Aira sudah di tahun ke empat perkuliahannya. Ia sudah mulai dapat jadwal giliran jaga. Pagi itu seperti biasa ia sarapan pagi dengan terburu-buru, hanya setangkup roti yang diolesinya dengan mentega dan di atasnya ditabur dengan meses dan keju. Aira menyimpan itu semua di dalam kamarnya. Ia tak lagi menaruh makanan-makanan itu di dapur, kecuali makanan itu ia relakan untuk dimakan oleh penghuni kost. Dengan menjinjing tas besarnya yang berisi baju ganti jaga ia berjalan kaki menuju kampusnya. Ketika ia berjalan, handphonenya berdering dan ia harus mengangkatnya karena itu telpon dari Ziyad. Suaminya itu sudah 3 bulan tidak mengunjunginya. Dan Aira juga tidak mengunjungi Ziyad di Singapore, karena Ziyad memberitahunya bahwa ia tinggal di Oman selama 3 bulan karena ada bisnis yang harus di

