"Jadi, Mas membiayai semuanya sendirian tanpa bantuan siapa pun?" Arya mengangguk. "Itu sebabnya aku merasa sangat bertanggung jawab. Dia tidak punya siapa-siapa lagi. Jika aku menyerah, maka dia benar-benar hilang dari dunia ini." Laras menunduk, meresapi jawaban Arya. Di satu sisi, ia merasa iba pada kesetiaan Arya yang luar biasa pada sosok yang kosong itu. Namun di sisi lain, nalurinya mulai bertanya-tanya, baimana mungkin seorang primadona seperti pahlawan yang diceritakan Arya tidak memiliki satu pun orang yang mencarinya? "Kenapa kau bertanya seperti itu?" tanya Arya, kini giliran dia yang menatap Laras dengan rasa ingin tahu. "Aku hanya berpikir, Hidup tanpa akar itu sangat menyakitkan. Tapi Mas sudah menjadi akar yang luar biasa untuknya selama beberapa tahun ini," jawab Laras

