Fajar menyingsing, memberikan semangat baru bagi seisi dunia yang bertemu dengannya. Cahayanya mengintip malu-malu melalui celah gorden, mengusik tidur kedua insan yang berpelukan di ranjang. Tidur ternyenyak setelah banyaknya kepahitan yang mereka lalui bersama. Mengapa ketika semuanya akan berakhir, sekelebat rasa di masa lalu kembali merasuki sanubari? Potongan kenangan yang dulu memudar, menjadi kembali jelas. Aneh, bagaimana bisa sepasang sepasang insan yang dilanda cinta bisa saling melepaskan dan melupakan rasa. Almira menggeliat, mencoba menutupi matanya dengan tangan. Ia tak ingin terbangun, dirinya ingin tenggelam dalam mimpi yang sudah lama tak pernah hadir di dalam tidurnya. Gerakan di sisinya membuat Almira memaksa membuka mata, ingin memastikan sosok yang pergi ke alam mimpi

