Komi yang saat itu sebenarnya merasa sedikit kecewa karena hujan turun begitu cepat sebelum mereka bisa kembali pulang ke rumahnya sedikit bersyukur karena hujan yang tiba-tiba terjadi, Komi bisa bebas dari pertanyaan Frins yang saat itu sudah begitu sangat Komi duga akan kembali mengarah ke tempat yang Komi sedang rahasiakan dari Frins dengan Komi yang saat itu langsung saja mengajak Frins pergi berlari dari hujan yang saat itu sudah turun dan mulai membasahi tubuh mereka.
" Komi aku tidak yakin jika kita akan bisa tetap dalam keadaan kering jika kita memaksakan berlari sampai ke rumah langsung. Lebih baik kita ( Komi terdiam ),"
" Lebih baik kita berteduh saja di salah satu rumah yang terlihat itu kan Komi? ayo cepat Komi kita langsung pergi ke rumah itu saja dulu aku yakin meskipun rumah tersebut sedang berpenghuni mereka tidak akan mengusir kita yang sedang ikut berteduh. Jadi sekarang ayo Komi kita berteduh di rumah itu saja,"ujar Frins memotong pembicaraan Komi yang saat itu seketika terhenti dan malah melamun, berkata untuk berteduh saja dulu ketika melihat salah satu rumah di kawasan sepi tersebut yang sudah dekat.
" Tapi Frins,"
" Tidak ada kata tapi Komi, hujan semakin deras kita harus secepatnya bisa berteduh dari hujan ini, cepat Komi,"ujar Frins kembali memotong perkataan Komi sambil berlari dengan lebih cepat ke salah satu rumah yang ada di kawasan sepi tersebut.
Karena Frins sudah sampai di rumah tersebut dan langsung saja berteduh Komi pun tentu saja tidak melakukan hal lain, dan dengan cepat Komi pun langsung menghampiri Frins yang sudah ada di salah satu rumah tersebut tentu saja untuk berteduh.
" Frins apa tidak ada,"
" Suut Komi, kau tidak sopan bicara keras di rumah orang lain yang sedang kita tempati meskipun hanya untuk ikut berteduh. Permisi, pak atau bu kami ikut berteduh di sini,"ujar Frins menyuruh Komi menutup mulut lalu langsung saja bicara meminta izin kepada pemilik rumah yang saat itu di tempatnya untuk berteduh meskipun tak tahu apakah pemilik rumah sedang ada di dalam atau tidak.
" Frins apakah gila, mereka tidak terlihat sedang ada dan jika ada pun sepertinya meminta izin kepada mereka bukan hal yang tepat Frins, kau tak ingat siapa yang akan berada di sini ketika mereka datang seperti kemarin? bagaimana jika salah satu dari mereka memang pemilik rumah ini, tentu saja kita akan dalam masalah Frins,"ujar Komi saat itu bicara mengenai hal kejadian kemarin dimana beberapa orang yang dianggap berandalan berada di sekitar rumah ini.
" Ayolah Komi hentikan pikiran buruk mu sekarang kau lihat sekeliling mu ini dan lihat barusan aku sudah meminta izin kepada pemilik rumah ini, tidak ada seorang pun di dalam sana Komi dan jika ada pun sepertinya pemilik rumah yang ada di sini bukan salah satu dari berandalan tersebut, jika salah satu berandalan tersebut memang pemilik dari rumah ini aku pikir ketika kita datang kemari tadi kita sudah akan melihat kembali beberapa kendaraan yang terparkir di kawasan rumah ini seperti kemarin malam kan Komi? tapi sekarang lihatlah betapa kosong nya sekeliling rumah ini, tidak ada satu pun kendaraan yang terparkir di sini. Itu tentu saja dengan sangat jelas menunjukan jika sekarang sedang tidak ada orang atau pun orang-orang berandalan kemarin di sini Komi, ayolah kau terlalu takut Komi, tapi yang sekarang harus kau tahu adalah kau tidak usah terlalu takut karena sepertinya rumah ini bukanlah milik salah satu orang yang kita anggap berandalan tersebut,"ujar Frins mencoba menenangkan Komi yang saat itu cukup merasa cemas karena mengira jika salah satu orang yang dianggap berandalan kemarin adalah pemilik rumah tersebut.
" Aku tak mengerti dengan apa yang kau pikirkan Frins, tidak ada sedikit pun rasa takut yang kau rasakan atau mungkin sedikit rasa khawatir mengenai apa yang sudah kita lihat kemarin,"ujar Komi.
" Tidak Komi, bukan aku tak khawatir kejadian yang buruk akan menimpa kita tapi kenyataannya sekarang jika orang-orang yang kita anggap berandalan ada kembali di sini aku pikir kita akan bisa melihat mereka dengan kendaraan mereka yang tentu saja akan memenuhi pekarangan rumah ini tapi ketika kita berada cukup jauh dari rumah ini tidak terlihat satu pun kendaraan yang artinya tidak ada orang atau berandalan lagi yang sedang berada di sini Komi. Bukan aku tak khawatir atau takut tapi Komi tidak ada apa-apa di sini, tidak ada hal yang harus kita takuti sekarang ini,"jawab Frins kembali meyakinkan Frins saat itu jika di tempat tersebut tidak ada hal yang harus mereka cemaskan.
" Mungkin saat ini kau benar, tapi Frins aku benar-benar merasa jika ada yang tidak beres entah apa itu, tapi karena sepertinya apa yang kau katakan barusan benar mungkin aku bisa sedikit lebih tenang dan menuruti saja perkataan mu. Tapi aku harap lain kali jika kita terjebak di situasi seperti ini, kau lebih baik memutuskan sesuatu yang lebih bisa membuat ku setuju dari pada harus berteduh di rumah ini Frins,"ujar Komi.
" Ya sudah Komi, tenang saja kau sedikit berlebih dalam menanggapi hal ini Komi, tenang lah tidak ada hal yang berbahaya di sini. Setelah hujan reda kita akan langsung pergi Komi,"ujar Frins terus saja mencoba menenangkan perasaan Komi yang masih merasa sedikit khawatir meskipun saat itu mereka sudah jelas di sedang dalam keadaan bahaya justru dengan berteduh di sana mereka bisa berlindung dari guys dan hujan sehingga merasa aman.
" Ya Frins,"jawab Komi.
Beberapa saat kemudian hujan pun belum kunjung reda sehingga membuat Frins dan Komi tentu saja merasa bad mood, sudah beberapa saat mereka menunggu hujan reda tanpa melakukan apapun dan Komi pun hanya berdiam diri tanpa bicara apa-apa karena dirinya yang bingung harus berbasa-basi apa kepada Frins sampai saat itu tiba-tiba Frins lah yang justru bertanya kepada Komi sehingga seketika Frins merubah suasana hening yang mereka rasakan saat itu.
" Komi aku ingin bertanya padamu mengenai jalan yang sempat aku lihat tadi,"ujar Frins.
" Sial Frins mulai bertanya lagi, dan pertanyaannya kembali mengenai hal yang tidak ingin aku jawab karena berpikir lebih baik Frins tidak tahu mengenai tempat tersebut. Oh Frins kenapa kau harus kembali ingat mengenai tempat itu,"ujar Komi.
" Komi kau mendengarkan ku? hey aku bicara pada mu. Hujan masih turun cukup deras jika kita memaksakan berlari untuk pulang kita akan tetap pulang dengan basah kuyup, aku tidak ingin itu terjadi karena aku sadar jika baju yang aku bawa terbatas, jadi aku harap kau bisa mengerti dan menjawab saja dulu pertanyaan ku sambil menunggu hujan benar-benar reda. Tau kan mungkin sedang mencari sebuah alasan mengenai tempat yang aku tanyakan tadi? aku mendengar dengan sangat jelas suara motor yang berbunyi dari arah belakang pakan ternak yang sebenarnya memang terletak cukup jauh dari tempat kita berdiri, tapi karena suara motor yang ada di sana begitu keras aku jadi bisa dengan jelas mendengarkannya, sebenarnya tempat apa itu Komi? dan oh aku ingat Komi, jalan tersebut sepertinya adalah tembusan dari jalan pintas di awal yang aku katakan tadi kan Komi? dimana aku melihat gapura, dan sepertinya itu adalah jalan yang akan membawa kita kemari Komi dengan kata lain jalan tersebut memang adalah sebuah jalan pintas yang bisa kita gunakan dan ujung dari jalan pintas tersebut adalah jalan yang aku lihat meskipun di penuhi dengan rumput dari pakan ternak seseorang. Seperti itu kan?"ujar Frins langsung saja mengatakan mengenai jalan pintas lagi.
" Oh haha maaf Frins udara diluar sini dingin aku jadi malah bengong, mengenai itu ayolah Frins bagaimana mungkin ada orang yang sengaja untuk menutupi jalan yang biasa di lewati oleh pakan ternak seperti itu, dan aku lihat tadi pakan ternak yang kau lihat itu banyak sekali kan Frins? apa kau melihat ada sebuah jalan meskipun hanya jalan kecil untuk motor lewat? itu berarti bisa saja suara motor yang kau dengar itu dari arah lain bukan dari belakang tempat tersebut Frins. Tenang saja tak usah terlalu menyangkut pautkan tempat tersebut dengan sebuah kawasan yang selalu kau sebut jalan pintas Frins, seperti apa yang aku bilang tadi jika tempat tersebut bisa saja adalah sebuah tempat yang hanya berisikan hutan bukan sebuah jalan umum yang banyak orang gunakan hanya untuk mengambil rumput pakan ternak mereka, tapi aku tak tahu dari mana jalur mereka masuk ke tempat tersebut jika memang motor tersebut berada di belakang rumput yang menumpuk menghalangi jalan tersebut. Tapi Frins pikiran ku begitu sangat yakin merasa jika jalan yang di tutupi oleh banyaknya rumput tersebut bukan sebuah jalan pintas dan aku pun tak tahu jalan mana yang bisa membawa kita ke tempat tersebut. Sudahlah tak usah terus menerus mengatakan mengenai sebuah jalan pintas Frins jangan terlalu terobsesi dengan sebuah jalan yang kita tidak tahu kebenarannya,"ujar Komi terus saja mencoba untuk mengalihkan perhatian Frins yang saat itu tak henti-hentinya mengaitkan sebuah jalan yang di tutupi oleh banyaknya pakan ternak ke sebuah jalan pintas yang Frins lihat.
" Oh bisa seperti itu kah? ( Frins terdiam ). Y-ya baiklah Komi aku tidak berpikir jauh ke sana tapi sebenarnya mungkin hal itu bisa saja hal yang sebenarnya terjadi. Entahlah apa yang terjadi pada pikiran ku Komi, tapi aku begitu sangat merasa ada yang aneh sehingga aku ingin menelusuri tempat tersebut, dan jika aku harus jujur aku ingin sekali melewati jalan yang memiliki gapura tersebut, aku tertarik untuk melihat dan menelusuri jalan tersebut meskipun kau bilang mungkin saja jalan tersebut hanya menuju ke sebuah hutan, tapi aku tetap ingin menelusurinya mungkin akan terlihat indah jika kita menelusuri sebuah hutan tanpa akan merasa kepanasan karena ketika kita berjalan di sana kita di kelilingi oleh rindangnya pohon besar yang tentu saja akan melindungi kita dari terik matahari kan Komi?"ujar Frins jadi merasa kekeh ingin menelusuri tempat tersebut meskipun Komi sudah bilang jika tempat tersebut mungkin saja hanya jalan yang menuju ke hutan yang di manfaatkan oleh banyaknya peternak untuk mengambil rumput saja.
Saat itu Komi sudah merasa bingung menjawab pertanyaan Frins yang pada akhirnya malah merasa kekeh ingin menelusuri tempat jalan tersebut, sehingga ketika Frins akan kembali bertanya Komi pun langsung saja berencana mengalihkan perhatian Frins saja dengan mengajaknya kembali berlari karena hujan yang sudah kembali reda.