"Minum dulu, Nona." Emily memberikan satu botol air mineral kepada atasannya. Deavenny yang tengah nervous itu langsung menghabiskan cairan penghilang dahaga tersebut. "Kenapa bertemu calon investor lebih menegangkan daripada bertemu calon suami masa depanku?" kelakarnya. Emily terkekeh dengan wajahnya yang tetap terlihat tegas. "Buanglah pikiran negatif Anda, Nona. Pelajari lagi dokumen yang sudah saya siapkan. Masih ada waktu," tuturnya. Ia mengeluarkan tablet dari dalam tasnya dan memberikan pada Deavenny. Deavenny membaca ulang berkas yang disiapkan oleh Emily. Tangannya memegang tisu agar menyerap keringat dingin yang terus keluar dari telapak tangannya. "Apa aku bisa menjelaskan semua ini dengan benar?" gumam Deavenny sedikit pesimis. Dia tahu kemampuan dirinya yang terbatas. "K

