Jangan Pergi !

1606 Words
Hari berganti hari, kehidupan Tia mulai di lalui dengan tertati-tatih dengan kondisi masalah rumah tangganya, Digta yang mengetahui lebih banyak memberi keringanan pada pekerjaan Tia. Selain Digta tidak ada yang mengetahui permasalahan Tia. Tapi sedikit bahagia Digta bisa satu langkah dekat dengan Tia, bisa memeluknya ketika dia ingin, tanpa ada penolakan dari Tia. Tia mencari tau keberadaan Julian, Tia mencoba bertanya kepada Digta apakah Julian masih bekerja di perusahaan pusat, karna pekerjaan Digta sibuk, Digta belum memberikan kabar apapun, Digta ingin menyuruh Juni, hanya saja di larang Tia, karna Tia tidak ingin masalah rumah tangganya di ketahui banyak orang. "Ngerjain apa ?" Tanya Digta "Ini tadi di suruh ketik laporan sama Juni pak" jawab Tia tanpa menoleh "Juninya kemana ?" Tanya Digta "Nemuin pacarnya sebentar katanya, nanti dia pulang, dia yang gantiin saya pak" jawab Tia tanpa menoleh juga. " Kalo lagi berdua biasain panggil nama aja" ucap digta sambil mengusap punggung Tia. "Hih apa sih pak, ganggu konsentrasi deh" ucap Tia menggeliat. "Ke kamar aja yuk, biar bisa konsentrasi" bisik Digta nakal Tia menoleh sambil memukul ringan tangan digta, " Hih apa sih lu Digta" ucap Tia kesal Digta terkekeh lalu meninggalkan Tia. Tak berapa lama Digta dapat notifikasi chat dari seseorang, Digta bergegas pergi dan pamit seadanya dengan Tia. Digta sampai di suatu tempat, menuju ruangan sesuai dari chat tadi. "Lu masih punya muka Jul "tanya Digta dengan nada kesel "Maksud lu apa Dig ? Gue sampe di bawa kesini sama pimpinan, gue pikir ada hal penting" ucap Julian. "Gue di sini salah satu yang punya andil besar dalam perusahaan, lu tau itu kan" balas Digta sambil duduk di sisi sofa "sini duduk, mau bahas sesuatu gue" perintah Digta Julian duduk mengikuti perintah Digta. " Lu baik-baik aja ?" Tanya Digta menelisik " Gue baik-baik aja kok dig" jawab Julian santai. " Tia gimana ? Kok gak ada kabarnya ya ? Udah seminggu ini gak kerja, gue sempet ke rumah lu tapi sepi" bohong Digta ingin mengetahui jawaban Julian. Julian terdiam cukup lama " emang gak ngabarin lu Dig " tanya Julian kembali "Ngabarin apa ?" Tanya Digta mencari tahu "Tia ngurusin Jeje dulu, karna ibunya lagi sakit udah beberapa hari ini, dan gue skrng juga tinggal di mess perusahaan karna lebih dekat sama kerjaan" jawab Julian santai Digta berdiri menahan kesal karna Julian berbohong, Digta menyadari bukan wilayahnya ikut campur urusan rumah tangga antara Tia dan Julian. "Oke, lu gimana di perusahaan pusat ? " Tanya Digta meredakan emosi "Baik kok, hari ini gue di kontrakan, maen aja ya, kita ngopi-ngopi lagi " ucap Julian dengan senyuman. "Oke" jawab Julian seadanya. Perbincangan Julian dan Digta hanya sesaat, Digta menahan amarah melihat Julian yang berbohong, mengingat betapa menderita Tia dengan keadaan rumah tangganya, membuat Digta gelisah. ' gue bisa bahagiain lu Tia, gua gak akan buat wajah lu terlihat rapuh dengan keadaan' batin Dikta membayangkan Tia. **** Sesampai di rumahnya, Digta melihat Tia terlelap di depan pekerjaannya. Digta ke kamar mengambil selimut dan kembali menghampiri Tia, saat kembali Tia mulai tersadar dan mengerjakan pekerjaannya sambil terkantuk-kantuk. Digta tertawa kecil melihat kelakuan Tia, di hampiri ya dan di pakaikan selimut, seketika itu juga, Tia tertidur kembali. Sudah 3 hari Tia tidur di rumah Digta, Tia beralasan ketika di kontrakan hanya rasa sedih yang di rasakan. Digta selalu menemani Tia apapun kondisinya. Tidur di samping Tia ketika Tia menangis mengingat rumah tangganya. Iba, peduli dan rasa sayang Digta ikut merasakan perihnya rasa sakit yang Tia rasakan, sampai Digta merasa iri dengan Julian, bisa mendapatkan rasa cinta sedalam itu dari Tia. Pagi hari Tia sudah rapi dan wangi, padahal hari itu weekend, Digta yang baru banget selesai mandi, terlihat seksi yang hanya pakai celana santai pendek, terlihat sedikit lekukan sixpack di perutnya, Tia sampai menelan ludahnya melihat tubuh Digta. Digta yang menyadari dirinya di perhatikan Tia menoleh ke arah Tia. Tia yang sadar di hampiri Digta salah tingkah di buatnya, Tia berpura-pura menyibukkan dirinya sendiri. Digta memeluk Tia dari belakang " terpesona ya liat aku" ucap Digta percaya diri. "Ehm gak kok"bohong Tia tersipu malu Digta mengecup kepala Tia lalu meninggalkan Tia. Tia menghela nafas rendah. 'anjir bisa mati gue karna Digta, gw takut aja di bikin b*******h lagi, ampun deh Digta tuh bikin ketagihan sebenernya' batin Tia sambil memukul kepalanya Digta memanggil Tia untuk makan bersama, sejak kejadian percintaan mereka, Digta selalu menyuruh para asistennya libur tiap weekend, karna Tia lebih banyak waktu pada saat weekend berdua Digta. "Digta bi ummi gak Dateng ya ?" Tanya Tia sambil menatap seluruh ruangan "Aku liburin kan" jawab Digta santai "Jadi aku gantiin bi ummi nih weekend ini"tanya Tia. "Maksudnya" tanya Digta kembali "Iya tugas bi ummi aku yang kerjain" jelas Tia. Digta berdiri sambil berbisik di telinga Tia "tugas kamu itu puasin aku di ranjang kalo weekend" Tia terkaget dan reflek memukul perut telanjang Digta. Digta terkekeh dengan sikap Tia, tapi memang Tia sadari percintaan dengan Digta bikin candu dan menginginkan lagi, tapi di tepis Tia, karna tidak ingin sesuatu yang berlebihan dengan Digta. Digta pun makin lebih perhatian dengan Tia, segala tindakan Digta begitu sangat baik. "Tia, aku udah ketemu Julian" ucap Digta sambil duduk di meja makan "Masih kerja kah dia Dig ?" Tanya Tia antusias Ada sedikit sedih di hari Digta ketika melihat antusiasme Tia. "Iya masih kerja dia" jawab Digta sedikit malas "tapi dia gak jujur sama masalah rumah tangganya, malah bilang nanti sore dia pulang " ucap Digta jujur "Hah yang bener ?" Tanya Tia sedikit seneng "ya udah gue pulang dulu deh, takut Julian sampe rumah gue gak ada" ucap Tia sambil beranjak dari tempat duduknya. Digta menarik tangan Tia, dirinya berdiri memaksa Tia untuk berada di hadapannya. Dengan cepat digta mencium bibir Tia dengan ganas hingga membuat bibir bawah Tia berdarah, terus mencium Tia, Tia berusaha menolak dan mencoba mendorong Digta, tapi kekuatannya tidak sebanding dengan Digta, ciuman penuh gairah tiba-tiba Digta lepas, "jangan pergi, tetap di sini" pinta Digta memejamkan matanya sambil menyatukan keningnya di kening tia. Tia bingung harus berbuat apa, Tia reflek mencium bibir Digta, ingin memberi tahukan bahasa tubuhnya menginginkan Digta, seketika juga dia melupakan keinginan ingin pulang ke rumahnya, hanya Digta di hasrat nya. Digta menaikan Tia di meja makan, mereka mulai hanyut dalam percintaan mereka, tubuhnya sudah mengeluarkan keringat, mencium leher Tia, desahan demi desahan terdengar, mereka melupakan segalanya, hanya mereka di depan mata mereka. Digta membuka kaos Tia, terpampang 2 gundukan yang tertutup bra berwarna hitam, Digta meremasnya dengan sangat agresif, Digta begitu menginginkan Tia, lagi dan lagi hanya Tia, melepaskan bra-nya, terlihat p*********a tanpa wadahnya, Digta n****n bergantia, begitu menginginkan Tia, Tia terus menggeliat dan mendesah dengan perlakuan Digta. Meraba kaki Tia, Digta membuka celana Tia, terpampang tanpa busana Tia, membuat Digta makin b*******h, kejantanan Digta pun sudah tegang, Digta membuka celananya, dan memainkan kejantanan di k******s Tia, dia mendesah, dan terpukau dengan kejantanan Digta. Akhirnya kejantanan Digta di masukkan ke dalam v******a Tia. Tia memaju mundurkan pinggulnya. Tia memegang bahu Digta menikmati permainan Digta, Digta melepas kejantanannya dan merubah posisi d****y s******e. "Aaaahhhh Digta.. aaaahhhh sayang" ucap Tia sambil mencoba meraih pinggul Digta. Digta yang mendengar kata sayang dari Tia, makin mempercepat pinggulnya. Berubah posisi duduk Tia di atas Digta, Digta mendesah, "Come on beib i want you" sambil memegang pinggang Tia. "Sayang aku mau ke lu ar" ucap Tia terbata Mereka sudah mandi keringat, saat ingin sampai puncaknya, Digta merebahkan Tia di atas meja. "Aku juga sayang" ucap Digta Sambil meremas p*********a Tia Digta mempercepat gerakannya. " Aaaaaaaahhhhhhhhh" erang Tia dan Digta bersama. Digta kembali menyemburkan s*******Anya di dalam v*******a Tia. Digta terkulai lemas dan duduk Di depan tubuh Tia yang sama juga terkulai lemas. Setelah di rasa Digta mulai segar, Digta mendekati Tia, membangunkannya, dan kembali mencium bibir Tia, Tia hanya tersenyum, dan meninggalkan Digta menuju kamar mandi. Digta merasa onfire melihat tubuh Tia yang meninggalkannya, Digta mengikuti Tia ke kamar mandi, dan kembali mereka bercinta memuaskan hasrat mereka berdua. Jam menunjukkan pukul 8 malam, Digta dan Tia masih terlelap tidur, terdengar dering telepon, membuat Digta bangun. " Halo " jawab Digta " Lho Tia mana Dig ? Kok lu yang jawab" tanya seseorang di seBerang sana. Digta melihat siapa penelepon nya, tertera tulisan suamiku, Digta sedikit terkejut. "Tia lagi keluar Jul sama Juni, " Jawab Digta berbohong "Oh kalo udh pulang tolong sampein gue di kontrakan ya, gak bisa lama, kudu balik ke mess kerjaan gue Lagi banyak" ucap Julian di seberang sana " Oke" singkat Digta Sambungan telepon pun terputus. Digta melihat Tia tertidur sangat pulas, ada senyum tergambar di wajah Digta, mengingat percintaan yang membuatnya ketagihan lagi dan lagi, dengan tidak tega Digta mencoba membangunkan Tia. " Sayang..sayang.. bangun, tadi Julian telepon" ucap Digta sambil berusaha membangunkan Tia " Julian ?" Tanya Tia serak mata masih terpejam " Iya Julian suami kamu" jawab Digta lagi Tia tiba-tiba menyegarkan matanya, " ngapain dia telepon" panik Tia Sambil terkekeh " Julian bilang sedang di kontrakan kalian dan gak bisa lama" Sambil bangkit dari tempat tidur Tia buru-buru membenahi dirinya, saat ingin keluar kamar Digta, Digta menarik tangan Tia. "Pelan-pelan aja" ucap Digta Tia mengangguk " Aku ikut ya, jaga-jaga aja" ucap Digta meminta Tia kembali mengangguk lagi Sampai di Rumah kontrakan Tia, pintu rumah sudah terbuka, menandakan kebenaran kehadiran Julian, Digta seperti biasa menunggu di teras rumah. Tia mengucapkan salam, Julian duduk sambil melihat televisi. " Julian, kamu kemana aja" ucap Tia sambil mendekati Julian, berusaha Salim tangan Julian tapi di acuhkan julian Julian terdiam, lalu memberikan map besar berwarna putih. Bertuliskan PENGADILAN AGAMA "ini apa ?" Tanya Tia bingung "Kamu baca aja sendiri " jawab Julian singkat Tia membuka map-nya, dan bertuliskan PERMOHONAN CERAI antara Tia dan Julian.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD