Suara Siapa Itu?

1738 Words

Setelah menghabiskan makan siangnya, Deavenny kembali fokus untuk mendengarkan Emily menjelaskan terkait laporan perusahaan. Sekretaris barunya itu begitu sabar mengajari wanita dengan kecerdasan di bawah rata-rata yang wajahnya sudah tak beraturan lagi. Deavenny sampai memegang kepalanya yang berdenyut. Rasanya bagian tubuhnya yang paling atas itu ingin meledak. Penuh dan sesak. Bahkan dia belum juga paham, padahal sudah dua jam Emily menjelaskan inti dari laporan yang sedari tadi menjadi pusat perhatian keduanya. "Bisa kita berhenti sebentar. Aku sudah tak kuat berpikir," pinta Deavenny memberikan isyarat menggunakan tangannya agar Emily berhenti berbicara. "Bisa." Deavenny menyandarkan tubuhnya ke kursi. Jemarinya memijat kepalanya. "Ternyata bekerja itu melelahkan, tapi saudara-sau

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD