Nervous

1188 Words

Marvel menutup kamera depannya menggunakan jari, lalu ia memberikan isyarat kepada Amartha—sekretaris sekaligus kekasihnya agar diam seraya menunjuk ponselnya dengan sorot mata ke arah barang yang canggih tersebut. Pertanda ia sedang melakukan panggilan dan tak ingin diganggu. Amartha mengulas senyumnya. Memilih untuk duduk di tepi ranjang. Dia harus menjaga diri agar tak membuat Marvel ilfeel, sehingga dia menurut. Walaupun sesungguhnya dia sedikit kurang senang dengan posisinya saat ini. "Marvel ...," panggil Deavenny. "Are you okay? Kenapa layarku jadi gelap?" Marvel membuka lagi kameranya. "Maaf." "Tadi seperti ada yang memanggilmu sayang, suara siapa itu?" Deavenny bertanya sekali lagi, karena pertanyaannya belum terjawab. "Oh ... itu suara televisi. Aku sedang menonton film," al

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD