Aku masih setia di sini, menunggu Gevan sadar, berharap matanya terbuka dan jarinya bergerak. Sudah 2x24 jam Gevan belum juga sadar, ternyata benturan keras di kepalanya membuat Gevan betah berada di alam bawah sadar. Kehadiran Kak Natha buat aku sadar, kalau Gevan memang bukan jodohku, aku hanya perempuan yang ditakdirkan bersamanya hanya sejenak. Aku tidak masalah, karena Gevan telah mengajarkanku banyak hal, sakitnya mencintai dan ikhlasnya merelakan. Seandainya suatu saat nanti Gevan dan Kak Natha kembali bersama aku ikhlas, karena aku sadar Gevan memang bukan tercipta untukku. "Sha ... " Bang Willy muncul dari balik pintu dan berjalan mendekat ke arahku. "Setia banget nungguin Gevan, belum mau pulang?" "Nggak ada yang nungguin, orang tua Gevan nanti malah sakit kalau capek nungguin

