Aira keluar menemui Tono di ruang tunggu. Kali ini ia mengenakan rok panjang di bawah lutut, terbuat dari bahan Jins, kemeja bunga-bunga kecil berwarna merah muda yang membuatnya seperti gadis kecil saja, apalagi rambut lurusnya diikat ekor kuda. Dengan tas kecil yang hanya ia isi dengan handphone dan dompet kecil ia berjalan mendekati Tono. Tono, pemuda yang usianya hanya terpaut tiga tahun di atas Aira begitu terpana melihat gadis ini. Darah Sulawesi Tono berdesir panas melihat gadis yang sudah sejak lama disukainya. Ia menyukai semua yang ada dalam diri Aira. Gadis itu cantik, pintar, seksi, mandiri dan bersuara indah yang bisa mengiringinya bermain gitar. Buat Tono, Aira itu sempurna. Segala cara ia lakukan untuk membuat gadis ini resmi jadi pacarnya, tapi Aira tetap tidak mau, yang

