Gerakan dan sentuhan Alex yang menggerayangi tubuh Leana membuat gadis itu mau tak mau sadar dan tanpa sadar mulai mengeluarkan suara kenikmatannya.
Alex yang saat itu bertumpuh pada lututnya sembari memaju mundurkan pinggulnya tersenyum melihat Leana yang menggila akan permainan ranjangnya.
"Sedikit lebih cepat, ku mohon." Suara parau Leana yang mendesah membuat Alex mulai bermain berutal, ia bahkan tak segan-segan menjambak dan menampar pipi Leana. Leana kaget mendapati Alex bermain kasar padanya terlebih tamparan dan jambakan yang diberikan Alex cukup keras hingga membuat kepala dan pipinya berdenyut sakit namun Leana tak dapat perotes rasa sakit di pipi dan kepalanya kalah besar dari rasa nikmat yang diberikan Alex diarea pribadinya.
Di luar kamar, Nhosa berdiri tepat di kamar nomor 9 tanpa buang-buang waktu Nhosa menempelkan kunci kamar hotel kearah pintu dan pintupun langsung terbuka, meski sempat ragu akhirnya Nhosa membuka pintu itu.
Saat membuka pintu kamar suara kenikmatan Leana dan erangan Alex langsung menjadi hal pertama yang di dengar Nhosa. Bergegas Nhosa mendekati area tempat tidur dan betapa terkejutnya Nhosa melihat adegan dimana Leana kini berada dalam posisi membelakangi Alex dengan bagian b****g mengarah kebagian pribadi Alex.
"Kau masih mencintaiku bukan Alex?" Ditengah kenikmatan mereka Leana berusaha mempertanyakan perasaan Alex padanya.
Alex yang saat itu menikmati permainanya terhenyak kaget begitu melihat pantulan Nhosa berada di cermin yang berdiri melihat kearah mereka, namun bukannya berhenti begitu mengetahui kehadiran Nhosa, Alex justru semakin bermain secara berutal bahkan Leana hampir kualahan meladeninya.
Nhosa yang sempat terdiam mulai meninggalkan kamar, dengan tubuh yang berjalan gontai ia memaksa kakinya untuk melangkah meninggalkan area kamar Alex dan Leana.
Di bagian parkiran, Xhavier yang menunggu dalam mobil mulai gelisah pasalnya tadi saat keluar dari dalam mobil Nhosa berjanji hanya sebentar dan saat ini sudah hampir satu jam lebih Xhavier menunggu Nhosa tak kunjung muncul. Merasa khawatir, Xhavierpun keluar dari mobil dan bergegas menuju restoran.
Di restoran Xhavier dapat melihat teman-teman Nhosa masih asik berbincang namun Xhavier tak melihat sosok Nhosa di kumpulan itu.
"Permisi, dimana Nona Nhosa?" Tanya Xhavier begitu tiba di area meja tempat teman Nhosa berkumpul.
Seorang gadis berambut keriting menatap Xhavier lalu menjawab "Nhosa tadi keluar untuk menelpon calon suaminya." Gadis berambut keriting itu menunjuk kearah lobby hotel.
"Terimakasih." Ucap Xhavier sambil bergegas menuju lobby hotel.
Tiba di lobby, Xhavier celingak celinguk mencari keberadaan Nhosa namun tak ada. Xhavier meraih ponsel pintarnya dan menelpon Nhosa namun berapa kalipun ia menelpon Nhosa tak menjawab panggilan telponnya hingga Xhavier putus asa pada saat bersamaan pintu lift terbuka dan Xhavier mendapati sosok Nhosa berada dalam lift sedang berdiri dengan posisi memegang dinding lift untuk bertumpuh agar tidak tumbang.
"Nona!" Xhavier berteriak ketika melihat Nhosa terjatuh lemas bergegas Xhavier berlari kearah lift lalu memapah tubuh Nhosa keluar dari lift.
"Ada apa Nona?" Tanya Xhavier lembut ketika berhasil membawa Nhosa menuju sofa yang ada di lobby hotel.
Nhosa tak menjawab pertanyaan Xhavier, gadis itu masih terlihat linglung mungkin akan guncangan kebenaran yang dilihatnya di dalam kamar hotel nomor 9 tadi.
Wajah Nhosa sangat pucat, Xhavier meraih tangan Nhosa yang gemetar "Ada apa Nona?" Tanya Xhavier lagi kali ini dengan nada sangat lembut.
Nhosa hanya menatap Xhavier lalu berucap dengan pelan "Aku ingin pulang." Suara Nhosa bahkan nyaris tak terdengar.
"Baiklah ayo kita pulang." Balas Xhavier sembari membantu Nhosa berdiri namun kaki Nhosa yang masih lemas dan gemetar membuat gadis itu kesulitan untuk berdiri apa lagi untuk berjalan. Tanpa aba-aba Xhavier lalu menggendong Nhosa melangkah keluar dari area hotel menuju parkiran mengabaikan tatapan orang-orang yang melihat mereka dengan tatapan penuh tanya.
***
Dalam kamar hotel setelah menyelesaikan permainannya Alex kini mengenakan pakaiannya setelah membersihkan tubuhnya di toilet.
Leana yang saat itu terduduk di pinggiran tempat tidur hotel sembari melilitkan tubuhnya dengan selimut menatap Alex lalu berkata "Kau sudah mendapatkan apa yang kau inginkan maka batalkan pernikahanmu dengan Nhosa dan tinggalkan aku dan keluargaku jangan perna muncul lagi di hadapan Nhosa."
Alex tertawa mendengar ucapan Leana, dengan cepat Alex mengeluarkan 10 lembar uang 100 dolar dari dalam dompetnya lalu melemparkan lembaran uang itu kearah Leana sembari berkata "Sewa jasamu hari ini." Mendapati hal itu mata Leana langsung melotot, ia tercengang bagaimana mungkin Alex berani memperlakukannya seolah dia adalah gadis kupu-kupu malam.
Tak terima akan hinaan dari Alex, Leana berdiri menghampiri Alex lalu melayangkan tamparan kearah wajah Alex namun dengan mudah Alex menepisnya.
"Bagiku, kau hanya seorang pel*c*r." Ucap Alex membuat Leana mengerang jengkel.
"Kau bertanya padaku alasan aku mendekati Nhosa bukan. Maka akan aku jawab. Tujuanku mendekati Nhosa adalah untuk menghancurkanmu, Leana." Ucap Alex membuat Leana langsung lemas.
"Dengar Leana, apapun yang terjadi aku akan tetap menikahi Nhosa, setelahnya aku akan membuat Nhosa mengambil alih semua harta kekayaan Scottler hingga tidak tersisa sedikitpun untukmu agar kau merasakan bagaimana menderitanya hidup dalam kemiskinan, kau telah menghancurkan masa depanku maka aku akan menghancurkan masa depanmu sebagai pewaris kekayaan Scottler dengan menggunakan Nhosa. Aku tidak akan berhenti sampai kau berada di titik terendahmu, itu sumpahku." Ucap Alex membuat Leana sedikit terintimidasi, lalu sedetik kemudian Leana tersenyum kemudian tertawa melihat Alex dengan cepat Leana menarik tangannya dari genggaman Alex sambil berkata "Nampaknya kau melakukan tindakan yang salah Alex, kau tidak mengetahui seperti apa peraturan di keluargaku, tindakanmu ini yang ada justru akan membuat Nhosa terluka." Leana berucap dengan penuh percaya diri meski tubuhnya masih lemas namun keberanian Leana sangat besar.
"Lakukan semua rencanamu dan lihatlah betapa Nhosa akan hancur karena rencana yang telah kau susun untuk menghancurkan ku itu, Alex. Kau tidak mengenal keluargaku dan seperti apa aturan keluargaku. Semua rencanamu tidak akan bisa menghancurkanku yang ada rencana itu akan membuat Nhosa terluka."
Mendengar ucapan Leana dan melihat betapa yakinnya Leana akan ucapannya itu membuat Alex terintimidasi. Leana tertawa saat mendapati ekspresi bimbang di wajah Alex.
"Aku tahu kau mencintai Nhosa, Alex. Sorot matamu saat melihat Nhosa tergambar jelas. Mari kita lihat aku atau kau dan rencanamu itu yang akan tumbang." Lanjut Leana seraya kemudian mengenakan bajunya setelahnya ia mengeluarkan uang segepok dari dalam tasnya lalu melemparkan uang itu kearah Alex "Terimakasih atas service hari ini." Ucap Leana lalu melenggang pergi.
Alex terdiam, ia masih berusaha mencerna arti dari ucapan yang di tuturkan Leana, bergegas Alex meraih ponselnya lalu menelpon seseorang tak beberapa lama panggilan telpon itu dijawab seseorang.
"Informasi dan data dari Nhosa Scottler yang ku minta apa sudah semuanya?" Tanya Alex pada si penelpon.
"Sudah Tuan, hanya saja semua informasi itu hanya informasi umum saja untuk informasi detail tentang Nona Nhosa dan keluarga Scottler aku masih belum mendapatkannya." Jawab si penelpon membuat Alex langsung terjatuh lemas.
"Cari semua informasi detail tentang Nhosa dan keluarga Scottler, semuanya tanpa terkecuali." Titah Alex dengan nada sedikit meninggi.
Bersambung!...