“Sini! biar aku pasang dulu.!” Teriak Aira. ‘Huuh..”Geram Ziyad. akhirnya ia membiarkan istrinya memasangkan sarung itu. Karena ia sendiri sudah tidak tahan untuk menghujamkan senjatanya ke dalam tubuh Aira. Setelah terpasang, mereka bergumul di atas tempat tidur itu. Ziyad dengan sengaja mempermainkan istrinya dengan sesekali menarik senjatanya keluar dan memasukkannya kembali. Membuat istrinya itu gila, berteriak, melenguh dan ingin cepat dipuaskan, dan saat wanita itu berada dipuncak kenikmatannya, Ziyad menarik kembali senjatanya dan melepas kondom itu dan segera menghunjamkan lagi senjatanya dan kemudian menyemprotkan benih-benihnya ke dalam rahim Aira. Saat itu Aira mungkin tak menyadarinya, karena setelah itu Aira tertidur karena sudah kelelahan dengan kegiatannya semenjak ia jaga

