BAB 15

1126 Words
Satu bulan kemudian Tidak terasa pernikahan Arsyila dan Elfathan sudah satu bulan. Sebelumnya mereka telah berbincang dengan Orang Tua untuk mengadakan acara resepsi pernikahan. Dan, tepat di hari ini acara resepsi pernikahan dilaksanakan. Para rekan kerja Elfathan terkejut saat menerima undangan resepsi pernikahan darinya. Karena memang sebelumnya tidak ada yang tahu tentang pernikahan yang tiba-tiba terlaksana di hari itu juga. Setelah ini tidak ada lagi yang disembunyikan oleh Elfathan dan Arsyila. Mereka telah mengumumkan hari pernikahan. “Ekhm.” dehem Elfathan Arsyila menatap suaminya dari pantulan kaca setelah mendengar suara deheman Elfathan. Para perias langsung menepi memberi ruang pada Elfathan untuk mendekat. Mereka sudah selesai merias Arsyila. Bahkan wanita itu terlihat sangat cantik hari ini. “Kami permisi dulu!” ucap mereka Elfathan tersenyum tipis. “Terima kasih.” Setelah kepergian mereka Elfathan menatap Arsyila dari pantulan kaca di hadapannya. Mereka saling melempar senyuman manis. Elfathan berdecak kagum melihat kecantikan istrinya hari ini. Make up yang dipakai Arsyila terlihat naturan namun ada kesan mewah di dalamnya, begitupun dengan gaun yang dikenakan. Elfathan semakin mendekat. Ia memegang bahu Arsyila dari belakang sembari menatap istrinya lekat dari pantulan kaca. “Kak El sudah siap?” tanya Arsyila memecah keheningan “Sudah.” “Kamu sangat cantik hari ini!” ujar Elfathan sembari tersenyum Kedua pipi Arsyila bersemu merah mendengarnya. Ia tersipu malu mendengar pujian dari suaminya. “Hmm.. terima kasih, Kak.” Jawabnya dengan nada malu-malu. Tok.. tok.. tok Terdengar suara ketukan dari luar kamar membuat Arsyila dan Elfathan mengalihkan pandangan. Tidak lama pintu terbuka dan terlihatlah Kinan masuk ke dalam kamar. Beliau tersenyum menatap putri dan menantunya. “Eh, ada Elfathan di sini!” ujar Kinan “Kalian sudah siap?” Elfathan mengangguk sembari tersenyum. “Sudah, Ma.” “Sebentar lagi acara dimulai dan kalian dipersilahkan untuk keluar.” “Iya, Ma. Sebentar lagi kita akan keluar.” Kinan mengangguk sebagai jawaban. Setelah itu beliau pamit keluar kamar. Elfathan menggenggam tangan Arsyila lalu membantunya berdiri. Arsyila selayaknya Princess dan Elfathan seperti Pangeran yang menjadi pendampingnya. Keduanya terlihat begitu serasa. Arsyila yang cantik dan bersanding dengan Elfathan yang tampan. “Sudah siap kan?” tanya Elfathan Arsyila mengangguk sembari tersenyum. “InsyaAllah.” Elfathan dan Arsyila berjalan keluar kamar. Acara sudah dimulai dan mereka siap menuju Ballroom. Terdengar suara Mc yang membuat detak jantung Arsyila berdebar kencang. Setelah ini ia akan menemui ratusan tamu undangan. Seharusnya ia bersikap biasa karena sebelumnya sudah mempersiapkan diri. Arsyila melingkarkan tangannya di lengan sang suami tercinta. Mereka melangkah dengan anggun. Dan seketika teriakan para tamu undangan memenuhi ruangan. Mereka bersorak bahagia melihat kedatangan Elfathan dan Arsyila. “Aaakhh..” “EL, LO TAMPAN BANGET HARI INI!” teriak Nizar dan Haikal bersamaan Kedua laki-laki itu terlihat begitu excited dengan acara ini. Bahkan Nizar dan Haikal datang sebelum acara dimulai. Mereka excited membantu acara resepsi pernikahan sahabatnya itu. Tatapan bangga, kagum, semuanya bercampur menjadi satu. Ternyata Elfathan berhasil membawa Arsyila ke jenjang pernikahan. “Jangan lupa kasih gue bunga nanti!” teriak Haikal “Ck, gue Haikal!” Nizar tidak terima mendengar perkataan Haikal. Justru ia sudah menunggu acara lempar bunga sejak tadi. Haikal menatap sengit ke arah Nizar. Kali ini mereka akan bersaing hanya untiuk merebutkan satu bunga pernikahan yang akan dilempar oleh Arsyila. Mereka merebutkan bunga itu agar cepat menyusul Elfathan ke jenjang pernikahan, meskipun belum ada tanda-tanda perempuan yang sedang dekat dengan mereka. “Kita bersaing secara sehat nanti.” “Oke. Siapa takut!” jawab Nizar Para tamu undangan terlihat menikmati hidangan yang ada. Acara begitu mewah namun masih tetap simple dan elegan. Setelah ini akan ada acara berdansa sesama pasangan. Moment yang sangat memuakkan bagi seorang Nizar dan Haikal. Kedua laki-laki itu sama-sama tidak memiliki pasangan, itulah yang membuat mereka enggan mengikuti acara dansa tersebut. “Ngapain sih Elfathan pakai acara dansa segala! Udah tahu sahabatnya nggak punya pasangan.” gerutu Nizar dengan wajah kesal. “Nyebelin emang. Kayaknya sengaja buat kita iri.” Jawab Haikal “Acara yang ditunggu-tunggu akhirnya akan segera tiba. Para pasangan bisa menyiapkan diri untuk berdansa.” ujar Mc dengan wajah gembiranya. Nizar dan Haikal memutar bola matanya malas. Bahkan mereka tidak berhenti berdecak karena kesal. Di saat para pasangan berdiri mereka justru masih duduk dengan makanan di tangannya. Bohong jika mereka tidak merasa iri dan ingin berdansa juga. “Sialan! Gue juga mau dansa, Zar.” ujar Haikal Nizar terkekeh mendengarnya. “Boleh. Sini dansa sama gue!” “Ogah!” Nizar tertawa kencang mendengar jawaban Haikal. Sebagai sahabat ia menawarkan ide yang baik namun Haikal menolak. Saat acara dansa dimulai fokus teralihkan pada sang pengantin. Elfathan memegang pinggang ramping Arsyila sembari menatapnya lembut. Bahkan di dalam matanya terlihat tatapan penuh cinta yang begitu dalam. Arsyila memegang bahu Elfathan sembari menatapnya lekat. Keduanya saling melempar senyuman manis. Setelah music diputar Elfathan dan Arsyila mulai menggerakkan tubuhnya secara perlahan. Mereka menikmati alunan music sembari berdansa. “Kamu sangat cantik malam ini, Arsyila.” bahkan sudah ke sekian kali Elfathan mengatakan hal yang sama. Arsyila tersenyum. “Kak El sudah mengatakan hal yang sama berulang kali.” Elfathan menarik pinggang Arsyila semakin mendekat ke arahnya. Tatapannya begitu lekat. Lama-kelamaan dansa terlihat semakin romantis. Arsyila memutar tubuhnya dua kali lalu menjatuhkan tubuhnya di pelukan Elfathan. Keduanya semakin dekat. Bahkan tidak ada jarak yang memberi ruang di antara keduanya. Saat di ujung lagu Elfathan sudah merencanakan sesuatu untuk istrinya. Dan… Cup “Uumhh..” Arsyila melebarkan matanya terkejut saat Elfathan tiba-tiba menciumnya. Dan bertepatan saat itu music berhenti, seketika suara teriakan memenuhi ruangan tersebut. Apalagi Nizar dan Haikal menganga tidak percaya menatap perbuatan sahabatnya. Mereka tidak menyangka Elfathan terlihat agresif, padahal sikap laki-laki itu terlihat dingin. “Aarrghh..” “So sweet!” teriak para tamu undangan Arsyila memejamkan mata karena malu sekaligus menikmati apa yang suaminya lakukan. Untung saja wajahnya tertutup make up jika tidak, semua orang bisa melihat kemerahan di pipinya karena tersipu malu. Elfathan menarik pinggang Arsyila setelah menarik diri darinya. “Kak, malu!” cicit Arsyila Elfathan terkekeh geli mendengarnya. Namun berbeda dengan dirinya yang terlihat biasa. Para tamu undangan bersorak karena merasa kagum sekaligus terkejut dengan perbuatan Elfathan yang tiba-tiba. Laki-laki ternyata banyak ide cemerlang untuk membuat para tamu undangan terkejut. “Oh, s**t!” umpat Haikal dan Nizar bersamaan “Gue nggak nyangka Elfathan ternyata…” Nizar menggantungkan perkataannya. Ia masih terkejut dengan sikap sahabatnya itu. “Gue juga nggak nyangka.” “Dan gue yakin Elfathan sudah unboxing.” Nizar terkekeh mendengarnya. “Sudah pasti.” “Enak banget jadi Elfathan.” “Aarrgghh.. gue juga pengen nikah.” Haikal memekik sembari mengepalkan kedua tangannya karena merasa gemas. Setelah melihat pernikahan Elfathan membuat Haikal dan Nizar ingin menikah. Namun sayangnya mereka belum menemukan pasangan yang tepat. Bahkan sekarang mereka tidak memiliki kekasih ataupun dekat dengan seorang perempuan. Next
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD