Menemukan Nama Itu

1126 Words

Selama perjalanan pulang ke rumah aku menyibukkan diri untuk terus terlibat dalam obrolan dengan teman-teman dekatku ini. Pikiran ini berusaha menekan pertanyaan-pertanyaan tentang kata kunci bapak ini, sisi lain pikiran ini sibuk menekan kekepoan tentang bagaimana reaksi Emak nanti. “Mak!” seruku setelah mengucap salam. “Duh ... sudah pulang anak wedok, Emak ikut lega lo, Ra, angkatan pertama program masjid kita sukses,” ucap Emak setelah membalas salam. Aku mengangguk dan duduk sejenak di lantai. “Ya, Mak, nilai Rayya juga bagus lo,” pamerku bukan berharap pujian, aku hanya ingin membuat apa yang telah dilakukan Emak terbayar. Emak mengucapkan puji syukur. “Senang Emak, Ra. Emak terus doa, semoga anak wedok emak satu-satunya selalu jadi yang terbaik dan dapat berkah dari Allah,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD