Bab 13

1580 Words

“Oh…” gumamnya pelan. Ia mengangguk kecil, seolah baru menyusun potongan puzzle yang selama ini tidak ia sadari. “Jadi…” lanjutnya, suaranya lebih dingin sekarang, “lo bukan cuma numpang ama Aluna… tapi juga lagi dikejar utang?” Fandy menelan ludah. “Sof, gue jelasin nanti—” “Enggak usah,” potong Sofia cepat. Ia mundur satu langkah. Menjauh. “Gue udah cukup ngerti kok sekarang,” katanya. Fandy terdiam. Sementara Sofia menghela napas pelan, lalu tersenyum tipis—senyum yang tidak lagi manis. “Gue kira lo kaya,” lanjutnya jujur. “Gue kira semua ini punya lo.” Ia menoleh sebentar ke sekeliling apartemen sempit itu, lalu kembali menatap Fandy. “Ternyata…” ia mengangkat bahu kecil, “gue salah.” Kalimat itu sederhana. Tapi cukup untuk menjatuhkan sisa harga diri yang masih Fandy pe

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD