Bianca hari ini pergi ke sekolah bersama dengan Devin. Dia memakai sebuah jaket berwarna putih. Setelah sampai, dia segera pergi ke kelasnya. Begitu juga dengan Devin.
"Hello guys" sapa Bianca
"Woii, Bi! Santai amat lu" ujar Sella
"Emang ada apa?" Tanya Bianca
"Ada pr kimia. Lu gak tahu?" jawab Sella
"Oh iya, gue lupa. Pelajaran ke berapa kimia?" Tanya Bianca
"Pelajaran terakhir. Tapi kalau lo mau kerjain selesai istirahat gak bakalan sempat. Lebih baik sekarang, pelajaran pertama jamkos" jawab Levina
"Lo semua udah siap?" Tanya Bianca
Levina,Sella dan Bella menggeleng.
"Susah anjir" ujar Levina
"Nyesel gue gak perhatiin waktu pak Seto jelasin" ujar Bella
"Malah killer banget lagi dia" ujar Sella
"Lo gak lihat semua yang ada kelas ini pada sibuk kerjain tuh PR?" Tanya Levina
Bianca melihat kesekelilingnya. Terlihat semua yang ada di kelasnya sibuk mencari jawaban dari soal itu.
Bianca diam.
'Apa gue minta tolong sama Ardhan aja kali ya? Dia kan anak Ipa juga. Dia juga udah kelas 11, pasti dia udah alami soal ini' batin Bianca
"Eh gue pergi dulu ya" pamit Bianca
"Mau ke mana? Lo gak ngerjain?" Tanya Bella
"Ini gue mau kerjain kok. Ntar kalau udah dapat, gue kasih tahu kalian. Oke?" Ujar Bianca
Mereka hanya mengangguk.
Bianca segera pergi menuju kelas Ardhan yang lumayan jauh dari kelasnya.
Setelah sampai, dia langsung melihat Vero, Iki dan Dimas berada di luar kelas.
"Bang, Ardhan mana?" Tanya Bianca
"Dalam" jawab Vero
"Dalam apa?" Tanya Bianca
"Dalam kolor gue" jawab Vero
"Emang muat?" Tanya Bianca polos
"Ya dalam kelas lah, b**o" jawab Vero kesal
Iki dan Dimas tertawa.
"Panggilin dong" ujar Bianca
"Lo punya mulut. Panggil sendiri sana" ujar Vero
"Bi, lo k-popers kan?" Tanya Dimas
Bianca mengangguk.
"Lo suka sama siapa?" Tanya Dimas
"Hmmm... Suka sama BTS, EXO, Blackpink, dan Red Velvet sama Treasure juga" jawab Bianca
"Apaan sih suka sama plastik" ujar Dimas
"Plastik lo bilang?! Lo gak tahu ya? Orang yang lu sebut plastik itu udah mendunia. Lah lo? Palingan di sekolah ini aja yang kenal sama lo" ujar Bianca
"Anjir, lo Bi" ucap Dimas
"Lagian Chanyeol itu suami gue" ujar Bianca
"Kalau Taehyung itu selingkuhan gue" sambung Bianca
"Taeh apa? Teh gelas?" Tanya Iki
"Taehyung, Kak" ucap Bianca
"Teh gelas ada di kantin" ujar Vero
"TAEHYUNG!!" seru Bianca
Mereka diam.
"Kalau Jungkook itu selingkuhan gue yang kedua" ujar Bianca
"Lo pacaran sambil jongkok?" Tanya Iki
"Ha? Jungkook!!" Ucap Bianca kesal
Mereka tertawa.
"Kalau Ji-"
"Bi, lebih baik lo tidur" ujar Vero
"Ciee perhatian" ucap Bianca
"Mimpi lo ketinggian" sambung Vero
Seketika Dimas dan Iki tertawa.
"Anjir" umpat Bianca
"Udah ah. Capek gue urusin manusia-manusia gak waras kayak kalian" ujar Bianca sambil melangkahkan kakinya kekelas Ardhan
"Ar-"
Ucapan Bianca terhenti saat melihat Ardhan duduk bersampingan dengan Dira. Terlihat seperti mereka saling bercanda lalu tertawa bersama.
Bianca mengurungkan niatnya untuk memanggil Ardhan.
"Kalian kenapa gak bilang kalau Ardhan bareng sama kak Dira di dalam?" Tanya Bianca
"Lu gak nanya" jawab Iki
Bianca menghentakkan kakinya lalu pergi. Dia menuju keatas. Rooftop.
Di sana dia tidak sengaja bertemu dengan Kent.
"Habis dari mana lo?" Tanya Kent
Bianca diam.
"Muka lu kenapa? Kok kusut banget?" Tanya Kent
Bianca diam.
"Bi, lo kenapa?" Tanya Kent
Bianca masih diam.
"Pasti gara Ardhan lagi nih" ujar Kent
"Ih kok lo tahu sih?" Tanya Bianca
"Kenapa lagi dia?" Tanya Kent
"Kent, tadi gue mau minta diajarin Ardhan buat PR Kimia. Eh didalam udah ada kak Dira aja. Malah kelihatan mesra lagi mereka" jelas Bianca
"Gue kan ada. Dekat lagi kelas kita. Ngapain lo jauh-jauh ke kelas Ardhan?" Tanya Kent
"Lo gak peka banget sih. Gue sekalian mau modus" jawab Bianca
"Yaudah mana PR nya? Sini biar gue bantu lo kerjainnya" ujar Kent
"Gak mood gue ngerjainnya" ujar Bianca
"Woii k*****t, kerjain ngapa? Ntar lo kena marah pak Seto" ujar Kent
"Yaudah iya. Bentar gue pakai kacamata dulu"
"Mata lo minus?"
"Iya. Tapi sedikit."
"Sejak kapan?"
"Sejak gue suka sama Ardhan"
"Lah? Kok bisa? Apa hubungannya?"
"Gimana mata gue gak minus? Tiap harus liatin Ardhan sama kak Dira nempel mulu kayak prangko"
Kent tertawa mendengar ucapan Bianca.
Bianca hanya bisa melihat Kent yang sedang tertawa.
'Ganteng ya' batin Bianca
'Eh. Fokus-fokus! Kenapa mikirnya ke arah sana sih?' Batin Bianca lagi
Kent menghentikan tawanya.
Lalu, Kent membantu Bianca menjawab soalnya. Sesekali mereka tertawa. Ntah mengapa, mood Bianca kembali membaik setelah ada Kent di sampingnya.
*****
"Thanks ya, Ar" ujar Dira
Ardhan mengangguk.
Dira segera pergi ke kelasnya.
"Lo ngapain sih tadi sama Dira?" Tanya Dimas
"Kepo" jawab Ardhan
Dimas menunjukkan jari tengahnya ke arah Ardhan.
"Eh tadi adek gue datang kekelas mau cari lo" ujar Vero
"Adek lo? Bianca?" Tanya Ardhan
"Gak. Larva." Jawab Vero
"Larva?" Tanya Ardhan
"Nama adek lo, b**o" jawab Vero
"Lo yang b**o! Nama adek gue Lifa" ujar Ardhan
"Oh iya ya" ucap Vero
"Yang cari gue Lifa atau Bianca?" Tanya Ardhan
"Bianca" jawab Iki
"Terus dia di mana sekarang?" Tanya Ardhan
"Waktu lihat lo sama Dira ada di dalam dia langsung pergi. Sebelum itu dia marah-marah sama kita karna gak kasih tahu kalau di dalam ada Dira" jelas Dimas
"Pergi ke mana?" Tanya Ardhan
"Tadi arahnya ke rooftop kalau gak salah" jawab Iki
Ardhan langsung berlari menuju Rooftop untuk menemui Bianca.
Sampai di sana, Ardhan menemukan Kent dan Bianca sedang tertawa dan bercanda bersama.
'Gueee... salah waktu ya,Bi?' Batin Ardhan sambil pergi meninggalkan Bianca dan Kent
*****
Kringg!!
Bel istirahat kembali berbunyi.
Bianca dan teman temannya memesan sebuah bakso dan segelas jus jeruk.
Mereka mengambil tempat dipaling pojok.
"Haaii, Bi" sapa Iki
"Eh kak Iki" sapa Bianca balik
"Kita duduk di sini gak apa apa kan?" Tanya Iki
Bianca melihat Ardhan juga bersama Iki.
"Ga-"
"Gak apa apa kok kak" potong Sella
Mereka langsung mengambil tempat duduk yang berhadapan dengan Bianca dkk.
"Kenapa lo izinin mereka duduk di sini?" Bisik Bianca
"Kapan lagi gue bisa duduk bareng mereka?" Bisik Sella kembali
Tiba-tiba Dira datang dan langsung duduk di samping Ardhan.
"Ar, nanti gue pulang sama lo boleh gak?" Tanya Dira
Ardhan mengangguk.
"Bi?" Panggil Iki
"Ya kak?" Tanya Bianca
"Lo lagi dekat sama Kent ya?" Tanya Iki
"Eh- iya kak" jawab Bianca
"Emang kenapa kak?" Tanya Bianca
"Gak apa apa" jawab Iki
"Dir, lo gak pesan makanan?" Tanya Ardhan
Dira menggeleng.
"Gue kenyang" jawab Dira
"Makan sana. Ntar lo sakit" ujar Ardhan
"Suapin dong" ucap Dira
"Yaudah sini." Ujar Ardhan sambil menyendokkan sesuap nasi goreng ke mulut Dira.
Bianca yang melihat itu, hanya bisa diam. Dia tidak bisa berkata apa-apa.
"Kak Iki?" Panggil Sella
Iki menoleh.
"Kakak punya pacar gak?" Tanya Sella
Iki menggeleng.
"Syukur deh" ujar Sella
"Emang kenapa kalau Iki gak punya pacar?" Tanya Dimas
"Dia suka sama kak Iki" jawab Bella
"Ha? Beneran?" Tanya Iki
"Bella, lo kok ember sih?" Tanya Sella
"Biar gak berbelit-belit perasaan lo, b**o" jawab Bella
"Jadi lo suka sama gue?" Tanya Iki
"Eh- i-iya kak" jawab Sella
"Sejak kapan?" Tanya Iki
"Kayaknya semenjak tiga bulan yang lalu" jawab Sella
"Kok lo bisa suka sama gue?" Tanya Iki
"Kakak ganteng" jawab Sella polos
"Karna itu aja?" Tanya Iki
"Sebenarnya baper sih. Karna kakak waktu itu pernah anterin aku pulang 3 bulan yang lalu" jelas Sella
Iki kembali mengingat. Ah iya. Dia baru ingat dia pernah mengantarkan Sella pulang karna dia tidak ada yang jemput dan kebetulan hari hujan.
"Kalau gitu, kamu mau gak jadi pacar aku?" Tanya Iki
"Eh serius kak?" Tanya Sella
Iki mengangguk.
"Mau banget kak" jawab Sella senang
"Yess" ucap Iki
Bianca hanya melihat kebahagiaan yang dirasakan sahabatnya.
'Tiga bulan aja langsung ditembak terus diterima terus jadian. Lah gue? Gak kelar-kelar' batin Bianca kesal
Dari kejauhan, Kent memperhatikan Bianca yang kelihatannya sedang kesal. Ditambah lagi dia juga melihat Ardhan yang sedang berlaku sweet pada Dira.
Kent tersenyum sekilas.