"Kenapa? Suara lo kayak orang frustrasi?" Suara di seberang sambungan terdengar bertanya pada sosok Gandhi yang hanya termenung di bar hotel dengan segelas alkohol sebagau pendampingnya malam itu. "Lo belum tidur? Di sana udah dini hari," Gandhi balik bertanya, menghindari kalimat tanya yang lebih dulu adiknya utarakan. "Dih, paling nggak suka kalau lo udah mengalihkan pembicaraan kayak gini," jawab sosok itu dari seberang dengan suara seraknya. "Jawab aja," sahut Gandhi pelan. "Ck, gue lagi cari referensi buat skripsi nih, belum bisa tidur juga." "Oh," Gandhi hanya mengangguk-angguk kecil dengan mata yang terpusat pada cairan bening di hadapannya. "Bang, Bang Roland jujur deh, lo kenapa? Suara lo kedengarannya nggak baik-baik aja lho," Sosok di seberang itu kembali mengulangi pertan

