Part 1 Semut dan Rambut Merah
City of Sin, adalah game yang sangat fenomenal saat ini di seluruh dunia. Sejenis game Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) yang bertarung melawan musuh 5 vs 5. Vloger-vloger game ternama di d******i konten dari COS begitu singkatan dari game tersebut. Player-nya dipanggil coser.
Alzio Radik Yustio, atau kerap di panggil Zio salah seorang pro player yang sangat doyan bermain COS. Dia juga memiliki identitas rahasia sebagai top global player dengan ID Macan Belang. Global player biasanya berlomba-lomba meraup keuntungan pada saat masuk ke rank 1.000 global, dengan cara menjadi vlogger ataupun mengikuti turnamen. Tapi tidak dengan Zio. Klub-klub game berlomba menghubungi agar Zio mau menandatangani kontrak dengan mereka untuk tournament dunia. Tapi Zio selalu menolak.
ID Macan Belang selalu berlomba dengan dua ID lainnya untuk mendapat peringkat nomor satu, gamer dari Jepang dan Australia. Hanya dua orang yang mengetahui identitasnya, El dan Rony mereka adalah sahabat Zio.
Pernah El menyuruh Zio menghasilkan uang sebagai pro player, tapi Zio menolak uangnya sudah cukup banyak. Dia menikmati momen di mana dia bisa meninggalkan dunia nyata tanpa orang mengetahui siapa dia. Kadang dunia itu membuat orang lupa pada dunia nyata.
Zio tinggal sendirian di rumahnya, kenapa begitu? Karena dia adalah anak tunggal dari pasangan penari yang selalu berkeliling dunia menjadi koreografer artis-artis internasional. Zio tak berbakat menari, padahal jelas di tubuhnya mengalir darah orang tuanya. Dia juga tak berminat untuk itu.
Zio menyulap sebuah ruangan besar di rumahnya untuknya menyelam ke dalam dunia coser, dengan peralatan yang super lengkap dan canggih. Zio bahkan tidak mencairkan sacred stones yang telah sangat banyak di milikinya. Dalam Cos, sacred stone dapat dibeli dan biasanya pada saat streaming penggemar akan mengirimi hadiah, hadiah itu nantinya bisa di tukar ke dalam bentuk sacred stones untuk kemudian di cairkan dalam bentuk uang.
Di usia yang ke 25, Zio betah menjomblo padahal banyak perempuan yang mengejarnya. Zio berwajah tirus, tampan dengan tubuh tidak kurus dan tidak gemuk, sedang saja, d**a dan perut rata, otot-otot halus nampak di lengannya. Sesekali dia merokok, bibirnya tidak merah tapi tidak hitam, cukup kissable.
Zio juga sedikit malas berhubungan dengan perempuan karena sangat menyusahkan, kalau tenggelam dalam bermain game Zio akan lupa dunia. Pernah sekali dia dekat dengan seorang perempuan, ribet sekali minta antar jemput, minta temenin nonton, shopping, mengganggu konsentrasinya. Jadi Zio memutuskan untuk tetap menjomblo.
Zio login di Id Macan Belang. Sialan! Dia sudah turun ke peringkat dua sekarang. Walaupun demikian, masih banyak sekali kiriman hadiah dari para penggemar Zio, juga komentar memuji-muji karena berhasil menang dengan salah satu vlogger ternama kemarin dalam pertandingan one by one. Itulah keuntungan identitas rahasia, tak ada yang bisa mengejeknya. Lihat sekarang komentar di akun YouTube milik vlogger itu dipenuhi cacian dan makian. Intinya memuji-muji Macan Belang sebagai pro player idealis yang tidak meraup keuntungan dengan buat konten dibanding dengan dia, si youtuber.
"Zio!" Sahabatnya Rony yang sejak seminggu lalu menginap di rumahnya berteriak.
"Berisik!"
"Zio, please bantu aku ikut kontes."
Zio memicingkan matanya, El dan Rony juga bermain COS walau tak sehebat dia, level mereka masih di bawah.
"Tidak bisa, levelnya terlalu jauh."
"Pinjam ID seseorang, ayolah Zio bantu temanmu ini."
"Mengherankan! Kenapa aku harus membantu?"
"Aku bertemu cewek cantik di game dan sekarang bergabung di distriknya. Lihat."
Rony menunjukkan foto selfie seorang gadis dengan ID PrincessAqua. Manis juga.
"Apa dia benar wanita?"
"Tentu saja. Kamu tidak lihat fotonya banjir komentar, lagipula aku sudah chat terus dengannya. Aku bisa tahu dia hode* atau bukan."
*Hode : Seorang pemain pria menyamar menjadi wanita.
"Kenapa tidak voice chat saja?"
"Terlalu agresif, dia pemalu, mengerti."
"Mencurigakan. Kamu tau nggak kalau pemain global wanita bahkan sering open voice chat agar semakin banyak penggemar yang percaya mereka cewek."
"Kamu mau bantu tidak, sih?" rungut Rony kesal.
"Okelah, aku akan buat ID baru." Zio menyanggupi.
"Mana bisa, dari ID baru terlalu jauh untuk ikut kontes."
"Cih! Aku cuma butuh sehari untuk sampai di levelmu."
"Haha baiklah, aku suka kesombonganmu." Rony tertawa terkekeh.
"Kapan kontesnya?" tanya Zio.
"Kamu tidak tau? Bagaimana bisa kamu tidak mengetahui kontes besok?"
"Aku tak ikut kontes, terlalu kacangan."
"Sombong."
"Keluarlah dan jangan ganggu konsentrasiku," usir Zio.
"Siap dewa." Rony meninggalkan ruangan itu dengan tertawa gembira.
Zio membuat ID baru dengan nama Semut Merah, entah kenapa dia spesialis nama-nama hewan. Bahkan ID utamanya adalah Macan Belang? Tidak sekeran id-id pro player lain. Tapi Zio menyukainya.
Zio memulai bermain game tanpa henti untuk segera naik level. Zio melirik tim publik, ya ... karena Zio selalu bermain solo. Ketika memasuki level 10, level tertinggi COS saat ini adalah level 50 tempat bermainnya para pro player, ID Rambut Merah mencuri perhatian Zio. Nama mereka mirip bukan?
Public chat :
Player 1 : Rambut merah, cewek?
Player 2 : Jomblo ngenes
Mulailah chat public yang menyebalkan bergaya bocah. Memang di level ini, terutama tidak bermain dengan teman merupakan tantangan sendiri.
Player 1: But, eh rambut, anu yok
Player 3 : Bab* b*****t, bisa diam nggak? Hode baru nyahok lo!
Salah satu pemain mulai melakukan pelecehan, Zio menggeleng terlalu banyak toxic di negara berkembang ini. Kadang Zio sering malu melihat tingkah laku gamer sebangsanya, tapi di level 30 ke atas sudah sangat berkurang. Hanya cukup bersabar.
Player 3 : Yang benar mainnya, jangan noob lo rambut merah. Cewek biasanya noob. Kalo memang lo cewek sih.
Rambut Merah : :)
Hah sabar banget sih, Zio yang membacanya saja sudah emosi.
Player 2 : Voice chat kalau memang cewek.
Player 1: Rambut merah, I lop u
Rambut merah : Aku hode kak
Semut merah : lol
Zio jadi yakin ini beneran cewek.
Rambut merah : Eh nimbrung :)
Player 1: Anj*ng lo pacarnya ya? Kenapa id kalian sama-sama merah.
Player 2: Buat id baru aja ko, k****l merah wekaweka
Player 1: Anj*ng
Player 3 : Fokus b*****t.
Di tengah toxic itu mereka memenangkan pertandingan, Rambut Merah ternyata sangat lihat bermain. Walaupun tetap Zio yang memimpin. Mereka memutuskan bermain lagi. Tapi rambut merah tak menerima undangan mereka.
Player 1 : Yah ngambek dia
Player 3 : Lo sih! Dasar bab*
Player 1: Aku bercanda tadi
Entah kenapa Zio iseng meng-invite ID rambut merah tadi yang terlihat masih online. ID-nya langsung diterima.
Private chat
Semut merah : Mabar* lagi?
* Mabar : Main Bareng
Rambut merah : Tapi jangan sama yang tadi
Semut merah: Abaikan saja, mute.
Rambut merah : zzzZzzz. Yuk undang kak :)
Semut merah : Oke adek
Lha di dunia maya, Zio bisa dengan mudah mengobrol dengan seorang yang dia kira wanita. Tapi kalau di dunia nyata dia malas.
Player 1: Sayang maapin aku ya, aku janji nggak akan kasar.
Player 2: Pepet terus
Player 1: Ko diem sih yang, yang semangatin aa' yang.
Semut merah : Udah di-mute
Player 1: @#$&@&&
Total mereka telah main 5 match dan menang secara berturut turut.
Private chat :
Semut merah : Belum ngantuk?
Zio melihat jam sudah pukul 11 malam.
Rambut merah : Mau begadang.
Semut Merah : Sampe jam?
Rambut merah : Sampe cape. Kamu?
Semut merah : Sampe level 10
Rambut merah : Oh no
Semut merah : Kenapa?
Rambut merah : Bareng ya hehe ...
Semut merah : Boleh
(Rambut Merah sent a message)
Bunyi notification di layar PC-nya membangunkan Zio. Semalam dia online sampai jam 1 pagi. Tumben dia chat duluan? pikir Zio, dia tertidur di atas meja.
Rambut Merah : Makasih kak, aku jadi menang berturut-turut. Kakak jago banget mainnya. Nanti malam mau mabar lagi?
Semut Merah : Kamu juga jago lho. Nanti malam dipaksa temen ikutan kontes.
Rambut Merah : Uwah, kontes.
Semut Merah : Kenapa?
Rambut Merah : Serem
Semut Merah : Haha
Dia belum tahu saja kelas Zio sudah di level turnamen.
Rambut Merah : Streaming nggak? Mau nonton.
Semut Merah : Janganlah, nanti aku grogi terus kalah lagi.
Rambut Merah : Nggak mungkin. Aku nonton ya, pleassseeeee.
Semut Merah : Oke deh, nanti aku streaming ya.
Rambut Merah : Thank you, nanti aku kirim hadiah.
Semut Merah : Semakin gugup.
Rambut Merah : Lol
Rony datang tepat pukul tujuh, tentunya dia segera duduk di sebelah Zio. Ada tiga PC di ruangan itu yang kerap dipakai oleh mereka. Apalagi El dan Rony sering menginap di rumah Zio.
"Ngapain?" Dia melirik monitor Zio.
"Chat."
"Asyik, nemu cewek online juga nih?"
Zio tak menjawab.
"Aku sudah membujuk teman-teman distrikku agar kamu masuk. Karena aku pro, mereka percaya," kata Rony.
"Kamu pro di antara mereka, aku mulai tak yakin dengan kemampuan yang lain."
"Saat ini aku akan menahan kemarahanku padamu, brengsek."
"Kau membuatku marah."
Huh! Rony mendengus kemudian mulai login di akunnya. Dalam Contest COS mereka harus melakukan lima pertandingan untuk menjadi juara di tingkat kota, begitu seterusnya untuk tingkat provinsi, nasional, wilayah asia dan internasional.
***