"Jadi kamu yang merencanakan semua ini?" tukas Kiara pada paruh baya di hadapannya. "Kenapa? tidak ada yang di rugikan. Kamu ingin pergi, dan aku mempermudahnya haha," jawab paruh baya itu santai, dengan kaki menyilang dan cerutu di tangan kanannya. "Aku tidak sudi, menerima bantuan dari orang yang telah menghancurkan keluarga ku!" jawab Kiara, menatap sinis orang yang di bencinya. "Waww.... Hahaha, Hermawan pasti bangga karna anak pungutnya sudah dewasa, dan berani," "Apa? siapa yang anda maksud anak pungut?" tanya Kiara, mengeraskan suaranya. "Tentu saja kamu," ucapan Wira terhenti, untuk melihat reaksi Kiara saat mendengar fakta puluhan tahun lalu. Ya, paruh baya yang selama ini mengintai, dan merencanakan kepergian Kiara adalah Wira. Kiara menggelengkan kepalanya pelan, tida

