"Akulah yang melakukannya, kenapa pak guru tak mau mengakui pengakuanku? " tanya Yeon dengan tampang kesal.
"Nak, aku tahu kalau kaunsering dibully. Tapi tolong jangan tanggung kesalahan orang lain," sambung In Su dengan kesal.
"Kalau guru masih tak percaya dengan kemampuanku, bagaimana kalau kita buktikan saja lewat pertarungan?" tanya Yeon dengan serius.
"Kau menantangku?" tanya In Su dengan dahi yang dikerutkan.
"Tentu saja, apa kau takut?" tanya Yeon.
"Haih, aku tak tahu dari mana datangnya rasa percaya dirimu itu. Tapi tantangan tetaplah tantangan.
Sebagai seorang guru taekwondo yang kekuatannya diakui disekolah ini maka akan ku terima tantanganmu!" jawab In Su dengan serius.
"Sebelum itu... , bisakah kau selamatkan Jum terlebih dulu?" sambung Yeon dengan tersenyum.
"Ya tuhan, bagaimana bisa aku lupa dengannya!" gumam In Su dengan tampang panik.