Saat Komi menanyakan mengenai hal tersebut kepada Buyi dengan dirinya yang cukup membuat Buyi terpojok Komi begitu sangat tahu dan mengerti jika apa yang di katakan Buyi adalah hal yang tidak benar, Buyi menjawab pertanyaan Komi dengan berbohong dan sepertinya Buyi menyembunyikan sesuatu dari Komi.
" Maaf bu tapi aku begitu yakin jika kau memang sepertinya menyembunyikan sesuatu dari ku, kau menjawab pertanyaan ku dengan kebohongan. Aku memang tak tahu kau akan bicarakan apa yang kau sembunyi kan atau tidak tapi jikalau pun kau tak menceritakannya aku akan mencarinya sendiri, entah apa yang membuat ku seperti ini tapi perasaan dan pikiran ku mengatakan jika aku sebaiknya mencari tahu mengenai hal ini, maaf bu jika kau memang tak bisa menceritakan apa yang sebenarnya terjadi di kawasan tersebut, aku akan mencoba untuk mencarinya sendiri. Bukan membuang waktu ku sia-sia tapi meskipun aku melakukan ini aku akan mengaitkannya dengan pekerjaan ku, berharap pencarian ku mengenai kawasan tersebut ini bisa memberikan ku sebuah inspirasi yang bisa aku tulis ke dalam karya ku,"ujar Komi saat itu bertekad untuk mencari apa yang Komi ingin tahu, sambil berpikir positif dengan mengalihkannya ke pekerjaan nya.
Sampai karena Buyi pun sudah pergi meninggalkan Komi dengan sebenarnya sikap Buyi yang tidak biasa, Komi pun tentu saja tidak sampai memaksa agar Buyi bisa bicarakan hal yang Komi ingin tahu hingga pada akhirnya Komi pun berdiri dan pergi menuju ke kamar nya.
Buyi sadar jika dirinya sudah membohongi Komi saat itu sehingga Buyi sebenarnya merasa sedikit bersalah dengan kebohongan yang sudah di lakukannya saat itu tapi Buyi melakukan semua ini karena Buyi memiliki sesuatu yang sebenarnya begitu sangat tidak ingin Komi ketahui karena Buyi yang sebenarnya memiliki sebuah pengalaman buruk yang terjadi di kawasan tersebut yang sampai harus menyeret suaminya yaitu ayah Komi. Sebenarnya saat itu Buyi merasa begitu sangat khawatir bertahun-tahun Komi melewati kawasan tersebut tidak pernah sampai sekalipun menanyakan atau peduli ke tempat tersebut tapi dengan tiba-tiba ini adalah pertama kalinya Komi menanyakan mengenai kawasan tersebut yang tentu saja membuat Buyi jadi merasa cemas dan takut jika Komi malah terjerumus ke kawasan tersebut yang membuat Komi harus mengalami masalah.
" Maafkan ibu Komi tapi ibu begitu sangat terpaksa membohongi mu, aku yang berbohong seperti ini tak bisa sampai membiarkan mu harus masuk ke dalam kawasan yang bisa saja membuat mu dalam masalah, dan yang paling aku takutkan adalah jika kau masuk ke dalam kawasan tersebut dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi disana yang tentu saja bisa membuat mu tahu mengenai kejadian beberapa tahun silam yang menyeret ayah mu Komi, ibu tak ingin kau mengetahui masalah ini. Ibu harap kau tidak mencoba untuk mencari tahu apa yang sebenarnya ada di dalam sana Komi,"ujar Buyi dalam hatinya meminta maaf kepada Komi karena dirinya yang harus berbohong meskipun kebohongan yang di lakukannya untuk kebaikan.
Dan saat itu pun Buyi yang sudah ada di kamarnya langsung saja mencoba untuk beristirahat, begitu pun dengan Komi yang saat itu juga sudah ada di kamarnya, tapi yang di lakukan Komi saat itu tentu saja berbeda dengan Buyi, Buyi yang saat itu langsung beristirahat tentu saja berbeda dengan Komi yang tentu saja sudah berencana untuk kembali melanjutkan pekerjaannya.
" Aku tak bisa fokus bekerja jika terus merasa seperti ini, ini pertama kali aku datang dan melihat secara langsung kawasan tersebut tapi aku begitu langsung mendapatkan respon yang sangat tidak baik dari penduduk di kawasan tersebut ada apa sebenernya? apa penduduk di kawasan tersebut memang seperti itu? begitu sangat sinis, dan terlihat sangat tak menyukai orang asing yang meskipun tujuan aku yang sebagai orang asing ini hanya lewat saja, bukan bermaksud untuk melakukan sesuatu apa lagi mencuri. Pantas saja kawasan tersebut beberapa tahun aku melewati dan melihatnya begitu sangat sepi tak ada banyak orang yang mai melewati kawasan tersebut karena penduduknya saja begitu sangat sinis seperti itu. Lebih baik aku menangkan dulu pikiran dan batinku jangan terus-terusan memikirkan mengenai kawasan tersebut Komi, ini sudah cukup malam dan kau masih memiliki pekerjaan yang harus kau selesaikan sebelum larut malam agar waktu beristirahat mu bisa cukup kembali Komi. Ayo tenanglah,"ujar Komi sedikit merasa kesal dengan apa yang di alaminya ketika melewati kawasan tersebut, tapi langsung ke coba untuk menenangkan hati dan pikirannya karena Komi yang saat itu ingat jika dirinya begitu sangat di kejar waktu agar bisa secepatnya menyelesaikan pekerjaannya.
Dan saat itu pun Komi tentu saja berdiam diri sejenak memandang sebuah lukisan yang sempat dirinya perlihatkan kepada Frins beberapa hari lalu, lukisan itu memang indah terlihat begitu indah karena bisa terus dia lihat dan pemandangannya yang seperti terlihat selalu ada di hadapannya karena memang Komi bisa melihat pemandangan yang seperti itu dari kamarnya dengan membuka jendelanya, meskipun pemandangan yang bisa di saksikan nya tersebut tidak sama persis seindah dengan yang ada di dalam lukisan, tapi Komi tak memikirkan hal tersebut karena pemandangan yang bisa Komi lihat dari jendelanya begitu sangat bisa membuatnya tenang dan nyaman bahkan memberikannya sebuah inspirasi, yang bisa di tulisnya menjadi sebuah karya yang tentu saja bisa menghasilkan uang.
Sehingga karena hati Komi yang tergugah melihat lukisan tersebut Komi pun langsung saja ingat dengan pemandangan yang dirinya bisa saksikan dengan hanya membuka jendela kamarnya saat itu, dan tentu saja dengan cepat Komi pun langsung saja membuka gorden jendela kamarnya mencoba untuk melihat pemandangan yang begitu sangat bisa membuat dirinya nyaman dan tenang. Ketika Komi membuka gorden jendela kamarnya dengan ada sesuatu yang membuat Komi kaget saat itu, karena beberapa berkas cahaya yang saat itu begitu sangat jelas bisa Komi lihat beterbangan di jendela luar nya tersebut hingga membuat Komi sedikit kaget dengan beberapa benda tersebut, tapi setelah Komi bisa melihat dengan jelas cahaya terbang yang ada di hadapannya tersebut hanya seekor hewan Komi pun jadi malah merasa senang dan ingin menangkap cahaya tersebut, sehingga dengan cepat tentu saja Komi langsung membuka jendela kamarnya agar bisa mengambil hewan yang bercahaya itu, untung saja malam itu angin tak bertiup terlalu kencang seperti malam sebelumnya meskipun hujan masih saja sama mengguyur kawasan rumahnya saat itu, sehingga Komi pun bisa membuka dan menangkap hewan tersebut.
Tapi Komi yang sebenarnya mencoba untuk menangkap hewan tersebut sepertinya tak usah susah-susah menangkap, karena hewan tersebut ( kunang-kunang ) yang saat itu langsung hinggap di tangan Komi, melihat hal tersebut Komi pun merasa jika Komi mendapatkan ketenangan dengan melihat sesuatu yang dia sukai, sehingga Komi yang mencoba untuk menenangkan pikiran dan hatinya pun langsung saja bisa benar-benar tenang dan pada akhirnya semangat Komi untuk bekerja pun langsung dia dapatkan kembali malam itu.
" Kau pasti kedinginan kan kawan, jadi kenapa kau tidak diam saja di dalam sini dan melihat ku yang akan bekerja atau mungkin kau bisa tidur saja di gorden jendela ku ini,"ujar Komi bicara kepada kunang-kunang tersebut, sambil dirinya yang melepaskan kunang-kunang tersebut ke gordennya.
Dan setelah kunang-kunang yang Komi lepaskan di gorden nya Komi pun langsung saja menutup kembali jendela kamarnya, tapi tidak dengan gordennya karena Komi yang membutuhkan pemandangan di luar rumahnya yang cukup indah yang kembali akan menemani waktu bekerja Komi agar bisa lebih mendapatkan inspirasi.
" Seperti biasa entah apa yang aku pikirkan tapi semua suasana yang ada di sini sekarang begitu sangat aku butuhkan dan senangi, baiklah Komi kita mulai bekerja,"ujar Komi dalam hatinya sambil tersenyum.
Dan saat itu pun Komi langsung saja kembali bekerja di membuat karya tulis agar dirinya bisa mendapatkan uang, jam pertama sudah di lewati Komi saat itu dengan fokus bekerja hingga akhirnya Komi pun bisa merasa cukup bekerja karena sudah menghabiskan waktu yang cukup panjang yaitu 2 jam sehingga yang di lakukan Komi saat itu langsung saja menutup buku, dan laptop bekerja nya menandakan jika malam ini Komi sudah cukup bekerja. Saat itu Komi melihat ke arah gorden kamar yang tadinya di simpan kunang-kunang, yang saat itu masih terlihat ada di gorden jendela kamar Komi.
" Kau begitu terlihat tenang yah, tapi sekarang hanya kau satu-satunya yang tersisa entah kemana teman-teman mu yang lain, tapi tidak apa-apa mungkin mereka tak merasa nyaman seperti kau, sekarang kau teruslah tidur sepertinya aku juga akan tidur beristirahat karena malam ini sudah cukup larut, dan pekerjaan yang aku lakukan sepertinya sudah cukup,"ujar Komi bicara kembali kepada kunang-kunang tersebut saat itu.
Komi pun beranjak dari kursi bekerjanya saat itu dan langsung saja membaringkan tubuhnya di tempat tidur langsung mencoba untuk beristirahat tidur. Tapi tiba-tiba Komi melihat ke arah jam dinding yang saat itu menunjukan jika waktu belum terlalu larut malam, sampai dengan sangat cepat tiba-tiba Komi kembali lagi bangkit dari tempat tidurnya saat itu dan langsung saja menghampiri lemari yang ada dan membuka laci dimana buku spesial yang Komi miliki ada di sana, entah apa yang di pikirkan lagi Komi saat itu minat jam yang belum terlalu larut begitu sangat membuat Komi semangat untuk kembali bangkit dari tempatnya tidur dan langsung saja mengambil buku spesialnya saat itu, dan tentu saja membuka lalu membacanya.
" Maaf bu aku ingat dengan janji yang aku katakan pada mu, aku tak akan sampai tidur terlalu malam apa lagi sampai terlewat larut tapi karena sekarang masih belum larut apa lagi sangat larut sepertinya aku bisa menghabiskan waktu ku untuk membaca buku spesial yang aku miliki ini tenang saja bu hanya membaca bukan untuk kembali melanjutkan bekerja,"ujar Komi saat itu ketika sudah membawa dan membaca buku spesial tersebut sambil berbaring di kasur.