Lera masih termenung di depan pintu, menatap sosok Kenan yang berdiri di hadapannya dengan wajah bingung. ‘Dari mana dia tahu nomor unit apartemen ini?’ Mau dipikirkan berapa kali pun ia merasa tidak pernah memberitahu Kenan mengenai nomor unit apartemen Bian. Waktu itu Kenan memang pernah menjemput dan mengantarnya pulang, namun tidak pernah sampai naik ke atas, mereka hanya bertemu di lobby. “Hai, Le, selamat malam …” sapa pemuda itu dengan senyum malam minggu ceria, “boleh aku masuk?” tanyanya kemudian Tanpa sadar Lera mulai menggigit bibir bawahnya karena gugup. Bukan gugup bertemu dengan pujaan hati, ini lebih ke arah … takut? Apakah dia boleh melakukan ini? Memasukkan laki-laki ini ke dalam rumah di saat Bian tidak ada? ‘Kenapa kau harus takut? Memangnya kalian mau melakukan apa

