Saat itu secara tidak langsung pertanyaan Buyi menjadi sebuah basa-basi terlebih dahulu hingga akhirnya Komi pun bisa langsung saja menanyakan mengenai sebuah pemukiman yang saat itu begitu sangat menyita perhatian Komi karena penduduk di dalam pemukiman tersebut yang terasa begitu sangat menjaga jarak dengan Komi, entah karena Komi adalah orang asing atau karena mereka takut ada sesuatu yang di lakukan Komi sebagai orang asing tersebut terhadap sesuatu yang ada di pemukiman tersebut yang begitu sangat mereka lindungi saat itu, hingga jika memang ada sesuatu yang mereka sangat lindungi di pemukiman tersebut tentu saja Komi tidak aneh dengan respon penghuni pemukiman yang begitu sangat dingin kepada Komi yang tentu saja adalah orang asing di pemukiman tersebut.
Tapi ketika Komi menanyakan mengenai pemukiman tersebut saat itu Buyi tidak langsung menjawab, Buyi yang saat itu sedang membereskan peralatan makan yang sudah kita gunakan barusan cukup lama berdiam diri seperti orang yang sedang berpikir, sehingga hal tersebut tentu saja membuat Komi merasa jika ada hal yang aneh dengan Buyi saat itu, tapi pikiran Komi tak langsung yakin jika ada sesuatu yang aneh dengan Buyi karena dirinya yang tidak langsung menjawab pertanyaan Komi saat itu, sehingga Komi pun mencoba untuk memanggil Buyi saja mencoba bertanya kembali.
" Bu maaf apa kau bisa dengar apa yang aku tanyakan barusan?"tanya Komi kembali.
" O-oh maaf Komi ibu malah melamun barusan sampai ibu jadi tak bisa fokus mendengarkan jika yang kau katakan adalah pekerjaan Komi, ketika ibu masih suka ikut bekerja dengan tetangga ibu dan melewati ke jalan tersebut ibu tak begitu tertarik untuk mengunjungi tempat tersebut Komi, karena pertama ibu lihat jalan tersebut dan ibu memang masuk ke dalam sana ibu tidak menemukan ada sesuatu yang aneh apa lagi menarik Komi karena di jalan sana tidak ada sesuatu yang bagus dan seperti biasa kita lewati sebelumnya jalan tersebut hanya di penuhi dengan pepohonan dan sebuah padang rumput yang sudah cukup lama sepertinya tidak di huni apa lagi di jadikan perkebunan, pokoknya yang ibu pernah lihat di jalan tersebut hanya di penuhi dan di keliling oleh Padang rumput dan pepohonan biasa saja Komi, itu pun ibu pernah ke sana tapi tidak sampai ke ujung dari jalan tersebut karena ibu berpikir untuk apa ibu lewat ke jalan tersebut sepertinya itu hanya akan membuang waktu ibu saja, kebetulan dulu ibu ke jalan tersebut dengan kedua teman ibu yang sama-sama sedang mencari rumput untuk makanan ternak bos kami. Dan akhirnya ya kami tidak terus melihat ke menelusuri jalan tersebut karena kami berpikir sepertinya itu hanya akan membuang waktu kami yang tentu saja tak akan baik jika sampai bos kami memergoki kami ketika menghampiri tempat yang tidak penting tentu, jadi maaf Komi ibu hanya bisa menjawab pertanyaan mu seperti itu karena ibu pun tak tahu apa yang ada di ujung dari jalan tersebut,"ujar Buyi menjawab pertanyaan Komi tapi dengan berbohong.
Saat itu Komi merasa jika apa yang di katakan Buyi tidak benar, tapi untuk lebih mengetahui mengenai tempat tersebut saat itu Komi tak langsung berpikir jika Buyi berbohong hingga akhirnya Komi pun kembali bertanya dimana tujuannya adalah mencoba mencari lebih jauh apakah Buyi berbohong atau memang jalan tersebut memang seperti itu, tapi tentu saja di beberapa tahun kebelakang ketika Buyi masih bekerja menjadi pencari rumput dengan tetangganya di dekat tempat tersebut, karena sekarang tentu saja tempat tersebut sudah berbeda dan Komi sudah tahu mengenai situasi di kawasan tersebut yang berbeda jauh dari apa yang di katakan Buyi barusan.
" Kau bilang mencari rumput bu? tapi jika mencari rumput dan kawasan tersebut adalah padang yang tentu saja menyimpan banyak rumput yang kau butuhkan tentu saja bos mu tak akan sampai menganggap mu salah karena datang ke tempat yang di penuhi dengan rumput seperti itu bu, jika situasinya seperti itu tentu saja justru jika kau terus berada di sana dan memotong rumput bos mu akan senang karena pekerjaan mu bisa di selesaikan dengan cepat kan bu?"ujar Komi kembali bertanya kepada Buyi dengan pertanyaan yang sepertinya memojokkan Buyi saat itu.
" O-oh itu Komi? sebenarnya bukan karena ibu menghampiri tempat tersebut yang akan menjadi masalah tapi ( Buyi berhenti bicara seperti mencari sebuah pengalihan topik ) tapi yang menjadi masalah untuk ibu adalah meskipun rumput banyak di sana tentu saja ibu tidak akan bisa langsung begitu saja memotong rumput tersebut Komi, karena itu bukan padang rumput yang bebas di potong atau di tinggali begitu saja, tentu saja padang rumput tersebut ada pemiliknya jadi meskipun di sana memang begitu sangat banyak rumput ibu tidak bisa seenaknya saja mengambil.rumpit tersebut, dan seperti yang ibu katakan tadi yang menjadi masalahnya sekarang tentu saja bos kami tidak ingin jika sampai ada sesuatu yang buruk kepada kami karena seenaknya memotong rumput tersebut. Jika kami memotong dan mengambil rumput tersebut pas ketika kebetulan pemilik dari padang rumput tersebut ada di sana tentu saja itu akan menjadi masalah bagi kami, bisa saja pemilik padang tersebut tak terima jika rumput yang tumbuh di padang nya di potong dan diambil begitu saja, kita bisa di bilang mencuri hak orang lain lalu ujungnya tentu saja kita bisa diminta ganti rugi karena sudah mencuri di padang rumput tersebut yang bisa berakibat fatal, bahkan kemungkinan terburuk nya kita bisa saja di penjara. Itulah alasan sebenarnya kenapa ibu tidak terus menelusuri tempat tersebut Komi,"ujar Buyi kembali menjawab pertanyaan Komi meskipun saat itu Komi teihat sangat jelas melihat jika Buyi seperti ragu dan mencari topik terlebih dahulu sebelum menjawab perkataan Komi.
" Oh jadi seperti itu bu, pantas saja usaha dari mantan bos ibu tersebut bisa kamu seperti sekarang ini ya bu, semua ini bisa dia capai karena kejujurannya dalam berbisnis dan tak ingin merugikan pihak lain, aku salut kepadanya bu. Tapi jika bisa di ingat berapa tahun kebelakang bu kejadian itu terjadi? ibu pasti ingat mengenai itu kan bu. Dan oh ya satu hal lagi yang ingin aku katakan bu, jalan tersebut memang terlihat sepi beberapa kali aku melewati jalan tersebut tapi jarang sekali aku melihat ada orang yang masuk melintas ke jalan tersebut, tapi mendengar apa yang kau katakan pantas saja jalan tersebut sepi karena tak ada apa-apa di jalan itu meskipun sebenarnya aku melihat ada sebuah gapura yang sepertinya bertuliskan ucapan selamat datang jauh di jalan itu bu, tapi namanya juga aku berada jauh dari tempat tersebut tentu saja aku tidak yakin apakah itu memang gapura ucapan selamat datang atau entah benda apa itu bu. Tapi menurut mu yang sempat melintasi jalan tersebut meskipun tak terlalu jauh, kau tak melihatnya bu?"ujar Komi bicara kembali lalu terus saja melayangkan pertanyaan kepada Buyi mengenai kawasan tersebut.
" Ya Komi, memang mungkin ada beberapa orang yang melewati jalan tersebut mungkin hanya untuk mengambil rumput atau hal lain yang tentu saja ibu tidak tahu tujuan asli mereka Komi, dan sepertinya ibu tidak akan peduli juga kan Komi mengenai hal itu? tapi jika untuk waktunya entahlah Komi ibu sedikit lupa, ibu lupa kapan tepatnya pernah datang ke tempat tersebut itupun hanya sebentar, pertama dan untuk terakhir kalinya Komi entah 3 atau 4 tahun yang lalu, ya sekitar itulah Komi. Hah kau melihat itu? apa kau yakin Komi? gapura ucapan selamat datang? kau bercanda Komi, tak mungkin ada benda seperti itu, namanya gapura selamat datang tentu saja itu bertujuan untuk menyambut orang karena akan melewati sebuah pemukiman atau mungkin sebuah desa kecil, tapi Komi kau lebih baik tak usah memikirkan hal itu karena tentu saja itu tak penting kan Komi? dan mengenai sesuatu yang kau sebut seperti gapura ucapan selamat datang itu, sepertinya itu mustahil Komi meskipun kau melihat sesuatu seperti itu, tapi nyatanya sesuatu tersebut bukan hal yang kau pikirkan Komi, kau hanya melihatnya dari jauh kan? ibu yang pernah menelusurinya saja tidak melihat ada sesuatu yang mirip gapura di sana apa lagi kau yang melihatnya dari jarak yang cukup jauh, tidak Komi kau mungkin salah lihat bisa saja mungkin salah seorang pemilik dari padang rumput di sana memasang sebuah penghalang agar tak ada yang memasuki kawasan kebun atau padang nya, karena kau melihatnya dari jauh benda tersebut terlihat seperti gapura ucapan selamat datang, Tidak Komi, ibu yakin jika apa yang kau lihat salah. Komi maaf ibu sepetinya harus ke kamar sekarang, entah kenapa ibu merasa sedikit lelah dan sepertinya ingin segera beristirahat, kau juga lebih baik beristirahat Komi jika kau masih harus bekerja seperti apa yang kau katakan tadi, kau sudah mendapatkan sebuah inspirasi untuk kau jadikan karya kan jadi kau bisa tinggal tulis saja lalu tentu saja bisa secepatnya beristirahat Komi,"ujar Buyi saat itu tiba-tiba langsung saja bicara seperti itu dengan dirinya yang melangkah meninggalkan Komi yang masih duduk berada di meja makan.
" Tapi bu,"perkataan Komi terhenti karena melihat Buyi yang saat itu sudah menjauh dan pergi dari dapur.
Komi pun saat itu hanya kembali terduduk di kursi, sedikit memikirkan mengenai jawaban Buyi yang saat itu sepertinya tidak benar-benar menjawab dengan benar, atau bisa di bilang Buyi berbohong saat itu.
" Maaf Komi ibu tidak bisa menjawab semua yang kau tanyakan kepada mu dengan jujur, karena jujur saja ibu belum bisa ikhlas dan mirisnya ibu masih merasa sangat terpukul dengan kejadian yang sampai menyeret ayah mu ke dalam permasalahan tersebut. Maaf Komi, ibu harap kau tak sampai mencaritahu apa lagi sampai sudah mencoba menelusuri jalan tersebut Komi,"ujar Buyi dalam hati sambil melihat Komi diam-diam saat itu di dekat pintu keluar ruang makan, mengelus dadanya merasa menyesal karena harus membohongi Komi.