Episode 1
Aku berhasil menangkap seekor ikan mas berwarna kuning tua, di tepi danau yg airnya begitu jernih dengan bebatuan di sekeliling tepi danau, membuatku merasa aman berada di ketepian. Setelah aku berhasil menangkapnya, aku segera bergegas pergi namun tiba-tiba kaki ku tergelincir hingga jatuh dan tenggelam ke tengah danau
Sungguh aku tak bisa berenang, aku hanya menangkap ikan di tepi danau yang dangkal. Entah bagaimana aku bisa jatuh dan terseret ke tengah danau yang dalam
Aku masih bisa mendengar seseorang melompat ke danau dan meraih tanganku, membawaku ke tepi danau, menyelamatkan aku dari kematian yang menyedihkan. Aku hanya tenggelam beberapa menit saja dan aku tak pinsan ketika aku sudah di daratan, hanya batuk-batuk dan berusaha bernafas dengan baik.
"Syukurlah aku gak terlambat nyelamatin kamu" ucap seorang laki-laki sambil menatapku yang masih batuk-batuk
Aku menoleh padanya dengan heran "Aku gak liat kamu tadi, tapi kamu bisa tau aku tenggelam disini ?" jawab ku penuh tanya
Dia hanya tersenyum kemudian mengajak ku mampir ke rumah nya dan aku pun menerima ajakan nya.
"Kita udah nyampe.." kata laki-laki itu setelah berjalan beberapa meter dari danau."
"Nyampe?" aku menoleh padanya sambil mengerutkan dahi
"Rumahku disana" Sambil menoleh & menunjuk ke atas "Dan itu tangganya"
Aku menoleh ke atas dan belum sempat aku menjawab, aku langsung di ajak menaiki tangga yang terbuat dari kayu. Sesampainya di rumah pohon aku melihat design rumah itu sungguh begitu indah & nyaman, lalu aku & seorang laki-laki pemilik rumah pohon yg sekaligus org yg telah menyelamatkan ku duduk santai di kursi balkon. Pemandangan nya terlihat jelas, bahkan danau tempat ku tenggalam tadi pun terlihat jelas disini. Aku mulai mengerti bagaimana dia tau ketika aku tenggelam di danau.
"Sumpah ini pertama kalinya aku liat rumah pohon, bahkan sampe merasakan suasana nya.. Keren banget" ucap ku takjub
"Bukannya ini keinginan kamu sejak kecil yg sampai saat ini belum terwujud ?" Tanya laki-laki itu semakin membuatku bingung. "Setidaknya sekarang kamu bisa merasakan nya, melihatnya, menaiki tangga menuju ke rumah pohon & merasakan suasana nya.. Apa sekarang kamu merasa bahagia?
Aku semakin di buat nya bingung dan penasaran. Bagaimana mungkin orang lain tau keinginanku sedetail itu ?? Aku menoleh padanya dan mulai menatapnya "kamu siapa??" Tanyaku singkat
Dia hanya tersenyum polos kemudian mengelus rambutku. "Aku Reka...." jawab nya sambil menatapku. Tiba-tiba aku mendengar suara ayam berkokok da mataku perlahan terbuka, aku melihat ke arah jendela dan terlihat hari sudah pagi.
Ternyata itu hanya mimpi, namun entah mengapa rasanya begitu nyata. Bahkan aku masih bisa mengingat wajah nya yang lumayan tampan, kulit nya putih kekuning-kuningan, kornea matanya berwarna biru dan bibir yg seksi. Dia terlihat seumuran denganku tapi badan nya tidak sependek aku dan tidak terlalu tinggi juga. Seandainya dia ada di dunia nyata, itu pasti akan membuatnya sempurna
"Reka..." ucap ku sambil tersenyum konyol.
Aku Mengusap kedua mataku, melihat jam di smartphone ku dan mulai beranjak dari tempat tidur untuk bersiap-siap.
Aku berjalan santai menuju tempatku bekerja "Syukurlah dia mengembalikan ku tepat waktu, jadi aku gak telat dateng ke toko" aku bergumam sendiri masih memikirkan mimpi semalam yang ku alami. Yups memang aku hanya seorang kasir di toko swalayan dan waktu kerjaku 8 jam. Ini sangat melelahkan namun aku harus tetap semangat agar aku tetap bisa membayar kost tempat tinggalku saat ini karna aku sudah tak ingin tinggal bersama orang tuaku. Mereka selalu ingin cepat-cepat menikahkan aku, bagi mereka aku adalah beban. Hidup seperti ini jauh lebih baik bagiku.
Sesampainya di toko, seperti biasa aku kangsung menyalakan komputer & melayani pembeli, sesampainya di jam istirahat aku di panggil Ci yuzzy atasanku untuk mengisi biodata di kantornya.
"Coba kamu isi ini rish, ini data karyawan toko Giant Jaya" Ucap Ci yuzzy sambil memberikan selembar kertas dan sebuah pulpen. Ci yuzzy memang asli dari china, tapi dia di besarkan di indonesia. Tepat nya di daerah Bandung, sehingga dia sangat lancar berbicara dengan menggunakan bahasa indonesia.
Aku mengembalikan kertas itu & ci yuzzy mengecek nya kembali.
"Clarisha Putri, tanggal lahir 4 Februari 1994" ucap ci yuzzy sambil membaca kembali biodataku untuk memastikan aku tidak salah menulisnya.
"Iya betul, ci... !!" jawabku sambil mengangguk dan tersenyum lembut.
Sudah jam 15:00 dan aku segera bersiap untuk pulang. Sesampai nya di luar aku melihat Andri melambaikan tangan dan tersenyum kepadaku. Aku berusaha menghindar namun dia berhasil meraih tanganku.
"Aku antar pulang ya..!!" ajak andri masih menggenggam pergelangan tanganku.
"Tolong ngertiin aku, kamu milik orang lain.. Aku lagi berusaha lupain kamu, tolong jangan bikin usahaku semakin terasa sulit" jawabku sambil menghempaskan tangan nya. Mataku mulai berkaca-kaca.
"Aku sayang sama kamu, risha.. !!" Ucap andri lirih "Aku gak bisa lupain kamu, aku gak sanggup kehilangan kamu" andri menundukan kepala, menutup matanya sambil menghela nafas yang panjang.
"Aku mohon sekarang kamu pulang, ucapkan itu sama istri kamu..!" kali ini aku semakin tak kuasa menahan air mataku. Aku berusaha menghapus air mata yg membasahi pipi dan segera berlari menjauh. Andri hanya melihatku dan tak berusaha mengejarku. Aku yakin jawaban ku sudah cukup untuk menolak ajakan nya dan dia tak bisa memaksaku di dapan umum.
Jarak dari tempat ku bekerja ke tempat kost, memang tidak terlalu jauh. Bahkan aku hanya cukup berjalan kaki untuk pulang pergi tampa perlu menggunakan jasa angkutan umum ataupun ojek.
Aku menangis terisak-isak di atas kasur sambil memeluk bantal, hatiku sakit ketika aku mengingat andri dan semua tentang kita. Aku ingin melupakan nya tapi semakin aku berusaha malah semakin membuatku terluka. Walau bagaimanapun aku harus berhenti mencintainya dan menghapusnya dari hati dan ingatan ku, karna ada wanita lain yg lebih berhak untuk mencintainya.