Padahal seorang guru paruh baya tengah mengajar di depan teman-teman lainnya pun tengah fokus menulis mencatat rumus soal dari guru botak mata pelajaran matematika tersebut
Fahri sama sekali tak memahami tulisan abstrak apa di papan tulis nya Yang ada pikiran nya terus berputar tentang ucapan satria pada nya tadi
Perkataan satria yang begitu membekas di memori nya, hingga pelajaran membosankan tiba-tiba menghilang
Masa sih Nina, gampangan?
Ucapan satria tadi nya tak masuk akal entah kenapa rasa nya begitu nyata bagi nya, bisa jadi Nina memang jual mahal makan nya dia begitu, ah. Dia kan pernah bilang dia takut pada ayah nya hingga tak berani bilang bahwa anak nya telah berpacaran, bisa jadi dia melanggar aturan ayah nya karena memang dia anak nakal.
Ingatan Fahri melayang di waktu di mana diri nya bisa jadian dengan primadona sekolah, dia ingat waktu itu.
Hujan tengah asik berjatuhan hingga tak ada yang berani menerobos air langit, sebagian murid ada yang di jemput dengan mobil, sebagian menunggu jemputan dana ada yang nekat menembus hujan dengan Montor nya
Tapi hari itu Fahri memakai Montor kesayangan nya seperti biasa, dan sial nya hujan melanda mengingat kan dia, bila anak rupawan itu tengah tak membawa mantel satu pun
Ingin rasa nya memaki keadaan, jika bisa .
Fahri duduk sendiri di sana tanpa seorang pun teman sambil menunggu hujan reda agar dia bisa berlari ke parkiran sekolah dan me-gas Montor Vespa biru kesayangan nya
" Toniton, sayang kamu kehujanan semoga cat mu tak mengelupas" nama Vespa biru di namai toniton adalah Vespa pemberian ayah nya, dia sangat menyayangi Montor klasik itu sampai menamai nya
Fahri terdiam kembali normal, dia tak mau di sangka orang gila meratapi sebuah Montor buntut karena terkena hujan.
" Eh buku mu sudah kau kembali kan"
"Sudah, buku paket kelas 3 kan, mati aku kalau belum mengembalikan nya. Udah semester 2 soal nya, bisa di denda" ujar anak kriwil sebelah nya
Bukan niat ia menguping tapi percakapan anak se-sekolahan nya itu mengingatkan diri nya ada buku paket belum di kembalikan oleh nya
" Matih, aku" tanggan nya menepuk keras-keras dahi lebar nya hingga berbunyi, kedua anak lelaki tengah ber cengkrama tadi melihat ke arah Fahri dengan horor, kenapa anak itu.
Fahri langsung berlalu dari sana segera menembus air hujan sebentar untuk menyebrang ke perpustakaan yang memang rada terpencil dari lainnya
" Untung masih buka" syukur nya beruntung tak mendapati perpustakaan tutup sekarang.
Fahri nampak celingukan ke sana-ke mari, pandangan nya menelisik ke penjuru arah sama sekali tak menemukan sosok penjaga perpus Seperti biasa nya, merasa tak ada orang lain selain diri nya, Fahri memilih berjalan-jalan ke rak-rak tinggi perpustakaan sekolahannya
Beberapa buku Nampak mengusik atensi anak itu, dengan ngasal ia obral Abrik buku-buku tak sengaja dia melihat dari balik rak di balik sana terdapat seorang perempuan tengah membaca buku di kursi tersedia untuk pengunjung perpustakaan membaca, perempuan itu jelas bukan penjaga perpus, dia terlalu muda untuk di bilang penjaga perpus lagian Fahri tahu betul rupa si penjaga
Nampak nya dia anak murid di sini, tapi kelas mana? Selama ia sekolah tak pernah menemui sosok se cantik perempuan ini.
Merasa tak mau menghilangkan kesempatan Fahri segera asal saja mengambil buku tebal di salah satu rak di sana, percaya diri akan dia yang tak jelek untuk mendekati seorang gadis
" Hay, boleh aku duduk di sini" tanya nya sopan pada gadis asing itu
" Boleh silakan ini juga bukan punya ku" kata nya mempersilakan seseorang itu untuk duduk di sebrang meja nya
" Kau sudah lama di sini" ujar nya basa-basi agar mengawali pembicaraan seperti umum nya
" Hemm" Fahri mengulum senyum kecut, tak berhasil, apa gadis ini sedang sari awan, " khem..khe..kmm" nampak kali ini gadis ayu itu melirik ke arah Fahri berkata, " segera ke uks jika sakit" kata nya tanpa ingin melihat, mata indah nya masih asik terfokus ke buku-buku tebal
Semangat dengan apa di ucapkan gadis di depan nya itu, walaupun hanay kalimat pendek eforia yang di dapat nya cukup membuat nya deg-degan,
" Ah, iya.kurasa karena kena air hujan barusan, nanti aku akan ke uks, makasih loh"
' krik...krik..krik'
Untaian kalimat panjang nya sama sekali tak mendapat respon balik dari lawan bicaranya nya, kini ia merasa harus menyerah sama sekali hanya mendapatkan penolakan
Fahri merasa dia sangat lah tak berguna, bagaimana tidak gadis asing ini nampak nya tak tertarik dengan diri nya, apa karena ia basah? Jadi ke tampanan nya luntur, pikir nya ngasal. Mana ada seseorang ke hilang ke tampanan nya hanya kena air hujan, dia bukan wanita dengan make up tebal hingga jika hujan datang mereka panik nya seperti akan kejatuhan meteorit terbesar dari angkasa. Berlebihan.
Atensinya ia alihkan pada buku asal di comot nya, di sana nampak hal sulit yaitu buku tentang biografi tokoh sejarah , ia anak IPS malas bagi nya membaca hal membosankan ini
" Ini siapa juga, aku tak paham"
Fahri menaikan buku nya hingga si wanita di sebrang nya dapat melihat sampul buku di pegangannya, perhatian gadis asing itu tertuju pada sebuah buku di penggang oleh Fahri
" Kau Suka buku itu juga,"
Juga? Fahri tiba-tiba berubah ke heranan apa maksud nya, segera ia balik sampul nya, tertulis di sana 'tokoh-tokoh penemu hebat plus tips karya mereka' begitulah judul dari buku nya, ini kan membosankan
Coba saja deh, tadi dia bilang juga kan, bisa jadi dia fanatik dengan orang cerdas.
" Yah lumayan, mereka hebat-hebat, kau tau ini, penemu listrik Timas Alva Edison tapi dia sempat bersitegang dengan penemu lain nya juga" Fahri menunjukkan sebuah bab biografi seorang ilmuwan pintar di zaman nya.
Tak bisa di pungkiri, Fahri dapat melihat binar-binar ke tertariknya pada isi bacaan yang jika boleh jujur Fahri sama sekali tak pernah kepikiran oleh nya ada seorang perempuan memulai percakapan dari sebuah buku
Jika anak culun boleh lah, dan dia percaya gadis berkacamata dengan kepang dua atau berwajah cupu pasti seorang geek; istilah penyuka sesuatu secara berlebih-lebihan seperti otaku contoh nya atau pengoleksi barang mewah, tapi di depan nya bukan lah perempuan dengan ciri-ciri berikut.
Penampilan modis, wajah bersih nya tak kalah dari pemain filem yang sering ber-silewaran di kanal tv stasiun nasional
Jangan-jangan di depan nya ini artis makan nya tadi dia rada sombong, jaga image jaga image, heboh nya dalam hati menerka nerka siapa gerangan artis yang mirip dia, tapi tak ingat satupun ada artis mirip dia.
" Yah.. emang gak banyak yang suka sejarah temuan dunia" pandang nya nampak kalem membuat hati nya meleleh sekarang.