjawab cengengesan ' masalahnya dia harus ke toilet karena sudah tidak tahan lagi '. Dasar Komi, ibu sudah merasa sangat cemas tapi ujungnya dia ternyata malah mengerjai ibu hahaha, tapi ibu merasa lega karena kalian tidak memiliki masalah atau pun sebuah salah paham, kan Frins?"ujar Komi menceritakan sebuah lelucon yang Komi buat Buyi merasa cemas barusan.
" Hahaha dasar kurang ajar Komi bisa-bisa nya dia mengerjai ibu, awas akan aku buat pelajaran nanti. Kau tenang saja bu tidak ke salah pahaman yang terjadi antara aku dan Komi, apa lagi sebuah masalah. Tidak bu, tidak ada,"jawab Frins, dengan bercanda.
" Hahaha ya dasar Komi berani sekali dia mengerjai ibu haha,"ujar Buyi.
Dan saat itu pun mereka saling tertawa karena bisa-bisa Komi memberikan lelucon seperti ini kepada Buyi, dan Buyi juga bisa-bisa nya percaya dengan lelucon yang Komi buat saat itu.