Keesokan hari, di minggu sore, Aira kembali ke Indonesia. Ia mulai terbiasa terbang sendiri, dan ia harus membiasakan itu, menyadari suaminya bermukim di Siangapura, tentu saja ia harus bisa melakukan penerbangan sendirian. Saat kembali pulang ke Indonesia, ia tidak lagi menggunakan cadar tidak juga hijab. Ia hanya menggunakan baju tertutup tanpa mengenakan hijab. Dan Ziyad tidak bisa mencegahnya. sejujurnya Ziyad sedikit kewalahan menghadapi istrinya itu. Istrinya itu jinak-jinak merpati, jinak, tapi terkadang susah dikendalikan. Tapi Ziyad menyukai itu. Ia menyukai perempuan yang tidak menurutinya begitu saja. Aira sampai di kosannya sudah menjelang isya. Naura yang melihat kedatangannya langsung bertanya, “Kemana aja kamu? Bang Tono nyariin tuh. katanya kamu susah dihubungi. Kayaknya

