“Iri dengki tak ada obat!” seru Imla tertahan sambil melotot ke arah Nurma. “Eh! Ajumma! Apa masalahmu?” seru Salwa geram. “Sst! Sst!” tegur Arofah sambil menepuk pundak-pundak kami agar kembali menghadap ke depan. Teguran Arofah membuat apa yang sudah berada di ujung lidah ini urung terucap. “Sudah siap semua?” Suara Ustaz Hamzah membuat kami semua seperti ditarik untuk fokus. Aku berusaha menepis bayangan Nurma yang memaksa emosiku turun di derajat kemarahan. Ustaz Hamzah berdiri dan mencoret-coret papan tulis putih itu dengan kata-kata dalam bahasa Arab seperti bab awal pelajaran shorof. “Pelajaran nahwu sangat berkaitan dengan pelajaran shorof yang telah diajarkan oleh ustazah kalian sebelum ini. Tentu kalian masih ingat dengan yang ustaz tulis di papan ini,” ucap Ustaz Hamzah

