Pertanyaan Pertama Yang Sesungguhnya

1659 Words
Karena saat itu keadaan Komi masih terasa sedikit pusing di tambah Komi melihat cuaca yang saat itu tidak enak dilihat, apa lagi di rasakan tentu saja Komi langsung saja membaringkan dirinya kembali mencoba untuk tidur saja lagi. " Tapi kenapa ibu tidak membangunkan ku untuk makan malam ya? apa ibu juga merasa cuaca yang sekarang terjadi begitu buruk hingga ibu juga malah tertidur,"ujar Komi saat itu dengan keadaan nya yang belum sepenuhnya sadar. Karena Komi yang saat itu memang masih merasa lelah dan mengantuk Komi pun tanpa melakukan hal lain langsung saja kembali memejamkan matanya agar bisa tidur saja lagi, tapi waktu terasa begitu cepat berjalan saat itu sehingga tak terasa jika saat itu Komi langsung saja di panggil oleh Buyi. " Komi, bangun nak. Ini sudah waktunya makan malam,"ujar Buyi sambil mengetuk pintu kamar Frins saat itu. " Aku baru saja bicarakan ibu, dan sekarang dia memanggil ku, memang suara kebetulan ( dalam hati Komi ). Ya bu aku bangun, sebentar,"ujar Komi dengan dirinya yang masih saja setengah tak sadar. Perlahan Komi pun langsung saja bangun membuka matanya. " Wow sepertinya ini sudah cukup larut malam, tapi lebih baik aku hampiri ibu saja dulu untuk makan malam seperti yang dia bilang di waktu yang sebenarnya sudah cukup larut ini"ujar Komi sambil mencoba bangkit berdiri. Saat itu tentu saja karena Komi terlebih dahulu pergi ke toilet dulu sebelum menghampiri Buyi, karena dirinya yang baru saja bangun tidur untuk membersihkan dulu dirinya tentu saja, dan dengan cepat setelah sudah selesai membersihkan dirinya Komi pun tentu saja langsung pergi menghampiri Buyi yang berkata ada di dapur menyiapkan makanan untuk mereka makan malam. " Hai bu sebenarnya seharusnya kau tak perlu menyiapkan makanan di waktu yang sudah larut ini bu, aku jadi tak enak jika harus selalu merepotkan mu terus bu. Aku kira kau ketiduran tadi karena waktu sepertinya sudah cukup larut tapi kau malah membangunkan ku untuk makan malam, tapi terima kasih bu,"ujar Komi saat itu ketika sudah ada di dapur langsung saja bicara jika sebenarnya Buyi tak usah repot menyiapkan makan malam di waktu yang Komi rasa ini sudah cukup larut. " Tak apa-apa Komi kau tak usah merasa merepotkan ibu karena tentu saja ini sudah kewajiban ibu, justru tentu saja ibu yang harusnya berterima kasih kepada ku karena kau tentu saja ibu bisa memasak dan menyiapkan makanan ini semua tanpa kau tentu saja ibu tak bisa melakukannya karena kau yang bekerja dan menghasilkan uang Komi. Dan apa yang kau maksud dengan larut malam Komi?"ujar Buyi langsung saja menjawab, lalu bertanya aneh dengan Komi yang bicara jika sekarang sudah larut malam. " Ya bu terima kasih. Ya sekarang bu, sekarang sudah larut malam kan? tadi aku lihat keluar dari jendela kamar ku jika cuaca begitu gelap dan seperti biasa di Sergai dengan hujan, bahkan angin yang cukup besar bu, tentu saja itu membuat ku berpikir jika ini sudah larut malam,"ujar Komi menceritakan apa yang di lihatnya saat itu. " Oh Komi, aku pikir kau mengigau karena menganggap ini sudah larut, memang cuaca di sini sekarang begitu sangat gelap Komi, tapi kau hanya melihat cuaca kan? kau belum melihat jam? mungkin semua akan terjawab jika kau melihat jam dinding yang ada di sana sekarang,"ujar Buyi bicara sambil menunjuk ke arah jam dinding yang ada di ruangan tersebut. Dan Komi pun tentu saja langsung melihat ke arah jam dinding yang ada di ruangan tersebut, sampai akhirnya Komi pun tentu saja merasa sedikit kaget karena Komi melihat waktu yang sebenarnya belum terlalu larut malam dan bahkan masih terbilang siang, karena waktu menunjukan baru jam 06.30 hanya saja Buyi bicara jika cuaca di sana memang buruk sehingga tentu saja terlihat begitu gelap. " Oh sial hahaha ternyata aku tertipu oleh cuaca bu, dasar. Mungkin tadi aku melihat ke luar jendela karena keadaan ku yang masih kurang sadar bu di tambah aku melihat cuaca diluar yang turun hujan yang sangat lebat disertai angin, dan kenyataannya diluar memang sangat gelap kan bu, jadi aku mengira jika ini sudah larut malam tapi kenyataannya ternyata sekarang waktu belum seperti apa yang aku kira hehe,"ujar Komi sedikit malu karena Komi sudah salah melihat jam yang sebenarnya sekarang masih terbilang siang, hanya saja cuaca begitu gelap disertai hujan dan angin yang sangat deras sehingga membuat cuaca terlihat sangat gelap seperti sudah sangat larut. " Dasar kau Komi, yasudah sekarang lebih baik kau makan dulu Komi. Ini makanlah,"ujar Buyi seperti biasa mengambilkan Komi makanan untuk di makannya saat itu. " Ya bu terima kasih,"jawab Frins sambil mengambil makanan yang di berikan Buyi saat itu. Dan mereka pun tentu saja langsung makan malam saat itu. " Sebaiknya aku biarkan saja dulu ibu fokus untuk makan, aku memang memiliki sebuah pertanyaan yang bisa di bilang cukup penting karena aku yang sangat ingin tahu mengenai apa yang sebenarnya terjadi atau mungkin ada di pemukiman yang sempat aku lewati tadi, aku begitu penasaran berharap jika ibu bisa tahu mengenai pemukiman tersebut meskipun sedikit. Aku hanya ingin tahu kenapa orang-orang di pemukiman tersebut terlihat begitu sangat waspada jika ada aku orang yang pertama kali atau bisa di bilang sangat asing melewati pemukiman tersebut, dan apakah mungkin jika di pemukiman tersebut tersimpan sesuatu yang begitu sangat penting yang mereka jaga sehingga jika melihat orang asing yang lewat ke pemukiman tersebut mereka langsung menunjukan respon yang terlihat begitu sangat tidak suka kepada orang tersebut yaitu aku? aku sangat penasaran mengenal hal itu. Aku akan mencoba bertanya kepada ibu setelah ini,"ujar Komi saat itu bicara dalam hatinya berencana untuk menanyakan sesuatu yang begitu sangat membuatnya penasaran. Singkat cerita saat itu Komi sudah selesai makan malam dan tentu saja Komi langsung berencana untuk membicarakan apa yang menjadi rasa penasaran dalam dirinya saat itu, hingga akhirnya Komi pun mencoba untuk bicara. " Komi bagaimana pekerjaan mu? oh ya kau begitu nyenyak beristirahat tadi kan?"ujar Buyi mendahului Komi bertanya saat itu. " Oh itu aku rasa pekerjaan ku ya seperti biasa bu cukup menyenangkan karena aku bisa mendapatkan inspirasi yang bisa menjadi karya tulis ku dari beberapa kejadian yang aku lewati bu. Dan sepertinya istirahat Kuntadi memang cukup nyenyak bu hehe,"ujar Komi menjawab. " Ya baguslah jika seperti itu, kau tadi sudah bekerja Komi? kau bukan hanya cukup nyenyak tapi bisa di bilang kau sangat nyenyak beristirahat Komi, karena kau baru saja bangun sekarang. Kau ingat kan jam berapa kau mulai beristirahat tadi Komi?"ujar Buyi bertanya lagi. " Oh sial aku lupa jika aku tadi bekerja tapi bukan mengerjakan buku yang aku fokuskan untuk mendapatkan uang, jadi aku begitu sangat nyenyak beristirahat tapi bukan sangat nyenyak melainkan cukup karena jika di ingat aku baru beristirahat 2 jam yang lalu ( Dalam hati Sang bicara ). Oh itu hehe sepertinya aku sedikit merasa kelelahan karena tadi aku yang berlari dengan kecepatan yang tak biasa, aku sedikit terburu-buru sehingga aku bisa kembali sampai di rumah di waktu yang lebih cepat dari biasanya sehingga pada akhirnya aku beristirahat cukup lama hehe, dan cuaca begitu mendukung untuk ku beristirahat bu sehingga aku jadinya sedikit kelewatan ketika tadi beristirahat. Aku belum sempat bekerja tadi bu, justru aku sebelum tidur tadi mencoba berpikir mengenai inspirasi yang bisa aku dapatkan melamun dan akhirnya terlelap tidur, aku belum sempat bekerja bu tapi aku sudah mendapatkan sedikit inspirasi yang sepertinya bisa aku tulis di karya ku. Dan tentu saja malam ini lah aku akan menulis inspirasi ku di buku, ada apa bu? kau berpikir aku sedikit kelewatan beristirahat tadi bu? hehe,"ujar Komi saat itu menjawab dengan dirinya yang tentu saja tidak menjawab dengan jujur pertanyaan Buyi. " Oh seperti itu kah Komi? ibu pikir kau sudah bekerja tadi karena kau begitu sangat lama berada di kamar mu yang kau katakan akan bekerja, tak seperti biasanya. Tapi jika seperti itu kau sudah mendapatkan sebuah inspirasi yang bisa kau tulis di buku kerja mu kan Komi, karena seperti itu tentu saja sepertinya kau tak akan menghabiskan waktu yang lama ketika harus bekerja malam ini kan Komi? ibu harap kau bisa terus memperbaiki jam istirahat mu Komi, jangan sampai kau harus terus bekerja sampai hari larut malam ibu merasa khawatir dengan mu yang harus bekerja sampai larut malam Komi,"ujar Buyi memberikan saran kepada Komi saat itu karena merasa khawatir jika kebiasaan Komi bekerja sampai larut malam akan mengganggu kesehatan nya. " Ya bu, memang ini cukup aneh karena aku kembali melakukan sesuatu yang sebenarnya bukan hal yang biasa aku lakukan tapi aku baik-baik saja bu yang membuat ku seperti itu, hanya aku yang sepertinya sedikit merasa lelah di tambah cuaca yang sepertinya memang begitu mendukung untuk ku beristirahat bu sehingga aku bisa beristirahat lama, tidak seperti biasanya. Kau tak usah khawatir bu karena aku tak akan kembali bekerja sampai larut malam apa lagi terlalu keras, aku akan menjaga diri ku bu,"ujar Komi kembali menjawab mencoba mengalihkan pikiran Buyi. " Yah baiklah Komi jika memang seperti itu, belakangan ini kau memang melakukan sesuatu yang aneh yang membuat ku khawatir dan penasaran Komi, tapi jika kau bicara seperti itu tentu saja ibu tak terlalu merasa khawatir lagi. Harus Komi, kau harus selalu menjaga keadaan mu,"ujar Buyi. " Ya bu tentu. Bu aku ingin bicara sesuatu bolehkan? aku ingin bertanya mengenai sebuah jalan yang sepertinya mengarah ke sebuah pemukiman di depan sana bu, sebenarnya kemana jalan atau pemukiman tersebut mengarah bu? aku merasa begitu penasaran dengan tempat tersebut karena sudah cukup sering aku melewati jalan yang sepertinya mengarah ke pemukiman tersebut tapi aku belum pernah lihat bagaimana pemukiman tersebut, apa lagi sampai tahu kemana jalan kecil tersebut tembus? kau pasti tahu kan mengenai jalan tersebut? ini pertanyaan pertama ku yang sepertinya aneh juga bu hehe tapi aku penasaran karena jalan tersebut sepertinya begitu sepi meskipun sebenarnya aku lihat dari jauh jalan tersebut bisa mengarah ke sebuah pemukiman,"ujar Komi langsung saja menanyakan jalan tersebut tapi tidak langsung bicara jika Komi tahu kemana jalan tersebut bisa tembus. Saat itu Komi sengaja tidak membicarakan jika Komi sebenarnya sudah tahu mengenai jalan tersebut dan pemukiman itu, meskipun sebenarnya Komi begitu penasaran dengan pemukiman yang menyita perhatiannya sampai merasa begitu sangat penasaran.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD