Part 15

1420 Words
“HALO” sapa Bianca ketika sudah sampai di kelasnya “Girang benget lo!” seru Levina “Iya dong! Kan dia besok bakalan ketemu sama kak Ardhan di tempat les” ucap Sella Bianca mengangguk seraya tersenyum. “Ah gak sabar gue nunggu besok!” seru Bianca “Satu les aja senang, apalagi jadian” ucap Bella “Gue berasa dapat tambahan waktu buat lihat kak Ardhan” ucap Bianca “Senangnya nanti aja ya dilanjutin, Bi. Sekarang gue mau nyontek PR lo” ucap Levina “Lo belum ngerjain?” tanya Bianca “Belum, hehe” jawab Levina “Astaga Lev, lo belum ngerjain? Gue gak nyangka” ucap Bella “Lo udah emangnya?” tanya Levina ‘Pasti belum juga’ batin Levina “Belum” jawab Bella sambil tertawa ‘Tuh kan’ batin Levina lagi “Sok-sok gak nyangka lo” ujar Sella “Ya maksud gue, gue gak nyangka kita sama” ucap Bella ‘Sabar Lev’ batin Levina “Bentar lagi masuk loh” ucap Bianca “Ya makanya buruan mana PR lo? Gue bakalan salin secepat kilat” ucap Levina “Punya Sella aja” ucap Bianca “Gue belum juga, hehee” ucap Sella Bianca menepuk jidatnya melihat ketiga temannya ini. “Buruan, Bi!” seru Bella Bianca mengeluarkan bukunya dan memberikan buku itu kepada teman-temannya untuk menyalin PR Biologi itu. ***** Bel istirahat berbunyi, semua murid berteriak senang dan segera melangkahkan kaki mereka menuju kantin. Tak terkecuali Bianca, Levina, Bella dan Sella. Mereka sudah duduk dan sudah memesan makanan mereka serta tak lupa dengan minuman juga. Bianca melihat sekitar untuk menemukan Ardhan. Bukannya menemukan Ardhan, Bianca menemukan Kent yang sedang berebut tempat duduk dengan temannya. Bianca terkekeh pelan saat melihat Kent yang berteriak senang karena menang mendapatkan tempat duduk itu. Bianca kembali melihat sekitar, namun tak kunjung menemukan Ardhan. Dira pun tak terlihat. Namun Iki, Vero dan Dimas berada di kantin. Bianca beralih melihat Sella yang termenung dan cenderung terlihat memikirkan sesuatu. Bianca menepuk pundak Sella untuk menyadarkan gadis itu. Sella tersentak kaget. “Kenapa lo?” tanya Bianca “Kenapa?” tanya Bella “Gak tahu, dari tadi termenung mulu gue lihat” jawab Bianca “Ngapa lo? Banyak utang?” tanya Levina Sella menggeleng. “Lah jadi?” tanya Bella “Kak Iki kayak berubah deh” jawab Sella “Oh lo dari tadi mikirin kak Iki?” tanya Bianca Sella mengangguk. “Berubah gimana emangnya?” tanya Levina “Masih lebih penting game bagi dia?” tanya Bella “Bukan, waktu gue ketemuan sama dia, dia tuh selalu fokus sama handphonenya” jawab Sella “Main game kali” ujar Bianca “Enggak, lagi chat sama orang lain” ucap Sella “Pas gue tanya chat sama siapa, dia jawab bukan sama siapa-siapa” sambung Sella “Dia gak cinta lagi mungkin sama lo” ucap Bella “Hush! Lo apaan sih” tegur Bianca “Apa? Gue cuma nebak” ucap Bella “Iya, lagian dia nembaknya mendadak banget” ucap Levina mengompori “Lo gak curiga gitu? Dia kan nembaknya mendadak, siapa tahu dia awalnya cuma mau bercanda” sambung Levina “Nah iya, karena lo terima eh ya udah lanjut aja deh pikir kak Iki” ucap Bella “Sekarang dia udah bosan sama lo, nah dia udah punya gebetan yang lain” ucap Levina Sella mengerucutkan bibirnya sudah hampir menangis. Melihat itu Levina dan Bella tertawa. Bianca memeluk Sella. “Udah jangan nangis” ucap Bianca “Kalian apa sih ngomongnya!” seru Bianca “Ya lagian dia parno banget! Mungkin dia chat sama temannya” ucap Levina “Udah gak usah takut! Kak Iki selingkuh, gue maju paling depan” ucap Bella “Mau labrak kak Iki?” tanya Bianca “Bukan lah! Mau nyalonin diri jadi selingkuhan kak Iki yang selanjutnya” jawab Bella Sella menatap tajam Bella. “Canda sayang. Hidup jangan serius amat dong” ucap Bella “Udah, mungkin dia ada keperluan jadinya harus chat orang gitu” ucap Bianca menenangkan Sella Sella mengangguk. Makanan dan minuman mereka datang. “Makan dulu, nanti nangisnya dilanjut” ucap Bella “Bella!” tegur Bianca “Iya-iya, canda” ucap Bella ***** Bianca berjalan menuju kelasnya dengan ketiga temannya setelah selesai dari kantin. “Eh kita lewat kelas kak Ardhan ya” ucap Bianca “Ah ngapain sih? Jauh banget tahu nanti ke kelas kita kalau lewat kelas kak Ardhan” tolak Bella “Ayolah! Dari tadi pagi gue gak lihat dia” bujuk Bianca “Ya udahlah terserah aja” ucap Bella Bianca tersenyum. Mereka melangkahkan kakinya menuju kelas melewati kelas Ardhan. Bianca memperlambat langkah kakinya saat sudah berada di depan kelas Ardhan. Bianca melihat Ardhan yang sedang duduk sambil membaca sebuah buku. Bianca tersenyum tipis saat melihat Ardhan. “Udah puas lo?” tanya Levina Bianca mengangguk senang. “Segitunya” ujar Levina “Andai gue jatuh cinta juga” sambung Levina “Jatuh cinta sama gue aja” ucap Bella “Gue jomblo nih” sambung Bella “Gue masih normal, Bel. Sorry” tolak Levina “Ya gue bercanda, Lev. Gue juga masih normal” ucap Bella “Baguslah kalau kalian berdua masih normal” ucap Bianca Mereka tiba di kelas dan duduk di bangku mereka. Bianca melihat Sella yang masih memikirkan sesuatu. “Sel” panggil Bianca Sella menoleh ke arah Bianca. “Langsung tanya sama kak Iki aja deh” ucap Bianca “Dari pada lo kepikiran gitu” sambung Bianca “Iya, nanti kalau lo gak cepat-cepat nanya, kak Iki udah diambil orang loh” ucap Levina “Lev!” tegur Bianca “Canda sayang” ucap Levina “Mereka setan, Sel. Jangan didengarin” ucap Bianca “Jahat banget lo!” Seru Bella “Kalian yang jahat” ucap Bianca “Kita kan cuma bercanda” ucap Bella “Udah, gue gak apa-apa kok” ucap Sella Levina menatap Sella yang masih murung. ‘Awas aja lo, Ki’ batin Levina ***** Bel pulang sekolah berbunyi. “Ah akhirnya pulang” ucap Bella sambil bernafas lega “Iya, capek banget. Pengen cepat-cepat merebahkan diri di atas tempat tidur” ucap Bianca Mereka keluar dari kelas. Mereka melewati perpustakaan yang pintunya terbuka lebar. Bianca melihat sekilas ke dalam perpustakaan. Bianca menghentikan langkahnya saat melihat seseorang yang tidak asing. “Kenapa, Bi?” tanya Sella Sella, Levina dan Bella ikut berhenti saat melihat Bianca. Bianca mundur beberapa langkah untuk melihat kembali siapa yang dia lihat tadi. Dan benar saja, Bianca melihat Ardhan bersama Dira sedang belajar bersama. Bianca merasakan perih saat melihat Ardhan menepuk pelan puncak kepala Dira. Bianca mengalihkan pandangannya ke arah ketiga temannya yang sedang melihat dirinya. Bianca maju beberapa langkah. “Kenapa?” tanya Sella “Kak Ardhan sama kak Dira lagi belajar bareng” jawab Bianca “Belajar doang, kan?” tanya Bella “Iya sih” jawab Bianca “Tapi kak Ardhan juga elus-elus rambut kak Dira” ucap Bianca “Sabar, ini ujian” ucap Bella “Untuk olimpiade kali” ucap Levina “Ha? Untuk apa?” tanya Bianca “Untuk olimpiade” jawab Levina “Kak Ardhan ikut olimpiade?” tanya Bianca “Iya, lo gak tahu?” tanya Levina “G-gue baru tahu” jawab Bianca Levina menggeleng-gelengkan kepalanya. “Mungkin karena diajak sama kak Dira kali ya?” tanya Bianca “Gak tahu sih” jawab Levina “Tapi mungkin aja” sambung Levina Bianca mengerucutkan bibirnya. “Eh ada kalian” ucap Ardhan yang baru keluar dari perpustakaan dengan Dira Bianca, Levina, Sella dan Bella tersentak kaget. Ardhan tertawa. “Kok kaget gitu sih?” tanya Ardhan Bianca panik. ‘Kak Ardhan dengar gak ya pembicaraan kami tadi?’ batin Bianca “E-enggak apa-apa kak” jawab Sella “Kalian lagi omongin gue ya?” tanya Dira “E-enggak kak” jawab Bella “Atau ngomongin Ardhan?” tanya Dira Sella menggeleng. “Jangan-jangan lagi omongin gue sama Ardhan?” tanya Dira Bianca tertawa canggung. “Enggak kok enggak” jawab Bianca “Oh gitu” ucap Dira “Ya udah kami duluan ya” ucap Ardhan berpamitan Bianca, Levina, Sella dan Bella kompak mengangguk. Ardhan dan Dira melangkah pergi. Bianca, Levina, Sella dan Bella bernafas lega. “Untung aja gak ketahuan” ucap Levina “Kak Ardhan dan kak Dira beneran gak dengar kan?” tanya Bianca “Kayaknya sih enggak” jawab Bella “Semoga aja gak dengar deh” ucap Sella Bianca mengangguk. “Ya udah, ayo pulang!” ajak Bella Mereka mengangguk.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD