David memasuki mansion dengan keadaan acak-acakan. Dua kancing teratas terbuka, lengan digulung hingga siku, kemeja keluar dari celananya, dan rambut yang tak serapi sebelumnya. Tapi, itu tak membuat kadar ketampanan David berkurang. Malah dengan keadaan seperti itu, David terlihat semakin tampan dan juga sexy.
David berjalan dengan langkah lebar, dan juga raut wajah yang tidak tenang. Ia marah, ya David marah. Tangannya mengepal hingga terlihatlah, urat ototnya. Matanya terus menatap tajam.
Ia menaiki tangga dan berjalan lebih cepat dari sebelumnya, ia langsung memasuki salah satu kamar. Yang diketahui kamar itu ditempati Aretha.
"Aretha." ucap David dengan geraman.
Tapi David tak bersuara lagi, setelah melihat Aretha tertidur dengan pulas nya. Diatas kasur king size nya.
Perlahan David berjalan menghampiri Aretha. Ia duduk ditepi ranjang. Di belainya pipi Aretha dengan lembut, tangannya perlahan-lahan merapikan helaian anak rambut Aretha.
"Kau akan selalu bersamaku, nikmati kehidupan neraka ini Aretha." bisik David ditelinga Aretha. Membuat di empunya mengerang kecil.
Sebenarnya David berniat memarahi Aretha, karena berani-beraninya berbincang dengan ibunya. Dan itu membuat ibunya menceramahi nya berjam-jam.
David mengetahui itu dari salah satu bodyguardnya. Karena David selalu memantau Aretha, meskipun Aretha berada didalam kamar.
Entah itu menyuruh bodyguard untuk memata-matai Aretha. Atau memantau lewat cctv yang terpasang, di setiap sudut mansion.
"Selamat untuk kehamilanmu Aretha. Yang perlu kau tahu, aku tidak ingin kau mati bukan berarti aku tak ingin anakku ikut mati. Tapi, aku ingin kau merasakan kehidupan neraka yang kubuat ini Aretha. Nikmatilah bersama anak ini." ucap David dengan seringainya.
Tangan David bergerak menyentuh perut Aretha, yang masih rata. Tangannya dengan lembut mengelus perut Aretha.
"Hai nak, selamat merasakan penderitaan ibumu. Kau tahu aku sangat sangat membencimu, aku sebenarnya benci kehadiranmu. Tapi apa boleh buat, ini cara yang paling benar." ucap David kepada anaknya. Seolah-olah anaknya dapat mendengar.
Oh lebih tepatnya bukan anaknya, karena David membenci bayi itu. Betapa laknat dan b******n nya David itu.
"Tunggulah besok aku akan memberimu pelajaran." setelah mengatakan itu, David keluar dari kamar Aretha. Dan mengunci kamar itu dari luar, agar Aretha tidak bisa keluar kamar.
****
Musik berdentum dengan kerasnya, membuat wanita itu semakin bersemangat meliukkan tubuhnya.
Gerakannya semakin s*****l, membuat lelaki disampingnya menggelengkan kepala.
"Grena berhenti menari, ayo pulang kepalaku sudah ingin pecah." teriak Greno.
"Ya Tuhan Greno sebentar lagi." Grena kembali meliukkan tubuhnya.
"Hey bung." ucap seseorang dari belakang.
"Hey." balasnya.
"Biarkan saja Grena menari. Mari ikut aku, aku sendirian disini." ajak Sam dan Greno mengangguk.
"Grena aku dan Sam ke meja bar." ucap teriak Greno.
Grena hanya mengangguk dan semakin gila meliukkan tubuhnya.
Sam dan Greno berjalan menuju meja bar. Sam memesan segelas Vodka, begitu juga dengan Greno.
"Jika ada Aretha aku tidak akan mengajakmu. Jika seperti ini kita kelihatan seperti gay." gumam Sam membuat Greno tertawa.
"Ya ya ya terserah apa katamu. Aretha pergi ke Britania Raya, untuk kontrak bisnis. Mungkin sekaligus mencari pasangan." tawa Greno pecah. Sam juga ikutan tertawa.
"Hahaha wanita kecilku, akan mencari pasangan dan setelahnya baru menikah."
"Benar kak." sahut Greno.
"Aku juga akan menikah." ucap Sam tiba-tiba.
"Dengan siapa? Apa kau sudah tidak mau bersenang-senang lagi, dengan para wanita?" Greno bertanya mengejek.
"Tidak, aku sudah bosan bermain-main. Dan sekarang Inilah saatnya aku serius, dan aku sudah menemukan wanita yang layak untuk aku nikahi. Dia wanita baik-baik." Greno memperhatikan Sam berbicara. Terlihat dari mata Sam. Jika Sam tidak berbohong.
"Siapa wanita itu?"
"Besok aku kenalkan." lalu mereka kembali larut kedalam perbincangan ringan.
Hingga tak sadar jika ada wanita yang memperhatikannya. Wanita itu berjalan dengan sangat menggoda, setibanya didepan Sam. Tangan wanita itu langsung meraba-raba d**a bidang Sam.
"Aku merindukanmu Sam." ucap wanita itu s*****l.
Sam terkejut karena ada wanita yang menyentuh d**a bidangnya. Tapi setelah melihat siapa wanita itu, betapa kesalnya Sam.
"Pergi dari hadapan ku!" perintah Sam.
"Tidak Sam. Aku merindukanmu, merindukan sentuhan mu."
"Dasar w************n. Kau hanya one night stand tidak lebih dari itu." bentak Sam membuat wanita itu terlonjak. Dan pergi meninggalkan Sam, betapa malunya wanita itu ketika Sam membentaknya. Dengan menyebutkan wanita one night stand.
"Wahh gila kau kak Sam." Greno tertawa renyah.
"Aku benci wanita itu, di terlalu menganggap apa yang pernah aku lakukan itu serius." Sam kembali meminum Vodka nya.
"Hahhah kau memang tidak pernah serius."
"Aku serius hanya untuk wanita itu. Wanita yang sebentar lagi kan ku nikahi."
"Siapa dia kak Sam?"
"Besok kau akan tahu."
"Terserah."