BAB 1
Bruk!
Cindy menabrak Yuda karena ia berjalan sambil memainkan ponselnya,"Maaf, Mas."ucap Cindy.
"Jalan pake mata dong!"sahut Yuda sambil berjalan ke ruangannya.
"Dasar cowok nggak jelas, udah minta maaf masih aja marah-marah."batin Cindy.
Cindy menuju ke ruangan CEO, ini hari pertamanya bekerja sebagai sekretaris di perusahaan Dosin. Ia mengetuk pintu dan Yuda mempersilahkan Cindy untuk masuk.
"Ngapain kamu disini?"ucap Yuda.
"Saya Cindy pak, saya sekretaris baru pak Yuda."
"Oke, udah tahu kan tugas kamu disini?"
"Iya pak saya sudah tahu tugas saya."
"Silahkan kembali ke meja kamu, kalau tidak ada yang penting jangan masuk ke ruangan saya."
"Baik Pak, saya permisi."
Yuda memang sering membawa cewek ke ruangannya untuk memuaskan hasratnya. Dia tidak percaya dengan cinta, makanya dia tidak pernah menjalani hubungan yang serius. Cindy mengetahui hal itu dari temennya yang menjadi sekretaris Yuda selama dua tahun ini sebelum akhirnya memutuskan untuk resign.
"Mbak, Yuda didalam kan? Aku udah janjian sama dia."ucap Ica, cewek yang akan melayani Yuda hari ini.
"Tapi mbak tidak boleh masuk, sebentar saya bilang dulu sama pak Yuda. Mbak tunggu dulu disini!" Sahut Cindy yang menghalangi Ica masuk ke ruangan Yuda.
"Ada apa ini?"ucap Yuda yang keluar dari ruangannya karena mendengar suara berisik didepan pintunya.
"Honey, aku mau masuk tapi dilarang sama sekretaris kamu itu."
"Biarin dia masuk, ingat jangan ganggu kita! Kalau ada telepon atau tamu bilang aku tidak ada."ucap Yuda yang kemudian mengajak Ica masuk ke ruangannya.
"Baik Pak." Cindy kembali ke meja nya.
Cindy membaca schedule pak Yuda yang diberikan oleh temennya.
"Gawat, pak Yuda ada meeting jam 10.00 WIB, gimana ya ketuk jangan. Ntar dimarahin kalau gangguin, tapi ini penting."batin Cindy.
Cindy mendekat ke pintu ruangan pak Yuda, ia masih bingung mau mengetuk pintunya atau tidak.
"Ahhhh Yes honey faster ahhh ahhh..." Terdengar suara desahan diruangan pak Yuda, Cindy memberanikan diri untuk mengetuk pintunya.
"Iya tunggu sebentar."ucap Yuda yang menghentikan aksinya karena Cindy mengetuk pintunya. Ia memakai celananya dan merapikan penampilannya, sedangkan Ica menuju kekamar mandi untuk memakai pakaiannya dan merapikan penampilannya.
"Silahkan masuk, ada Cindy?"tanya Yuda.
"Maaf pak, jam 10.00 WIB ada meeting. Klien sebentar lagi sampai pak."
"Oke makasih Cindy, kamu keruangan meeting dulu nanti aku nyusul."
"Baik, Pak. Saya permisi."
"Dasar mesum, pagi-pagi udah ena-ena aja, nggak bisa apa ntar malam dirumahnya kenapa harus dikantor gitu."batin Cindy.
Ica keluar dari kamar mandi, ia menghampiri Yuda, seakan tahu maksud Ica kemudian ia mengambil uang dilaci nya untuk diberikan kepada Ica. "Makasih honey."ucap Ica yang kemudian berlalu meninggalkan ruangan Yuda.
Yuda sering gonta-ganti cewek yang ditidurinya, tapi jangan salah Yuda tidak sembarang berhubungan dengan wanita itu, sebelum berhubungan cewek itu harus tes keperawanan karena Yuda tidak mau bekas orang lain.
Yuda menuju ke ruang meeting, disana sudah ada Cindy yang menunggunya. Tak berapa lama klien datang dan mereka mulai meetingnya.
Setelah hampir dua jam meeting mereka selesai dan sudah waktunya untuk makan siang. Yuda mengajak Cindy makan siang bersama di restoran dekat kantornya.
"Silahkan pilih yang kamu mau!"ucap Yuda.
"Saya sama dengan pak Yuda aja."sahut Cindy, ia tidak bisa membaca menunya karena memakai bahasa spanyol.
Kemudian Yuda memesan makanan untuk mereka, tak berapa lama masakan mereka datang.
Cindy mencoba Pulpo a la Gallega yang dipesan oleh Yuda, terlihat dia begitu menikmati makanannya.
"Gimana enak?" tanya Yuda.
"Enak sekali pak, ini makanan terenak yang pernah saya makan."
Yuda hanya tersenyum melihat Cindy yang begitu lahap makannya. "Kalau dilihat-lihat Cindy itu gemesin."batin Yuda. Yuda memakan makanan yang dipesannya,
Mereka kembali ke kantor setelah selesai makan, Yuda kembali keruangannya dan melanjutkan pekerjaannya.
Cindy masuk ke ruangan Yuda dengan membawa berkas-berkas yang harus ditanda tangani oleh Yuda.
"Taruh aja di meja nanti saya tanda tangani."ucap Yuda tanpa melihat Cindy.
"Oh iya Pak Yuda, nanti malam ada pertemuan dengan keluarga pak Bagas, anda harus datang!"
"Oke, tapi kamu harus temani saya!"
"Tapi pak, ini kan pertemuan keluarga bukan pekerjaan."ucap Cindy.
"Terus kenapa?kamu nggak mau ikut?mau saya pecat?"sahut Yuda.
"Jangan pecat saya Pak, saya butuh pekerjaan ini. Saya akan ikut Pak."
Yuda sengaja mengajak Cindy karena ia sudah tahu tentang rencana perjodohannya, ia akan memperkenalkan Cindy sebagai pacarnya. Sebelum memperkerjakan Cindy, Yuda sudah menyelidiki latar belakangnya, termasuk masa lalu dan keluarganya. Cindy saat ini membutuhkan uang untuk membiayai pengobatan ayah nya. Ia akan memanfaatkan Cindy untuk terbebas dari perjodohannya, ia akan membuat penawaran yang nggak mungkin Cindy bisa menolaknya.
"Ikut saya sekarang!"ucap Yuda.
"Kemana Pak?"
"Ikut saja."
Cindy mengikuti Yuda yang berjalan didepannya, dia akan mengajak Cindy ke butik untuk merubah penampilannya.
"Pak Yuda ada yang bisa dibantu?"tanya pelayan butik, Yuda adalah pelanggan VIP nya tak heran semua pelayan mengenalnya.
"Tolong carikan dress yang cocok untuk sekretaris saya!"
"Baik Pak, kebetulan kami punya koleksi terbaru."
Pelayanan itu mengambilkan koleksi terbarunya dan menyuruh Cindy untuk mencobanya satu persatu, setelah sekian banyak dress yang dicoba Cindy, Yuda menyukai dress merah yang sedang dicoba Cindy. Dia terlihat cantik dan anggun.
"Bagus, saya suka yang ini."ucap Yuda.
"Tapi ini terlalu pendek Pak, saya tidak nyaman memakainya."
"Mulai sekarang kamu harus membiasakan diri berpenampilan seperti ini!"ucap Yuda yang terpesona dengan penampilan Cindy, ia tidak berkedip saat memandangi tubuh seksi Cindy.
"Memangnya kenapa Pak?"tanya Cindy yang begitu penasaran hingga membuyarkan lamunan Yuda.
"Nggak usah banyak tanya! Turuti saja perintaku!"ucap Yuda.
Cindy terdiam setelah mendengarkan ucapan Yuda."Apa salahnya coba bertanya? katanya kalau nggak tahu harus tanya."batin Cindy.
Yuda memilihkan tas yang cocok untuk Cindy, "Sepertinya tas ini cocok."batin Yuda. Dia memberikannya kepada Cindy untuk dicoba dan benar saja tas itu cocok dengan dress Cindy. Memang Yuda punya selera yang bagus.
Kemudian Yuda mengajak Cindy untuk kesalon, untuk mengubah gaya rambut yang cocok untuk Cindy. Cindy terlihat begitu cantik dan seksi saat memakai dress pilihan Yuda. "Ternyata seksi juga sekretarisku."batin Yuda.
Saat didalam mobil Cindy bertanya kepada Yuda,"Pak kenapa harus merubah penampilan saya?"tanya Cindy yang merasa heran dengan bos nya itu.
"Nanti kamu juga tahu."ucap Yuda yang kemudian mengemudikan mobilnya menuju restoran.