Aku cukup khawatir dengan keadaan Gevan saat ini, bukan apa-apa hanya saja aku merasa iba, tubuh gagahnya kini terbaring lemah di ranjang sempit ini, apalagi penjelasan dokter beberapa jam yang lalu membuatku semakin iba dengan kondisinya. Kata dokter, kepalanya Gevan luka tapi bersyukurnya tidak sampai parah, kaki kanannya retak, nanti dokter akan melakukan operasi untuk pemasangan pen. Dan mata Gevan mengalami kebutaan karena membentur sesuatu hingga menyebabkan kedua bola matanya tak lagi berfungsi sebagai mana mestinya. Tapi kata dokter, kebutaannya tidak permanen, hanya butuh waktu agar bisa sedia kala, tapi kapannya tidak tahu. Tante Indi —Maminya Gevan— tidak berhenti menangis sejak aku memberitahu kalau anaknya kecelakaan, mata indahnya kini sembab dan menghitam. "Gev, bangun, N

