"Maaf jadi nunggu lama."
Akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga. Hampir saja Kevin mengira kalau Cellyn memilih pulang dengan alasan datang terlambat ke perpustakaan. Untunglah dia segera datang sebelum Kevin berkemas.
Cellyn duduk di depan Kevin tanpa menimbulkan suara. Bagaimana pun juga mereka ada di perpustakaan, jadi tak boleh ramai. Cellyn pun mengambil buku ajar dan meletakkannya di meja. Dia menunggu Kevin memberikan instruksi.
"Sebelum gue bahas materi pertama, lo udah hafal tabel periodik?"
Cellyn menggeleng, jangankan tabel periodik, senyawa golongan IA saja dia tidak hafal. Cellyn masih membawa tabel periodik ke mana-mana, sedangkan hampir teman satu kelasnya sudah hafal. Padahal waktunya baru dua bulan mereka belajar kimia. Kelas Cellyn memang kelas-kelas ambisius.
"Gue punya trik untuk menghafal tabel periodik dengan mudah. Hafalan lo kuat kan?"
"Bisa dibilang begitu."
"Oke, sekarang lihat ke golongan IA. Di sana ada tujuh unsur. Hidrogen, Litium, Natrium, Kalium, Rubidium, Sesium dan Fransium. Ketujuhnya biasa disingkat Hai Lina Kau Rebut Cinta Suci Fredy."
Cellyn terngaga. "Kenapa aneh gitu jadinya?"
"Sebenarnya ada banyak singakatan selain itu. Misal, Hai Li Na Kenapa RUBI SESIUM FRustasi?. Hai LiNa Kau Rebut Calon Suami Fransiska. Hari Libur Nanti Kita Rbut Celana Si Feri. Haji Lina Kawan Rubi Cs frans. Hiiii... Lina Kok RaiB! Calon Suaminya FRustasi!. Haji Lina Naik Kuda Rebutan Ciuman sama Frans ...."
"Oke, oke stop. Lebih baik pakai singkatan yang pertama aja."
Dari semua singkatan itu terasa sangat aneh di telinga Cellyn. Biasanya Bu Wiwik tidak memberi trik menghapal seperti itu. Jadi saat Cellyn mendengarnya dari Kevin, telinganya belum terbiasa. Ada rasa geli saat Cellyn kembali mengulangi singkatan pertama yang diajarkan Kevin. Namun Cellyn tetap menghafal, karena dia sudah bertekad untuk menang dari Kimia. Beruntungnya Cellyn memiliki daya ingat yang kuat, jadi dia bisa menghafal singkatan pertama dengan cepat. Kevin dibuat takjub karenanya.
"Bisa lanjut ke golongan berikutnya?"
"Bisa," jawab Cellyn dengan semangat.
Ia memulai lagi menghafal unsur dari golongan IIA sampai VIIIA. Begitu mudah untuk Cellyn yang notabenya jebolan akselerasi saat SMP. Hanya perlu waktu dua jam Cellyn bisa menghapal semua unsur beserta golongan dan periodenya. Dia berusaha sangat keras dan itu membuat Kevin juga semangat membantu Cellyn untuk meraih nilai yang lebih bagus di Kimia.
Kevin terlena sesaat ketika Cellyn menghafal sambil memejamkan mata. Apa Cellyn tak sadar kalau dia sangatlah cantik ketika serius seperti itu? Buktinya Kevin terus memfokuskan pandangan ke Cellyn.
"Sepertinya hari ini cukup menghafal tabel periodik dulu. Besok baru kita masuk ke materi selanjutnya."
Cellyn berhenti menghafal. Dia melipat tabel periodik yang ia laminating menjadi dua bagian. "Heem, gue juga udah haus banget daritadi ngomong terus."
Tiba-tiba tanpa disangka Kevin menyodorkan sebotol minum ke depan Cellyn. Botol minum itu milik Kevin yang belum ia minum sama sekali. Sekadar informasi, di sekolah mereka disediakan galon di setiap kelas. Jadi siswa tinggal membawa botol minum. Nah, Cellyn tak membawa botol minum hari ini. Untuk itulah dia juga meminta minum dari Denin yang masih saja membeli air minum kemasan padahal ada air gratis.
Namun Cellyn tak kunjung mengambil botol itu. Mama Cellyn berpesan, siapa pun itu yang menawari makan dan minum tidak boleh diambil kalau orang yang memberi belum mencoba di depan Cellyn. Hal itu karena Mama Cellyn menghindari hal-hal buruk yang bisa saja terjadi.
"Sorry."
Kevin mengangkat sebelah alisnya. "Kenapa minta maaf?"
"Buat minumnya, sorry, gue nggak bisa minum."
"Kenapa nggak bisa? Airnya gue ambil juga dari kelas."
"Duh gimana ya jelasinnya." Cellyn menggaruk rambutnya. Tidak mungkin dia mengatakan yang sebenarnya, itu rahasia dia dan sang mama. "Eh, perpustakaan udah mau tutup. Gue balik dulu ya. Makasih buat hari ini." Buru-buru dia pergi dari perpustakaan. Untung Cellyn bisa menemukan alasan paling logis untuk menghindari Kevin. Yah walaupun sebenarnya alasan yang dibuat Cellyn terkesan tiba-tiba, tapi itu lebih baik daripada memberitahu Kevin apa yang sebenarnya dia sembunyikan.
Meskipun Kevin adalah teman sekelasnya, Cellyn tetap harus waspada.
*****
Saat Cellyn mendadak pamit pulang Kevin hanya bisa melihatnya dengan rasa penasaran yang masih melekat. Sekali lagi Kevin menimang botol minumnya sendiri, airnya jernih, tidak berbau dan tidak berasa setelah ia mencobanya. Semua ciri-ciri itu standar untuk air minum. Tapi kenapa Cellyn tidak mau?
Meski masih penasaran, Kevin harus berkemas dari perpustakaan yang mau tutup.
Terlintas di pikiran Kevin saat dia keluar dari perpustakaan, ia akan mengunjungi lokernya untuk melihat apakah kotak bekal itu masih ada atau sudah hilang lagi.
Mumpung sekolah sepi, Kevin bisa melakukan peregangan otot-otot lengannya. Sebenarnya dia juga sedikit pegal di bagian leher karena kurang cukup tidur. Pagi hari tadi dia belajar untuk ulangan dan itu membuatnya mengantuk. Tentunya Kevin tak bisa tidur di kelas, jadi dia menahannya sampai selesai belajar bersama Cellyn. Gengsi kalau sampai tertidur di depan Cellyn.
Kevin sampai di depan loker miliknya. Loker pun dibuka dan kotak bekal itu sudah tidak ada. Secepat itu memang pengagum rahasia Kevin beraksi.
"Pasti dia ke sini waktu gue di perpustakaan bareng Cellyn," gumam Kevin.
Karena tak ada tanda-tanda yang mengarah ke pelakunya, maka Kevin menutup lokernya. Namun siapa sangka saat pintu loker tertutup agak kencang, jatuhlah sebuah gelang di lantai. Gelang itu tadinya tersangkut di pintu loker Kevin bagian atas dan Kevin belum melihat itu. Alhasil gelang itu dia pungut.
Gelang di tangan Kevin ini termasuk gelang biasa yang siapa pun bisa punya gelang seperti itu. Yang membedakan dari gelang lain adalah bagian bandul gelangnya. Di gelang itu terdapat bandul kecil berbentuk bintang. Dilihat dari ukuran dan bandul itu bisa Kevin tebak kalau pemiliknya adalah seorang cewek.
Cewek itu pasti bukanlah cewek yang mudah ditangkap karena sampai sekarang Kevin belum menemukan petunjuk lain selain gelang ini.
Namun Kevin tak akan menyerah untuk mencari tahu. Dia akan mengungkap siapa sebenarnya orang di balik hadirnya sarapan di loker miliknya di setiap pagi. Untuk sementara ini Kevin akan menyimpan gelang itu sebagai petunjuk untuk mencari sang pengagum rahasia yang masih bersembunyi.