Setelah semua masalah Iluvia dan Arkan kemarin selesai, hari ini sepulang sekolah, Iluvia mengajak Arkan, Lia, dan Dirga berkunjung kerumahnya, karena sudah lama juga mereka tidak kerumah Iluvia.
Iluvia tidak meminta Alga untuk menjemputnya karena dia bilang pada Alga bahwa teman-temannya pada mau kerumah.
Soal Iluvia dan Arkan yang sudah baikan, Iluvia sudah cerita itu sepulang sekolah kemarin. Dan Alga ikut senang dalam kebahagiaan Adiknya itu.
Iluvia menaiki mobil milik Arkan, mereka hanya berdua. Sedangkan Lia naik motornya dan Dirga naik ninjanya. Hari ini Arkan sengaja membawa mobil. Bukan karena mau pulang berdua dengan Iluvia, bukan. Hanya saja tadi Arkan sudah menyuruh Lia dan Dirga tak usah membawa kendaraan kesekolah untuk hari ini supaya kerumah Iluvia bersama menaiki mobilnya. Dan sedangkan Iluvia, memang tak pernag membawa kendaraan.
Diperjalanan, Iluvia bener-bener fun bersama Arkan. Arkan asik dan tidak canggung sama sekali ke Iluvia. Dan tak lupa Iluvia membuat snapgram! Iluvia itu dijuluki sebagai titisan Awkarin oleh Alga.
Sesampainya dirumah Iluvia, Arkan langsung memberhentikan mobilnya dhalaman rumah Iluvia lalu mereka turun dari mobil gue, berjalan menuju pintu masuk. Dirga dan Lia sepertinya masih diperjalanan. Aneh, padahal mereka naik motor tetapi malah yang sampai duluan yang menggunakan mobil. Apa jangan-jangan mereka tersasar karena sudah lama tak kerumah Iluvia, mereka jadi lupa jalan gitu? Ah, rasanya tidak mungkin.
Iluvia membuka pintu rumahnya yang tidak dikunci lalu sudah disambut hangat oleh keberadaan Irla yang sedang duduk disofa membaca majalah.
"Assalamualaikum, Tante."
"Samlikum, Bun."
Arkan dan Iluvia mencium punggung tangan Irla.
Soal teman-teman Iluvia yang akan datang kerumah, Iluvia tadi sudah membicarakannya lewat telepon.
"Berdua aja?" tanya Irla setelah mempersilahkan Arkan duduk.
"Lia sama Dirga masih dijalan Tante." jawab Arkan.
"Oh, yasudah. Tante suruh Nek Yarni buatkan minum dulu." kata Irla berlalu pergi. "Iluvia, ganti baju dulu!" teriak Irla.
Nek Yarni itu pembantu rumahnya Iluvia, beliau dipanggil panggil nenek karena dia sendiri yang minta untuk dipanggil nenek walaupun umurnya masih 40 lebih, sekaligus karena dia sudah bekerja dirumah Iluvia dari Iluvia dan Alga masih kecil.
Iluvia memutar bola matanya malas. "Iya, Ibun!"
"Gue genti baju dulu ya,"
Iluvia pergi dari hadapan Arkan. Tak lama ia kembali lagi dengan sudah berpakaian kaus berwarna baby pink dan celana pendek dibawah lutut, rambutnya ia cepol asal keatas.
Saat Iluvia kembali ternyata sudah ada Lia dan Dirga.
"Eh, udah dateng. Kok bisa gue sama Arkan duluan coba yang sampe? Padahal kan kalian bawa motor." ucap Iluvia lalu duduk disamping Lia.
"Abisnya, Dirga ngajakin gue balapan dulu didepan tadi." kata Lia.
Iluvia tertawa, "Balapan?"
Lia mengangguk, "Gila kan?" katanya.
Semuanya teekekeh.
"Eh, diminum, dimakanin." kata Iluvia kepada Arkan, Lia, dan Dirga agar segera memakan suguhan yang dibuat oleh Nek Yarni.
Arkan mengangguk dan tersenyum.
Yang kalian harus tau, dia terlihat beribu ribu kali lipat lebih tampan saat tersenyum.
Oh, Tuhan. Tolonglah Iluvia tidak kuat.
"Asslamualaikum,"
Semua menoleh kearah pintu. Dan itu adalah Alga.
"Waalaikumsalam." ucap mereka semua.
"Eh udah pada dateng?" kata Alga setelah mendekat ke mereka. "Udah dari tadi ya?"
"Lumayan lah Bang," kata Arkan.
"Abang baru balik ngampus ya?" tanya Lia.
"Iya, main bentar tadi." kata Alga.
"Kesempatan nih si Abang," ujar Dirga.
"Tiap hari aja Luv lo gak usah minta jemput gue, merdeka dah gue!" kata Alga.
"Heh, memangnya lo mau bayarin gue naik taxi?" kata Iluvia.
"Bayar sendiri lah!" kata Alga lalu terkekeh.
"Kalo gak gue yang bawa mobil."
"Lah terus gue? Gimana?"
"Jalan kaki!" kata gue.
"Enak aja lu!"
"Sono gih Bang, genti baju. Bau tau ga," kata Iluvia menutup hidungnya.
"Sembarangan lu!" kata Alga lalu mengangkat tanganya, mencium kedua ketiaknya.
"Emang bau padahal." kata Iluvia.
"Emang bau, Lia?" kata Alga ke si Lia yang sedari tadi hanya menyimak.
"Hah? Enggak kok." kata Lia lalu tersenyum.
"Tuh kata Lia aja enggak, nggak bau kan Lia?" kata Alga lagi seperti memastikan.
"Engga Bang," kata Lia.
"Tuh, denger! kata Alga.
"Nggak salah lagi!" kata Lia lalu tertawa.
Saat semuanya tertawa, si Dirga malah sibuk dengan ponselnya. Sudah tertebak, pasti dia sedang membalas pesan-pesan dari beribu gebetannya itu. Memang dasar Dirga.
Alga pergi dari hadapan mereka, mandi katanya.
Dan tak lama Alga kembali lagi lalu duduk disingle sofa.
"Udah?" tanya Iluvia.
"Udah. Ganteng gak?" kata Alga seraya membenarkan rambutnya yang masih sedikit basah.
Iluvia menggeleng.
"Ganteng gak Lia?" lagi lagi Alga bertanya ke Lia.
Lia mengangguk, "Ganteng." katanya dengan sedikit ketawa kecil.
Memang harus diakui, Alga itu tampan. Sehingga Lia tidak ada alasan untuk bilang bahwa Alga tidak tampan. Dalam kondisi apapun, Alga itu tetap tampan. Sangat juara kalau soal tampang.
"Nah, ini nih! Adek gue yang cantik!" kata Alga.
Lia terkekeh, dan pipinya sedikit merah akibat terbawa perasaan.
"Dir, cewe lu berapa sekarang?" kata abang. Alga yang memang tau kalau Dirga ceweknya dimana-mana.
"Lah gila, satu lah Bang!" kata Dirga.
"Iye, satu Bang. Emang, iye." kata Arkan.
"Satu disini, satu disitu, satu disana, satu dimana-mana!" kata Iluvia lalu tertawa.
"Bener Bang bener!" kata Lia lalu tertaw juga.
"Hadeh Dirga Dirga, kapan dah lu tobat?" kata Alga sambil ketawa.
Beberapa menit mengobrol, ponsel Alga berbunyi menandakan ada panggilan masuk. Dengan segera Alga menganggkat panggilan itu.
"Yoms!" katanya setelah menempelkan ponselnya ketelinganya.
"...."
"Oh yaudah kesini aja, lu gua ajak tadi gak mau." kata Alga lagi.
"...."
"Sama Clara juga? Lah tadi tu anak katanya mau nemenin nyokapnya belanja njir."
"...."
"Lo lagi sama dia?" kata Alga lagi.
"...."
"Emang dimana?"
"...."
"Yaudah iya, gue tunggu!" kata Alga lalu memutuskan sambungan teleponnya.
"Dari siapa?" tanya Iluvia.
"Oji. Dia, Rangga sama Clara mau kesini."
"Asik!! Iluvia kangen banget sama mereka!"
"Tapi sayang, Ami gabisa ikutan deh." ucap Alga.
"Iya nih, Kak Ami jauh!"
"Nanti juga balik kok dia, kumpul bareng lagi nanti."
"Eh eh Bang, ngomong-ngomong Kak Ami itu siapa? Cewek?" kata Dirga.
Alga terkekeh. "Ya cewek lah, temen gue."
"Cantik?" tanya Dirga.
"Jelas!" jawab Alga.
"Kenalin napa bang!" kata Dirga memainkan alisnya.
"Dia udah punya pacar, tong!" kata Alga lalu tertawa.
Dan semuanyapun tertawa, kecuali si Dirga.
Sekitar setengah jam berlalu, akhirnya yang ditunggu-tunggu kehadirannya datang juga.
Yeay!
"Kak Claraaaaa!!" Iluvia berdiri, nyambut kedatangan Clara yang baru saja sampai depan pintu rumahnya.
"Iluvia, Adikkuu!" kata Clara memeluk Iluvia.
Selanjutnya, Clara serta kedua teman Alga yaitu Oji dan Rangga segera masuk dan duduk disofa.
Clara dipersilahkan duduk disingle sofa yang diduduki oleh Alga tadi, dan Alga duduk ditangan sofa itu.
"Katanya kamu nemenin Mama belanja?" kata Alga pada Clara yang berusaha hanya berbisik, namun masih kedengaran juga.
"Iya tadi kata Mama gak jadi, dia sama Tante aku aja katanya. Terus aku mau ngabarin kamu, hape ku low." jelas Clara.
"Iya deh." kata Alga.
"Sebentar Iluvia panggil Ibun."
Iluvia beranjak dari sofa lalu berjalan menuju kamar Irla. Tak lama kemudian ia kembali bersama Irla disampingnya.
"Ibun!" Clara berdiri lalu menghampiri Irla, mencium punggung tangannya lalu memeluk Irla. "Kangen, Bun." kata Clara.
"Ibun juga kangen sama Clara." Ibun tersenyum.
Oji dan Rangga bangun dari duduknya, lalu mencium tangan Irla juga.
"Ini sih, Ibun udah bosan liatnya!" ujar Ibun yang mengundang tawa dari semuanya.
Ah! Iluvia baru ingat, ia sudah janji ingin cerita ke Lia soal perasaan dia pads Arkan. Tapi dia belum sempat untuk cerita. Dan yang menjadi pikirannya sekarang, kapan waktu yang tepat untuk ceritanya semuanya?
~~~
Tepat jam 7 malam, Arkan, Dirga, Lia, Clara, Oji, dan Rangga segera berpamitan pulang pada Irla. Alga juga izin pada Irla untuk mengantar Clara pulang kerumah karena memang tadi Clara tidak membawa kendaraan, dia datang bersama Oji dan Rangga naik mobil Oji. Dan Irla mengizinkan dengan syarat, jangan pulang terlalu malam.
Arkan juga pulang bersama mobilnya. Tadinya Arkan mengajak Lia untuk pulang bersamanya karena kata Arkan hari malam tak baik kalau Lia pulang sendirian apa lagi naik motkr, dan Arkan menyarankan agar motor Lia dititipkan dulu dirumah Iluvi. Tetapi Lia menolak tawaran Arkan.
Dirga juga pulang, naik motornya. Katanya sebelum pulang kerumah, dia mau ke rumah Widya dulu, mau ngapel. Jadi Widya itu anak kelas 10 IPA 3. Adik kelas yang digebet oleh Dirga. Dan Iluvia heran, kenapa Widya mau.
Setelah semuanya sudah pulang, Iluvia masuk kedalam rumah lagi bersama Irla.
Hari ini cukup asik, dan bahagia. Iluvia bisa berkumpul dengan orang-orang yang ia sayangi.
Semoga dihari esok, dunia akan lebih indah lagi.
Semoga.