Pelampiasan Amarah

1570 Words
Tia membalas ciuman Digta dengan memburu dan saling bertukar lidah, Digta meraba dan meremas p******a Tia, desahan Tia mulai terdengar, dengan senyum Digta melepas pakaian yang di kenakan Tia dan terlihat 2 gundukan putih berbalut bra berwarna biru, dengan penuh gairah, Digta makin meremas p******a dan mengeluarkan satu p******a dan di m**nkan dengan gemas, Digta membuat tanda percintaan di tubuh tia, di beberapa bagian tubuh Tia, Digta membuka kaosnya juga yang terasa mulai gerah, padahal di kamarnya sudah di nyalakan AC. Bra Tia di lepaskan Digta, dan terlihat 2 p*******a tanpa wadahnya, dengan gairah Digta n****n saling bergantian, tangannya mengusap seluruh bagian tubuh, Digta mulai melepaskan celana yang di pakai Tia, dan terlihat Daleman berwarna biru berenda, Digta di buat makin b*******h dengan penampakan depan matanya, kejantanannya pun mulai sesak di dalam celananya, Digta juga melepaskan celananya dan terpampang boxer dengan sesuatu yang terlihat menegang di dalamnya. Digta terus mengusap tubuh Tia, mengusapnya dan sampailah pada v****a tia, Tia menggeliat dan mendesah dengan tindakan Digta. Digta melepaskan Daleman berenda itu, dan Tia sudah polos tanpa sehelai benang pun, Digta turun ke arah v*****a Tia memainkan k*******s Tia sambil menjilat ya keluar masuk, desahan dan geliat terdengar sangat b*******h. "Digta hayo udah gak tahan" eluh Tia meminta. Digta melepaskan boxernya dan terlihat kejantanannya menegang, Digta kembali mencium bibir Tia, dan membuka v******a nya Tia, perlahan Digta memasukkan kejantananny. " Aaahhh" desah Tia. Digta memaju mundurkan pinggulnya, melihat Tia yang menikmati permainan mereka. Mencium bibir Tia dan lehernya sambil terus menggerakkan pinggulnya. "Ahh sayang.." erang Digta Digta merubah posisi berc*****a mereka, kini Tia di posisi w*****n o* t**p, menggoyangkan pinggulnya, sambil mencium Digta dan n*****n p*******a Digta, Digta makin di buat nikmat oleh Tia. Beragam gaya berc*****a mereka lakukan untuk memuaskan nafsu mereka, desahan demi desahan terdengar di ruangan, tubuh mereka pun sudah di penuhi keringat. "Digta aahhh" desah Tia "aku mau keluar Dig" ucap Tia "Sebut nama aku lagi sayang"desah Digta "cepat digta... Aaaahhhh aku mau keluar" desah Tia Digta terus menggoyangkan pinggulnya. "Ke lu ar ber sa ma"ucap Digta terbata Dan terdengar desahan nikmat bersama, Digta menyemburkan sp*****a di dalam v******a Tia, dan berbaring di samping di samping Tia, mereka menghembuskan nafas lelah, dan Digta terus mencium bibir Tia. "Makasih " ucap Tia mengusap pipi Digta "I love you " balas Digta Tia tersenyum mendengan ucapan Digta, karena lelah mereka tidur dalam kondisi hanya di tutupi selimut, Digta tidur memeluk Tia. Alarm handphone Tia berbunyi mengangetkan Tia, Digta yang di sampingnya masih lelap tertidur atau sebenarnya pura-pura tidur, Tia terbangun tetapi mengabaikan bunyi alarm. Dia membalikkan tubuhnya dan menatap wajah Digta yang sedang terlelap. 'ya ampun Digta seksi juga ya ternyata begini, padahal 2 tahun lebih bareng-bareng gak pernah ngeliat Digta begini' batin Tia " Udah selesai mandangin gue" tanya Digta dengan suara serak yang terdengar dengan mata terpejam Tia kaget dan kembali membalikkan tubuhnya, tiba-tiba Tia merasakan di balik b******gnya ada yang menegang, Tia terkejut di tambah p********anya kembali di raba, membuat Tia b*******h, Tia merasa ingin lagi merasakan pergulatan percintaan dengan Digta, merasa candu padahal baru sekali dia melakukannya. Tia menggigit bibir bawahnya menahan desahan yang tertahan, tapi gagal ketika Digta membalikkan tubuhnya mencium bibir yang dirinya tahan akan desahan nikmat perlahan n*******n p*********a Tia, Tia makin terbuai dengan perlakuan Digta, d tambah tangan digta mengusap k********s Tia, dan dengan nakal memasukkan jarinya ke dalam v******a Tia, Tia bergelimjang dan mendesah terus menerus, di rasa sudah pas dengan f*********y Digta mengarahkan kejantanannya yang sudah menegang ke arah v*******a Tia, mengerakkan maju mundur, Digta ikut mendesah sambil mencium bibir Tia. "Ahh sayangku" ucap Digta meremas p*******a Tia "Ehmmmm terus Digta" pinta Tia Digta mengangkat 1 kaki Tia di bahunya, dan terus menggerakkan kejantanannya maju mundur. Mereka mulai mengeluarkan keringat karna percintaan mereka yang begitu b*******h padahal di kamar Digta sedang di nyalakan AC ny. "Aaaah Digta...terus Digta..."pinta Tia meracau, entah mengapa Tia merasa ketagihan dengan permainan Digta. "Iya sayang..nikmatin sayang..luapin semua sayang" ucap Digta sambil terus menggerakkan pinggulnya "Dig ta ak u ma u ke lu ar" ucap Tia terbata "Aaaahhh sayang bersama" balas Digta. Digta makin cepat menggerakkan pinggulnya, dan kembali erangan kenikmatan di dengar bersama. Digta melemas dan jatuh di pelukan Tia. Digta mengecup kening Tia, dan mengusapnya. Tak terasa sudah pukul 9 pagi, Tia bangun dari kasurnya menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, Digta masih tertidur pulas. Dengan bertelanjang Tia memungut pakaiannya akibat pergulatan panas, lalu memakaikan selimut di tubuh Digta yang telanjang juga dan berjalan ke arah kamar mandi. Di kamar mandi Tia terkejut menyadari tanda merah di beberapa bagian tubuhnya, makin terkejut hampir di seluruh tubuhnya ada tanda merah. 'wah gila nih Digta, udah kaya stiker badan gw ya Allah' batin Tia tertawa. Tia melanjutkan mandinya karna merasa lengket tubuhnya. Digta terbangun meraba kasurnya, buka mata sebelah dan terkejut tidak ada Tia, tapi saat terdengar bunyi shower dalam kamar mandinya, Digta bangun dari kasurnya mengambil air putih di atas nakasnya dan meminumnya, Dikta mencari celananya, setelah ketemu dia pakai dan berjalan ke kamar mandi, pikiran nakal menghampiri otaknya. Saat ingin menggedor pintu kamar mandinya, Tia membuka pintu, terkejut dengan keberadaan Digta. " Kenapa ?" Tanya Tia "Kok udah selesai " jawab Digta sambil tersenyum " Kan cuma mandi, bukan bertapa " canda Tia sambil berlalu melewati Digta. Digta menarik tangan Tia dan memeluk Tia dari belakang, " Masih sedih ? Matanya bengkak banget " tanya Digta di barengi menaruh wajahnya di bahu Tia. Tia memegang wajahnya "emang keliatan banget " Di jawab anggukan oleh Digta. "Duh gimana gue keluar kamar lu ? Pasti Bi Ummi udah di dapur" khawatir Tia "Tenang aja, udah ak atur rumah ini hanya ada kita berdua" jawab Digta masih memeluk Tia "Lho pada kemana emang" tanya Tia sambil membalikkan badannya " Gue suruh Bi Ummi dan yang lainnya libur, termasuk Juni, gue pengen hari ini berduaan aja sama lu " jawab Digta sambil mengkerlipkan sebelah matanya. " Gak apa-apa emang ? " Tanya Tia " Emang gak mau berduaan " tanya Digta. " Ehm.. lebih tepatnya gak pengen keliatan kita begini" jawab Tia sambil berjalan ke arah kasur bekas pergulatan mereka berdua. Dikta membalikkan tubuh Tia, lalu mengecup kening Tia. " Aku mandi dulu ya, jangan kemana-kemana" perintah Digta "Oke" jawab Tia seadanya. Setelah membereskan kamar, Tia keluar kamar Digta, Tia sepertinya lupa dengan pesan Digta. Tia berjalan santai ke arah dapur, karna merasa hanya ada dirinya dan Digta. Tia merasa lapar setelah menangis semalaman dan bercinta penuh gairah dengan Digta. Tapi ternyata sampai dapur sudah tersedia makanan di meja makan. Tia mengambil air putih untuk dirinya minum, dan duduk di meja makan. Tia kembali mengingat antara dirinya dan Julian. Tia mencari keberadaan handphone nya dan teringat handphone nya tertinggal di rumahnya, ketika ingin Bangkit dari duduknya dan ingin berjalan pulang ke rumah, Digta sudah berjalan ke arah dapur. " Ngilang-ilangan Mulu kamu" ucap Digta sambil mengecup kepala Tia "Lupa " balas Tia mengingat perintah Digta sambil terkekeh Digta duduk di samping Tia, dan dengan santai mengambil minum dari gelas yang Tia minum, Tia tidak menyadarinya. "Ehm gue pulang dulu ya ke kontrakan, handphone gue ketinggalan" ucap Tia "Ngapain, disini aja"perintah Digta. "Takut Jeje pulang ke rumah gak ada gue" jawab Tia "Ya udah nanti aku Anter" ucap Digta sambil melihat-lihat makanan di meja "Sebentar aja kok, abis itu balik lagi kesini" mohon Tia "Iya nanti aku Anter" ucap Digta Tia menghela nafas rendah, melihat kelakuan Digta. Digta yang mandiri mempersiapkan sarapan untuk dirinya dan untuk Tia tanpa Tia menyuruh, Tia yang tidak nafsu makan, hanya makan beberapa suap, dan memperhatikan Digta, wajahnya yang terlihat tampan di matanya, tubuhnya yang cukup atletis, dan ada sedikit sixpack di bagian perutnya lalu mengingat percintaan mereka berdua, membuat Tia malu sendiri sambil senyum-senyum. " Aku tampan ya, sampe kamu semyum-senyum lihat aku" ucap Digta santai sambil makan Tia baru menyadari kata aku dan kamu di antara mereka berdua. "Gak kok, heran aja sama lu, kok lu mau sama gue perempuan bersuami" heran Tia "Aku bilang di awal, aku menyukai kamu tanpa melihat apapun tentang kamu, di pikiran dan hati aku, hanya kamu aja" jawab Digta sambil terkekeh " Dih gombal" canda Tia. Digta terkekeh dengan jawaban Tia. Tia akhirnya sampai rumahnya, masih dalam keadaan sepi, Digta menunggu di teras rumahnya. Di cari handphonenya, tidak ada notifikasi apapun. Tia mencoba menelepon Julian, tersambung tetapi tidak ada respon. Sambil duduk di kasur Tia lemas dengan keadaan dirinya dan rumah tangganya. Tia menelepon ibunya, menanyakan keadaan Jeje, dan dapat kabar semua baik-baik saja dari ibunya, Tia masih menutupi keadaan rumah tangganya, saat ibunya menanyakan keadaan Julian. Tia berbohong, agar ibunya tidak khawatir. Digta menunggu lumayan lama, dan akhirnya mencoba menelepon Tia, karna Digta tidak ingin ada salah paham ketika dia memasuki kontrakan sederhana Julian dan Tia. Dering pertama dering kedua dan terus berlanjut hingga dering berikutnya Di sisi lain, Tia yang masih menangis lupa bahwa Digta menunggunya, dia merasakan getar handphonenya, dan baru tersadar dengan Digta. Tia usap tangisannya, dan menghampiri Digta. Tia terlihat keluar dari rumahnya dan kembali mengunci pintu, saat di hampiri, mata Tia terlihat merah seperti habis menangis, ingin Digta memeluk Tia, tapi dirinya menyadari keberadaan mereka dimana. Mereka kembali ke rumah Digta, sesampainya Tia hanya diam, dan mulai menangis kembali, Digta dengan gerakan cepat memeluk Tia, dirinya merasakan perih melihat Tia yang menangisi keadaan dirinya sendiri. Sampai tak terasa Tia tertidur dalam pelukannya. 'aku akan lakukan dan gantikan segalanya agar kamu bisa tetap terlihat bahagia' batin Digta sambil mengusap pipi Tia.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD