Hampir semua dinding penthouse itu terbuat dari kaca, bahkan kamar tidurnya setengah dindingnya juga kaca. Penthouse yang begitu mewah dengan sofa-sofa putih besar, lampu-lampu kristal tergantung dengan design minimalis. “Selamat datang. This is our home in Singapore.” Kata Ziyad memperkenalkan penthouse itu. “Sesuai dengan perjanjian, kita bisa bertemu disini dengan bebas. Untuk di Indonesia aku lagi memikirkan suatu tempat dimana kita bisa bertemu secara rahasia, tanpa orang lain mesti tahu.” Mata Aira seketika membelalak, “Jangan!, jangan!, Sebaiknya di Indonesia kita tidak ketemu.” “Ahh bagaimana bisa.., itu tidak ada dalam perjanjian kita.” protes Ziyad. “Bukankah perjanjiannya kalau di kamar, kamu bisa kumiliki tanpa kecuali, tapi di luar kamar, kita tidak kenal.” Aira bersungu

