bc

Dilema

book_age16+
579
FOLLOW
3.3K
READ
contract marriage
family
love after marriage
pregnant
drama
serious
friendship
faceslapping
polygamy
like
intro-logo
Blurb

Bertemu dengan Edward Sandjaja adalah satu keberuntungan atas seribu kesialan yang Keysha miliki. Gadis yang awalnya dijual oleh ibu kandungnya sendiri ke Club malam, akhirnya bisa merasakan udara bebas atas bantuan dari Edward. Cinta kian mengembang diantara mereka, membuat perahu kecil yang mereka naiki menjadi sebuah bahtera yang harus ia jaga seumur hidup, hingga sebuah kebenaran antar Keysha dan Ayah tiri Edward terungkap, juga kembalinya Maura –gadis yang pernah Edward cintai- ke kehidupan Edward membuat semuanya kacau.

Haruskah Keysha bertahan, atau pergi yang jadi pilihan?

chap-preview
Free preview
Satu ; Dibuang?
“Katanya … rumah adalah tempat ternyaman untuk pulang.” Keysha menhapus air matanya, berusaha untuk tidak lagi menangis. “Tapi , kenapa saat aku pulang aku lebih ingin menghilang?” Tasya semakin murka, “Kamu anak yang tidak tau diri, sejak kecil Mama biayain kamu, susah-susah Mama hidup sama kamu, dan beraninya kamu bicara seperti itu sama Mama, hah?!” “Mama…” Keysha hanya semakin meringkuk, terkadang Keysha berpikir apa benar kalau ia adalah anak kandung sang Mama? Sejak kecil ia terus mengalami kekerasan juga caci dan maki. Key tidak pernah boleh menangis tapi juga tidak pernah boleh tertawa lebar. “Key, bahkan Papa kamu aja gak mau terima kamu, cuma mama yang mau terima dan rawat kamu sampai sebesar ini! Papamu sedang bahagia bersama keluarga barunya, dia gak mikirin kamu, Key. Gak Pernah!” Keysha tidak pernah bisa melawan mamanya, hatinya sakit melihat mamanya menangis, tapi Keysha juga manusia. Sekalipun sering dicaci maki, hatinya tetap terbuat dari daging dan darah. “Key nurut mama, yah. Malam ini, Key siap-siap yang cantik. Baju Key udah Mama siapin di kamar. Nanti Key Mama kenalin sama Tante Lidya. Pemilik club yang butuh karyawan, Mama punya hutang sama Tante Lidya.” Key masih terduduk diam. Ia sudah putus sekolah saat dibangku menegah pertama. Key juga selalu membantu ibunya kerja paruh-waktu, tapi kenapa Key merasa ia akan dibuang dan dijual? “Key ngapain Ma di sana?” “Key jadi waitress di sana, seperti pelayan, tapi kerjanya malam. Gapapa ya, Key?” Key selalu bahagia saat wanita yang melahirkannya berbicara dengan lembut, juga membelai kepalanya. Gadis itu mengangguk. Walau ia belum tau kemana dan seperti apa tempat Tante Lidya. Yang Keysha tau, perjalanan hidup mamanya sangat pahit dan susah apalagi harus merawat dan membesarkannya seorang diri, bekerja dari pagi hingga malam jadi apapun hal yang bisa ia lakukan untuk meringankan pundak mamanya pasti akan ia lakukan dengan senang hati. * “Ini Keysha anakku.” Wanita di depan Keysha memindainya, mengukir senyuman samar. Keysha terus berusaha menarik sedikit roknya agar setengah pahanya tertutup. Keysha tidak terbiasa dengan pakaian yang super terbuka seperti ini. Sangat memalukan, walaupun bagi kebanyakan anak muda gaun setengah paha dengan punggung dan d**a terbuka itu biasa saja, tapi bagi Key yang selalu berpakaian sopan ini membuatnya risih. “Kamu yakin, Sya? Kamu tidak akan bisa bertemu dengan anak kamu lagi setelah memberikan anak kamu ke sini.” Sesaat Keysha linglung, “Ma?” “Key, kalau kerja di sini, Key harus tinggal di sini sama teman-teman yang lain. Key aman kok di sini.” Tasya tersenyum menenangkan. “Terus Mama gimana? Nanti yang masak buat Mama siapa? Yang ngurusin Mama siapa kalau Key gak di rumah? Keysha terus saja bertanya, hatinya sangat berat untuk berpisah dari sang Mama. Selama ini semua keperluannya selalu Keysha yang menyiapkan. Lalu bagaimana jika Keysha harus bekerja tanpa bisa pulang ke rumah? “Gak apa-apa, Key. Mama bisa kok merawat diri Mama sendiri. Nanti sebagian gaji Key di sini bakal dikirim ke Mama juga kok.” Gadis yang belum genap berusia tujuh-belas tahun itu mengangguk. Ekspresinya sedikit murung, tapi tetap tidak menggoyahkan hati wanita yang selama ini merawatnya. Perasaannya tidak nyaman, tapi ia juga tidak ingin membuat ibunya malu dan murka. “Tante, di sini nanti Key kerja apa?” Keysha menatap wanita bergaun merah di hadapannya. “Kamu tau ‘kan ini club malam, pastinya di sini kamu akan menjadi pe-“ “Pelayan, Key.” Tasya memotong ucapan Lidya, “Kan, tadi Mama sudah bilang di rumah kalau di sini kamu bakal jadi waitress.” Tasya melirik pada Lidya, “Iya, ‘kan, Mam?” “Iya, kamu di sini sebagai pelayan. Nanti ada kamar untuk kamu dan seragam. Jam kerja kamu nanti juga akan di infokan lebih lanjut.” Tasya tersenyum, “Ya sudah kalau gitu Mama pulang dulu ya. Kamu kerja yang baik di sini. Jangan nakal ya.” Keysha hanya mengangguk lemah, matanya panas, hidungnya astringen. Ibunya berdiri, bersalaman dengan Lidya lalu tersenyum pada putrinya. Keysha ikut berdiri lalu menubruk wanita yang selama ini merawatnya. “Mama jaga diri baik-baik ya, jangan telat makan. Jangan tidur larut malam, jangan banyak minum alkohol dan merokok ya. Keysha sayang banget sama Mama, kalau mama ada waktu sesekali tolong telfon atau kalau Mama gak sibuk tolong jenguk Key, ya.” Setetes air matanya mengalir dari netra kelabunya, bahkan ibunya juga ikut menangis sesenggukan memeluk Keysha juga mengusap lebut pipinya. “Iya, Key. Kamu juga disini jangan nakal, ya. Yang nurut sama Mami Lidya.” Tasya mengusap pipi putrinya yang basah. Keysha hanya mengangguk, enggan melepaskan tangan ibunya. Selama ini ia hanya hidup berdua dengan ibunya, walau susah dan ia harus putus sekolah juga bekerja di mana-mana, tidak pernah ia mengeluh. Tapi kali ini rasanya hatinya patah. “Mama pulang dulu, ya. Semangat anak kesayangan Mama.” Keysha mendongak, ini kali pertama ibunya berkata menyayanginya. Gadis itu tersenyum, air matanmya semakin berjatuhan tapi ia bahagia. Akhirnya ia tau bahwa ibunya juga menyayanginya. Tangannya melambai-lambai saat mengantarkan ibunya pergi, sayangnya Keysha hanya boleh mengantar sampai pintu utama saja, tidak boleh melebihi gerbang club tersebut. * Sejak diantar ke kamarnya Keysha hanya terduduk diam, dia masih tidak mengerti tempat apa ini? Keysha tau café dan restaurant karena ia pernah bekerja paruh waktu di sana tapi Key tidak mengerti tata cara bekerja di club malam. Terlalu berisik, telinganya terasa pengang bahkan untuk beristirahat menutup mata saja susah. Keysha hanya berharap dengan bekerja di sini bisa sedikit meredakan beban ibunya. “Hey, kamu. Siapa nama kamu?” Key berjengit kaget, Lidya tiba-tiba saja sudah ada di kamar barunya. Buru-buru ia menunduk sopan agar tidak dianggap kurang ajar. Kira-kira itulah yang di ajarkan ibunya dulu. “Sa … saya Keysha, Tante.” Keysha menjawab sopan. “Oke, Key. Saya Lidya, kamu bisa panggil saya Mami Lidya seperti penghuni lain. Lalu, karena kamu baru saja datang hari ini, kamu bisa beristirahat dulu dan bekerja besok.” Jelas Lidya sambil mengamati gadis blasteran di depannya. Keysha hanya mengangguk patuh. “Baju-baju kerja kamu akan dikirim sama anak buah Mami, ingat jangan coba-coba kabur dari sini atau Mama kamu bakal gantiin kamu di sini.” Mendengar nama Sang Ibu di sebut, Keysha menggeleng, “Jangan, Tante. Key juga gak akan lari dari sini. Key bakal betah-betahin jadi pelayan di sini.” “Oke, good choice. Peraturan di sini sederhana, jangan membuat gaduh dan harus patuh, tidak patuh artinya kamu akan di hukum.” “Setiap pagi beberapa penghuni berkumpul untuk masak atau makan bersama, tidak wajib tapi jika ingin membangun hubungan baik kamu bisa bergabung.” “Jam kerja mulai dari jam 7 malam sampai jam 4 pagi, ada seragam khusus. Dilarang keluar dari gerbang club ini apapun alasannya atau jika nekat akan dianggap melanggar aturan. “Dan terakhir, tidak boleh menolak tamu apapun alasannya. Tamu adalah Raja. Kamu akan saya letakkan sebagai pelayan eksklusif, melayani tamu-tamu yang spesial. Jadi, jangan mempermalukan saya.” “Kalau kamu butuh sesuatu, kamu bisa menemui saya di lantai 3. Selama kamu berperilaku baik, Mami juga akan baik. Oke?” Keysha mendengarkan semua dengan seksama, dan mengangguk setiap kali Lidya bicara tanda ia memahami dan akan mematuhinya. Wanita berambut ikal sepunggung itu melangkah pergi meninggalkan kamar Keysha, gadis itu semakin memantapkan hati untuk menetap di club malam ini agar ibunya tidak mengalami kesulitan.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.9K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.4K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.1K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
31.0K
bc

TERNODA

read
199.2K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
68.2K
bc

My Secret Little Wife

read
132.3K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook