Part 16

1363 Words
Pagi kembali tiba, Bianca membuka matanya. Menguap sekali dan bangkit dari tempat tidurnya. Bianca meregangkan badannya yang terasa kaku. Bianca mendengus karena malas untuk pergi ke sekolah. Ia masih ingin rebahan di kasur miliknya. Bianca teringat hari ini adalah hari pertama ia akan les di tempat yang sama dengan Ardhan. Mengingat itu, Bianca bersemangat dan segera bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah. Bianca kali ini memilih untuk pergi sendiri. Vero sangat senang saat tahu Bianca pergi sendiri ke sekolah menggunakan taxi. Setelah sampai di sekolah, Bianca berlari dengan semangat untuk menemui temannya di kelas. “HELOOO GUYS” sapa Bianca “Ngapa lo?” tanya Levina “Biasalah. Hari ini hari pertama dia les” jawab Sella “Oh, ketemu Ardhan maksud lo?” tanya Levina “OH IYA DONG” jawab Bianca semangat “Sekolah juga ketemu pun” ucap Levina “Beda dong” ucap Bianca “Bedanya di mana coba?” tanya Levina “Kalau di sekolah, gue lihat kak Ardhan pakai baju sekolah. Kalau di tempat les, gue bakalan lihat kak Ardhan pakai baju bebas dan pasti bakalan jauh lebih keren” jawab Bianca “I-iya juga sih” ucap Levina “Bi” panggil Bella “Ha?” tanya Bianca “LO PIKET!” seru Bella “OH IYA!” ucap Bianca “GAK USAH SOK LUPA LO!” seru Bella “Santai dong, gue emang kelupaan” ucap Bianca “Cepat piket!” seru Bella Bianca mengangguk dan melaksanakan piketnya. ***** Bel istirahat kedua berbunyi. “Ayo ke kantin!” ajak Bianca “Gue udah kenyang” tolak Levina “Sama, gue juga” tolak Sella “Gue lagi diet” tolak Bella “Yahh, temanin gitu” bujuk Bianca “Lo sendiri ajalah! Kan gak ada setan yang bakalan makan lo di sana” ucap Levina “Gue maunya pergi sama kalian” ucap Bianca Levina, Sella dan Bella menggeleng tanda menolak. “Ih kalian jahat!” seru Bianca “Pergi sama Kent aja, Bi” saran Bella “Oh iya juga ya” ucap Bianca “Ya udah, gue ke kelas dia ya” pamit Bianca Levina, Sella dan Bella mengangguk. Bianca berjalan menyusuri tiap kelas sambil menuju kelas Kent. Bianca melirik sekilas ke dalam kelas itu dan menemukan Kent yang sedang membaca sebuah novel. “KENT!” seru Bianca memanggil Kent Kent menoleh ke arah suara yang memanggil namanya dan menemukan Bianca. Bianca mengisyaratkan tangannya agar Kent menghampiri dirinya. Mengerti, Kent segera bangkit dari tempat duduknya menghampiri Bianca. “Kenapa?” tanya Kent “Tumben lo nyamperin gue” sambung Kent “Lagi istirahat nih” ucap Bianca “Iya, satu sekolah tahu kalau sekarang lagi istirahat” ucap Kent Bianca tertawa canggung. “Lo gak ke kantin gitu?” tanya Bianca “Udah tadi pas istirahat pertama” jawab Kent “Gak mau ke kantin lagi?” tanya Bianca “Enggak ada sih” jawab Kent “Kenapa?” tanya Kent “Temanin ke kantin dong, hehe” pinta Bianca Kent mendengus malas. “Kenapa?” tanya Bianca “Lo ke gue pas lagi butuh doang” jawab Kent to the point “Malas ah” sambung Kent Bianca diam. Yang di ucapkan Kent benar. “M-maaf” ucap Bianca Kent diam. “Ya udah deh, biar gue pergi sendiri aja” ucap Bianca Bianca beralih melangkahkan kakinya untuk menuju kantin. “Gue ikut” ucap Kent sambil menyamakan langkahnya dengan Bianca “Katanya tadi malas” ucap Bianca “Malasnya udah hilang” ucap Kent Bianca tersenyum. “Ayo buruan!” ajak Kent Bianca mengangguk. Mereka bergegas menuju kantin. Bianca memesan minuman. “Cuma minuman?” tanya Kent Bianca mengangguk. “Gue haus, lupa bawak minum” jawab Bianca “Teman-teman lo emangnya gak ada yang bawak minum?” tanya Kent “Mereka bawak minum kalau ada pelajaran olahraga aja” jawab Bianca “Oh gitu” ucap Kent “Udah, yuk balik!” ajak Bianca Kent mengangguk dan mereka kembali ke kelas masing-masing. ***** “Jadi nih?” tanya Ardhan “Katanya sih jadi” jawab Dimas “Kita kenapa harus ikut sih?” tanya Iki Dimas mengedikkan bahunya. Vero merapikan rambutnya. Hari ini, tepat pulang sekolah Vero akan menyatakan perasaannya kepada seorang perempuan yang ia sukai. “Adek lo tahu?” tanya Iki “Apanya?” tanya Vero balik “Hari ini lo bakalan nembak cewek” jawab Iki “Enggaklah” jawab Vero “Kirain kan” ucap Iki “Kalau di terima, baru gue bakalan pamerin ke adek gue” ucap vero sambil tertawa “Gak heran sih kalau lo” ucap Dimas “Gak heran apa?” tanya Vero “Tukang pamer” jawab Dimas “Heh jangan asal bicara!” ucap Vero “Lo sendiri yang barusan ngomong” ucap Dimas “I-iya sih” ucap Vero “Dia datang!” seru Ardhan Vero tersentak. “Kalian tunggu di sini” ucap Vero Ardhan, Dimas dan Iki mengangguk paham. Vero menghampiri perempuan itu. “Ada apa ya kak?” tanya perempuan itu Vero menatap mata perempuan bernama Kory itu dengan tatapan tulus. “Kita udah lumayan lama dekatnya” ucap Vero Kory mengangguk. “Gue pengen ucapin sesuatu” ucap Vero Perempuan itu diam menunggu sambungan ucapan Vero. “Gue sebenarnya suka sama lo” ucap Vero Perempuan itu terdiam. “Kenapa? Gue terlalu mendadak ya?” tanya Vero Perempuan itu mengerjapkan matanya beberapa kali karena gugup sekaligus kaget. “Lo mau gak jadi pacar gue?” tanya Vero “Kakak lagi bercanda ya?” tanya Kory balik Vero menggeleng. “Ngapain gue bercanda soal kayak gini?” tanya Vero “Gue tahu gue gak nyiapin apa-apa. Cuma kata-kata gini doang, tapi gue tulus” sambung Vero “M-maaf kak, gue gak bisa” ucap Kory “Ha? Kenapa?” tanya Vero “Gue gak suka sama kakak. Gue suka sih tapi cuma sebagai teman aja” jawab Kory Vero menundukkan kepalanya. “Maaf ya kak” ucap Kory “Kalau gue gak nyerah gimana?” tanya Vero Kory menggeleng. “Kayaknya kakak harus nyerah deh” jawab Kory “Kenapa?” tanya Vero “Gak apa-apa sih, tapi emang harus nyerah” jawab Kory Hening. Keduanya canggung. “Kak, aku ada rapat keanggotaan osis, aku pergi dulu ya kak. Maaf banget sebelumnya” pamit Kory Vero mengangguk. Kory pun pergi meninggalkan Vero. Dimas, Iki dan Ardhan keluar dari tempat persembunyian mereka. “WAH SEORANG VERO DITOLAK!” seru Dimas “Jangan ngomong keras-keras dong, malu gue!” ucap Vero “Jadi ini gunanya kita ikut? Supaya bisa lihat lo kayak gini?” tanya Iki sambil tertawa “Bangke lo!” ucap Vero kesal “Udah, jangan sedih” ucap Ardhan “Gue malu b**o bukan sedih” ucap Vero “Ah ngeselin banget” sambung Vero “Gara lo nih! Coba aja tadi gue pakai bunga mawar atau apa gitu, gue pasti diterima tadi” sambung Vero lagi “Kok lo nyalahin gue sih? Gue cuma saranin” ucap Iki “Iya, lagian lo gak dengar? Dia bilang dia gak suka sama lo” ucap Dimas “Mungkin dia lagi suka sama cowok lain gak sih?” tanya Ardhan “Mungkin sih” jawab Vero “Gak apa-apa, ditolak sekali-sekali gak apa-apalah” ucap Ardhan Vero mengerucutkan bibirnya. “Ayo balik!” ajak Iki Vero, Ardhan dan Dimas mengangguk. Mereka pun pulang ke rumah masing-masing. ****** Satu jam setelah kejadian penolakan. Drrttt…. Drttt…. Handphone Bianca bergetar tanda ada panggilan masuk. Bianca mengambil handphonenya yang berada di atas meja. Bianca melihat nama yang tertera di panggilan itu. Bianca menjawab panggilan itu ketika melihat nama Kent yang tertera. “Halo!” sapa Bianca “Biiiiii!” panggil Kent bersemangat “Kenapa?” tanya Bianca “Gue ada berita paling update” jawab Kent “Kejadiannya masih hangat” sambung Kent “Berita apa?” tanya Bianca Kent tertawa. “Eh maaf” ucap Kent “Lah kenapa minta maaf?” tanya Bianca bingung “Gue ketawain abang lo barusan” jawab Kent “Emang abang gue kenapa?” tanya Bianca “Lo belum tahu kan? Abang lo barusan ditolak sama cewek” jawab Kent “HA? SERIUS?”
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD