Aira masih berusaha menolak di antara desahan yang keluar dari bibirnya. “Ziyad please.. Tidak bisa kah nanti mmpphh…” mulut perempuan itu kembali dibungkam oleh mulut pria itu. “Tidak, lagi pula tidak ada yang akan mengganggu kita.” Pria itu menindih tubuh istrinya di bangku mobil yang nyatanya cukup luas untuk mereka melakukan kegiatan itu. Ziyad benar-benar berniat menuntaskan hajatnya pada gadis itu, Ia menyelipkan tangannya di antara pengaman segita gadis itu, “Hmm.. kamu sudah basah”. Ziyad menyeringai senang. Gadis ini sudah dibawah kekuasaannya. Ia menarik pengaman segitiga yang menjadi bagian akhir dari pertahanan gadis itu .” “Oh…Ziyad… please” eluhan Aira ketika tangan Ziyad memainkan area sensitifnya. Ziyad menurunkan celana panjang jeans nya sendiri dengan cepat tan

