Chapter 37

1032 Words
Selama kurang-lebih sebulan, Jessica menjalani kehidupannya dengan tenang. Tidak ada teror seperti yang pernah ia alami saat di Bali dan hanya ada Hansel yang selalu ada untuknya. Bukan hanya Hansel tentunya, ada Mike dan Maura yang selalu mendukungnya. Bahkan hari ini Jessica kembali dibawa oleh Mike untuk berkunjung ke gudang senjatanya. Bertepatan saat senjata baru datang dengan sebuah truk box. Jessica nampak sangat kagum dengan apa yang ada di hadapannya. Beberapa orang menurunkan peti-peti dan membawanya masuk ke dalam gudang. Jessica berjalan di belakang Mike, di tenganh gudang yang sudah disusun beberapa peti tadi, Mike memerintahkan kepada anak buahnya untuk membuka peti-peti itu. Isinya tidak lain adalah pistol kecil yang mungkin Jessica bisa sekali memegang dengan 2 buah. “Transfer padanya sebanyak yang sudah disetujui kemarin,” ucap Mike pada Vernon. “Siap, Boss,” sahut Vernon sembari menganggukkan kepalanya. “Susun di tempatnya masing-masing,” kali ini Mike melayangkan perintahnya kepada beberapa anak buahnya. Jessica menyaksikan bagaimana anak buah Mike membawa senjata-senjata itu dengan hati-hati. Bahkan, mereka menggunakan sarung tangan agar senjatanya tidak tergores sedikitpun. “Kalau misalkan aku bawa satu untuk jaga-jaga, apa akan aman?” pertanyaan itu terlontar dari mulut Jessica sehingga membuat Mike terbelalak kaget. “Papa tahu kalau aku sudah pandai mengendalikannya,” ucap Jessica lagi. “Enggak sekarang, Jes,” sahut Mike. “Aku sudah 19 tahun, Pa,” rengek Jessica. “Hendak menunggu sampai usia aku berapa tahun? 30 tahun?” tanyanya. “Tunggu genap 20 tahun,” sahut Mike seraya tersenyum. Jessica hanya bisa memanyunkan bibir tipisnya itu. Ia hanya berani merengek sekali. Jika Mike sudah menawar, maka ia tidak akan merengek lagi. ... Setelah selesai dengan segala urusan di gudang, Mike dan Jessica pun langsung pulang ke rumah. Jessica yang menyetir mobilnya, sedangkan Mike, ia duduk dengan santai di samping Jessica. “Mau beliin Mama apa nggak?” tanya Jessica. “Mama jarang mau makan makanan luar. Kecuali kalau bibi enggak ada di rumah atau kalau memang ada acara di luar,” sahut Mike. “Tapi, waktu itu kalian pernah ajak aku makan di luar. Enggak ada acara apa-apa,” ucap Jessica lagi. “Itu Mama yang mau sendiri. Karena kan waktu itu kamu belum terlalu akrab dengan kami,” sahut Mike lagi. Tidak lama, mereka berdua sampai di depan rumah. Jessica langsung tersenyum kecil saat ia melajukan mobilnya memasuki garasi rumah. Ia tersenyum bukan tanpa alasan. Melainkan, ia melihat adanya mobil Hansel di depan rumah. “Pasti dia bakalan ngomel,” gumam Jessica. “Hansel enggak ada telfon kamu, Jes?” tanya Mike. “Enggak tahu. HP aku pakai mode pesawat,” jawab Jessica. “Kelakuan ya,” ucap Mike sembari terkekeh pelan. Setelah Jessica selesai memarkirkan mobilnya dengan baik, ia dan Mike pun segera keluar dari dalam mobil dan berjalan memasuki rumah. Saat mereka sampai di ruang tamu, mereka sudah melihat Hansel dan Maura yang duduk berdua di sana. “Masam banget itu wajah,” sindir Mike ketika ia mendapati raut wajah Hansel yang nampak begitu masam. “Anak lo bikin gua kesal!” sahut Hansel dengan emosinya. “Kenapa sih?!” tanya Jessica. “Aku baru datang langsung kena marah,” sambungnya. “Lo punya HP kenapa enggak aktif, Jes?! Mike enggak kasih power bank? Atau Mike enggak kasih charger-nya?” tanya Hansel bercecar. “Bisa enggak kalau kasih pertanyaan itu satu-satu?” tanya Jessica kembali. “Paling benci sama orang yang kalau ditanya malah tanya balik, bukannya jawab,” gerutu Hansel. “Tadi aku ada praktik, jadinya HP aku pakai mode pesawat supaya enggak berisik. Papa kasih aku charger sama power bank kok. Malahan tiap hari diingatkan untuk bawa,” ucap Jessica panjang lebar. “Sampai di sini, masih ada pertanyaan?!” tanyanya. “Cukup,” sahut Hansel seraya terkekeh. Namun, kekehannya itu hanya sebentar, ia terdiam saat ia teringat bahwa sekarang sudah pukul 6 sore. Sedangkan biasanya Jessica selalu pulang dibawah pukul 5 sore. “Kenapa lagi?!” tanya Jessica ketika Hansel menatapnya lagi. “Om Hansel bukannya dosen kampus tempat aku kuliah, ya? Kenapa malah banyak tanya ke aku coba?” Jessica benar-benar kesal sekarang. “Hari ini gua masuk cuman sampai jam 12 siang,” sahut Hansel. Jessica menjawabnya hanya dengan ber-oh ria. “Jessica!” panggil Hansel ketika ia mendapati Jessica berjalan meninggalkannya. “Aku mau mandi sebentar. Capek habis dari kampus dan gudang,” ucap Jessica sembari melambaikan tangannya ke udara. “Gudang?” heran Hansel. “Tadi gua culik Jessica ke gudang sebentar,” timpal Mike. “Dan tadi elo bilang kalau Jessica ke kantor Mike, Ra?!” kali ini Hansel emosi terhadap Maura. Karena, saat Hansel bertanya pada perempuan itu, ia mendapat jawaban kalau Jessica dan Mike berada di kantor. “Setahu gue tadi begitu,” sahut Maura dengan tanpa rasa bersalah. “Sama aja kalian semua!” ucap Hansel kemudian ia beranjak dari tempatnya duduk. “Mau ke mana lo?” tanya Mike. “Mencari makanan. Gua lapar,” sahut Hansel kemudian ia berjalan menuju dapur di rumah Mike. “Anak sulung kamu tuh,” ucap Mike pada Maura. “Enak aja!” kesal Maura. ... “Ma, Papa bilang kalau usia aku sudah 20 tahun, aku boleh pegang senjata sendiri. Maksudnya bawa senjata buat penjagaan diri ke mana-mana,” ungkap Jessica. “Itu memang usia legal. Tapi, akan lebih baik kalau usia kamu sudah 21 tahun,” sahut Maura. “Kok nambah?” tanya Jessica. “Itu memang estimasi usia legalnya, Jes. Tapi, buat kamu, Papa kasih 20 tahun aja,” sahut Mike. “Bukannya selama ini Jessica sudah ada penjaganya? Kenapa harus pegang senjata sendiri juga?” heran Hansel yang saat ini masih berada di rumah Mike. “Hanseeellll!!!” kesal Mike. Mike kesal karena selama ini Jessica tidak tahu bahwa jika gadis itu kemana-mana, ada seseorang yang mengikutinya. Seseorang itu tidak lain adalah anak buah Mike yang diutus untuk menjaga Jessica dari jauh. “Maksud Om Hansel?” tanya Jessica. Hansel mengatup bibirnya kala ia menyadari apa yang ia ucapkan tadi. Sedangkan Mike dan Maura, keduanya menatap Hansel dengan tatapan kesal. “Selama ini ada yang menjaga aku? Siapa?” tanya Jessica lagi. Lagi-lagi, ketiga orang itu hanya diam dengan pertanyaan yang Jessica lontarkan. To Be Continued...
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD