Gandhi senang bukan kepalang. Ia tadi sedang mengikuti rapat dengan anggota direksi lainnya, tapi tiba-tiba pihak rumah sakit menghubunginya dan mengatakam bahwa Elea sudah siuman. Tanpa menunggu rapat itu selesai, ia sudah lebih dulu meminta izin untuk pergi ke rumah sakit dan menyuruh sekertarisnya untuk menggantikan dirinya lalu mencatat poin-poin penting yang lelaki itu lewatkan. Kini, Gandhi berlari tanpa memedulikan siapa pun yang ia tabrak, pun dengan u*****n-u*****n yang terlayang untuknya. Tujuannya adalah ruang di mana Elea dirawat. Hatinya bahkan tak henti-hentinya berdetak kencang sejak tadi. Pada akhirnya Tuhan mengabulkan permintaannya. Tuhan begitu baik, dan Gandhi berjanji akan rutin mengunjungi gereja setiap hari minggu. "Elea," sebut Gandhi begitu memasuki ruangan sang

