35. Kembali Setelah berpikir agak lama, aku pun akhirnya sampai pada sebuah keputusan. Aku akan memberi kesempatan kepada Mas Aditya untuk membuktikan semua ucapannya. Ucapan bahwa ia akan memperbaiki semuanya dan memulai dari awal kembali. "Kita pulang kan, Sayang? Aku hampa tanpa kamu di sisiku. Belum pernah kita berpisah selama ini kan?" Ia membingkai wajahku dengan dua telapak tangannya. Aku berusaha menekan rasa ingin menolak yang datang dari dalam tubuhku. Ya, sejak memergoki lelaki ini di dalam kamar Adelia, aku jiji* jika harus disentuh olehnya. "Bagaimana dengan Mama? Mama pasti akan kecewa dengan kepulanganku ke rumah kita, Mas. Ia sangat berharap kamu bisa melanjutkan pernikahanmu dengan gadis itu. " Aku sengaja mengingatkan akan mama, aku ingin tahu ketegasan dari lelaki

