Deavenny mempersilahkan wanita yang melamar sebagai sekretarisnya itu untuk duduk di kursi yang ada di hadapannya. Dan orang tersebut menjalankan perintah seperti yang diucapkan oleh Deavenny. "Ini berkas saya, Nona." Wanita yang belum diketahui namanya itu meletakkan sebuah dokumen ke atas meja dan mendorong ke depan hingga berada di hadapan Deavenny. "Oh ... ya." Deavenny menerima berkasnya. Namun dia sendiri bingung untuk apa dokumen itu. Dia tak membutuhkan sebuah ketikan yang dicetak di atas kertas putih. Deavenny membaca kertas yang ada di genggaman tangannya. Namun dia tak fokus karena merasa dirinya sedang diamati oleh seseorang. Matanya beralih menatap keempat bodyguardnya. Benar saja, para cecunguk itu sedang menatap Deavenny. "Kalian kenapa di sini? Keluar sana, menggangu k

