Tapi nyatanya, tangan Arya berhenti di sana Ada keraguan yang terbaca dari gerakan jemarinya. Arya terdiam sejenak, menatap mata Laras yang sayu di balik kain. Alih-alih membukanya, Arya justru menarik tangannya kembali dan justru mematikan lampu kamar, membuat ruangan itu jatuh ke dalam kegelapan total. "Aku tidak ingin membuatmu merasa tidak nyaman, Laras," bisik Arya di telinganya saat ia mulai menciumi leher Laras. Penyatuan itu terjadi. Jauh lebih emosional dan penuh perasaan daripada sebelumnya. Arya memeluk Laras seolah wanita itu adalah satu-satunya pegangannya di dunia ini. Namun, di tengah desah napas dan peluh yang menyatu, hati Laras justru terasa mendingin. Laras menyadari satu hal yang menyakitkan, Arya sengaja tidak membuka cadarnya, dan Arya sengaja mematikan lampu aga

