Dia sudah gila! Bagaimana bisa laki-laki yang terkenal pendiam dan alim bisa berpikir sebejat ini padanya?! “Kenan, jangan gila!” pekik Lera seraya memberikan tatapan penuh kengerian dan jijik pada laki-laki itu. "Oh, tidak!" Lera panik saat laki-laki itu dengan mudahnya mengunci kedua tangannya di atas kepala dan semakin menekan dirinya di sofa. Bibir dingin itu kembali menyentuh bibirnya, memaksakan lidahnya masuk ke dalam. Lera meronta, dia berusaha melepaskan diri dari kuncian Kenan. “Sial, tenaganya lumayan kuat juga!” gerutu Lera dalam benaknya, dia sedang memutar otak untuk bisa melepaskan diri. “Kenan, Please … jangan lakukan ini!” pintanya di sela ciuman mereka. Kepanikan yang Lera rasakan semakin besar saat salah satu tangan Kenan sudah berada di perutnya, terus bergerak ke
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


