Dua mobil sedan berwarna hitam mengkilap berhenti di depan gedung dengan lima belas lantai. Sebuah perusahaan kecil yang baru dua tahun diresmikan di pusat Kota Helsinki. Tempat di mana Deavenny akan mulai aktivitas barunya. Seorang pria botak berbadan kekar membukakan pintu belakang. Mempersilahkan nona mudanya untuk keluar. "Silahkan, Nona." Deavenny menyembul keluar, ia mendengus kepada keempat bodyguardnya yang sudah berjajar rapi di depannya. Siap mengawal sang tuan putri hingga ke dalam ruang kerja. "Biar saya yang membawakan tas Anda, Nona." Bodyguard wanita itu mengulurkan tangannya untuk meraih barang berharga milik Deavenny. "Aku bisa sendiri," tolak Deavenny. "Maaf, Nona. Ini sudah tugas saya, mohon kerjasamanya." Wanita itu meraih tas milik majikannya. Tak peduli jika Deav

